Liga Spanyol Tiga Pekerjaan Rumah Besar Zinedine Zidane Di Santiago Bernabeu

Discussion in 'Bola' started by Bola, Feb 22, 2016.

Discuss Tiga Pekerjaan Rumah Besar Zinedine Zidane Di Santiago Bernabeu in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Tidak sulit menebak siapa juara di sebuah kompetisi dengan label 'balapan dua kuda pacu'. Di La Liga Spanyol, hasil imbang yang didapat Real Madrid kontra Malaga secara virtual mengantarkan Barcelona ke status klub terbaik negari Matador musim ini.

    Apa yang terjadi dengan pada Real Madrid di Rosaleda? Apakah euforia Zinedine Zidane di ibu kota Spanyol telah berakhir?

    SIMAK JUGA
    Pierre-Emerick Aubameyang: Real Madrid Klub Idaman Saya
    Thomas Muller Yakin Robert Lewandowski Bertahan Di Bayern Munich
    Masa Depan Karim Benzema Di Prancis Masih Buram

    Markas Malaga jadi bukti salah satu performa terburuk Los Blancos di bawah komando sang legenda Prancis. Kemenangan atas Roma di pertengahan pekan seharusnya jadi penambah semangat mengejar Barcelona tetapi yang terjadi malah sebaliknya, seolah pengukuhan peforma tandang El Real yang tak kunjung memuaskan.

    Berikut tiga pekerjaan besar rumah Zinedine Zidane di Santiago Bernabeu merujuk pada performa kontra Malaga.

    STRATEGI CADANGAN DI LINI DEPAN​


    Dengan gambaran heatmap di atas (pilih tiga pemain; Cristiano, Isco dan Jese), Madrid boleh berkilah hasil imbang lawan Malaga karena dua pilar utama Karim Benzema dan Gareth Bale absen. 'Trio penyerang' Cristiano Ronaldo, Jese dan Isco jarang beroperasi di area penalti dan serangan El Real praktis terisolasi di area sayap saja.

    Keberanian musuh yang mau mendesak hingga area krusial Madrid seperti yang dilakukan Malaga malam kemarin biasanya jadi makanan empuk laju cepat, crossing akurat dan tembakan keras pemain seperti Bale dan predator ulung macam Benzema namun di hadapan pemain seperti Jese dan Isco, situasi ini gagal dimanfaatkan dengan jitu.

    Zidane harus punya menemukan racikan strategi lain untuk mengakali situasi di mana Benzema dan Bale absen bermain. Cristiano jadi striker? Tentu saja itu jadi opsi namun Isco didorong ke depan? Benitez pernah mencoba ini dan gagal total.

    Taktik cadangan yang paten untuk barisan serangan El Real jelas dibutuhkan keluar dari kepala Zidane.

    KESEIMBANGAN TIM DIPERLUKAN​
    [​IMG]
    Selama Madrid mencetak lebih banyak gol dari lawan, bukan masalah. Meskipun unggul tipis kalimat ini mendapat dukungan mayoritas pembaca Goal terkait gaya sepakbola menyerang nan atraktif yang disuguhkan tim di bawah arahan Zidane. Memang menyenangkan melihat tim habis-habisan mengurung lawan hingga gol demi gol tercipta, laga menjadi lebih seru dan enak ditonton.

    Sayangnya, ketika rencana pertandingan gagal dieksekusi dengan baik, bencana bukan mustahil menghampiri dan ini yang menimpa El Real di Rosaleda melawan Malaga.

    Permainan buruk Madrid tidak lepas dari aksi di bawah standar tiga gelandang yang diturunkan Zidane. Tidak seperti biasanya, Modric, Kroos dan Kovacic sering keliru dalam melakukan umpan hingga suplai ke lini depan tidak lancar. Dampaknya, ritme permainan Los Blancos berantakan.

    Trio gelandang El Real juga bermain buruk dalam urusan mengawal area kekuasaan sekaligus gagal membaca pola serangan lawan. Harapan mereka jadi benteng pertama pertahanan pupus dan sebagai konsekuensi Malaga sedikit demi sedikit berhasil mengembangkan pernainan hingga berani mendorong banyak pemain ke depan untuk mengancam gawang Navas hingga gol balasan tercipta.

    Belum lagi aktifnya full-back El Real bergerak ke depan membantu serangan tidak diikuti dengan rencana apik antisipasi serbuan balik. Kondisi ini membuat benteng pertahanan El Real terlihat keropos. Entah apa yang terjadi jika tim sekelas Barcelona bisa mengeksploitasi kebocoran ini di Clasico jilid kedua mendatang.

    Apapun alasannya, keseimbangan sebuah tim saat menyerang dan bertahan sangat diperlukan dan Zidane belum menemukan formula tepat.

    MENTAL TANDANG​
    [​IMG]
    Sulit mencari ukuran jika kita berbicara mental tetapi faktor ini bisa tergambar jelas di lapangan dan El Real sepertinya punya masalah ketika bermain jauh dari Santiago Bernabeu.

    Setelah Zidane mengambil alih komando di Santiago Bernabeu, El Real sudah menjalani tiga laga tandang liga dengan raihan poin lima (M1, S2). Satu-satunya kemenangan yang diraih dicatat di markas Granada itupun dengan skor tipis 2-1. Sepanjang 2016, belum ada cerita indah Madrid pulang ke ibu kota dengan menciptakan gol lebih dari tiga seperti yang sering tercipta di Bernabeu.

    El Real memang berjaya di Italia saat membungkam AS Roma 2-0 di Liga Champions tetapi sayangnya konsistensi tandang belum bisa diukir Los Vikingos, duel di Rosaleda jadi bukti. Entah apa yang terjadi di Bernabeu mungkin terlalu menganggap remeh lawan, atau kekurangan motivasi hingga performa tandang mereka kurang menggigit. Zidane wajib menggali permasalahan dan menemukan solusi.

    Setelah duel lawan Malaga Zidane menegaskan belum mau melempar handuk terkait urusan memburu gelar La Liga tetapi jika performa tandang tak kunjung diperbaiki, tim ibu kota benar-benar bisa melupakan harapan merebut trofi dari tangan Barcelona.

    liga spanyol table, klasemen, seri b, malam ini, terkini, divisi 2, Tiga Pekerjaan Rumah Besar Zinedine Zidane Di Santiago Bernabeu
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page