Liga Indonesia Tim Transisi Diminta Berpikir Realistis Soal Kongres Luar Biasa PSSI

Discussion in 'Bola' started by Bola, Aug 11, 2015.

Discuss Tim Transisi Diminta Berpikir Realistis Soal Kongres Luar Biasa PSSI in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,327
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Tim Transisi dan Kemenpora sudah berencana untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada Desember 2014 atau paling lambat Januari 2015. Menurut mantan pelatih tim nasional Indonesia U-23, Rahmad Darmawan (RD), hal itu justru tidak akan menyelesaikan masalah.

    "Untuk apa kita KLB, orang pengurus saja sudah tersedia dan tersusun. Berikan saja mereka kesempatan untuk bekerja, kalau toh ada kekurangan mari dibenahi sama-sama," ucap RD, saat diterima anggota Tim Transisi Zuhairi Misrawi dan Sekretaris Menpora, Alfitra Salamm, di kantor Kemenpora, Selasa (11/8).

    "KLB yang akan disusun Tim Transisi ini sangat berisiko tinggi terhadap perkembangan sepakbola, bukannya malah semakin memperbaiki sepakbola Indonesia. Tolong berpikirlah yang realistis. Kalau bapak buat KLB mungkin bisa menang. Tapi ekses dari yang dilakukan itu di tataran akar rumput bakal pecah, di masyarakat juga ribut," tambahnya.

    Pelatih Persija Jakarta di Indonesia Super League (ISL) 2015 itu khawatir dualisme bakal terjadi lagi. Dia pun memberikan contoh penyelesaian dualisme klub yang bisa diterapkan. "Seperti dualisme Persija, ketika itu klubnya tetap ikut dalam kompetisi tapi proses pengadilan juga tetap berjalan. Itu bisa dijadikan contoh," jelasnya.

    Lebih lanjut, mantan pelatih Persipura Jayapura ini juga menyindir soal Tim Transisi yang berencana bertemu FIFA. "Hubungannya di mana Tim Transisi dengan FIFA? Karena setahu saya, FIFA hanya akan berkomunikasi dengan anggotanya. Kita juga bisa mencontoh Australia dalam menyelesaikan masalah federasinya," tutur pelatih yang masih aktif sebagai perwira di TNI Angkatan Laut itu.

    Selain itu, RD juga membandingkan proses penyelesaian kasus PSSI dengan kasus Hambalang yang pernah menimpa Kemenpora. "Ketika kasus Hambalang terjadi apakah Kemenpora dibekukan? Tidak kan, yang ditangkap hanya oknum-oknum-nya saja. Seharusnya, Kemenpora melakukan itu," imbuhnya.

    "Kalau memang PSSI tidak transparan, ada yg kurang, ada mafia, kenapa kok setiap PSSI berkunjung ke Kemenpora tidak pernah ditemui Menpora? Kalau memang niat tulus bapak harus temui PSSI. Sekarang beliau (PSSI) sudah tiga kali berkunjung ke sini ketemu aja nggak."

    "Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. PSSI juga tidak bisa jalan sendiri. PSSI tidak bisa bangun fasilitas, karena lahan punya Pemerintah. Jadi, jelas PSSI butuh Pemerintah juga," pungkasnya.

    Sementara itu, mantan kiper tim nasional Indonesia, Hermansyah, juga mengkritisi wacana program yang disampaikan sekretaris Menpora, Alfitra Salamm, terkait pembenahan sepakbola Indonesia. Termasuk, rencana Menpora yang akan membangun 700 lapangan sepakbola.

    "Jangan terlalu muluk. Lihat saja yang di depan dulu ini. Kami sudah empat bulan tidak ada pendapatan karena tidak ada kompetisi," keluh Hermansyah.

    [​IMG]
    addResponsivePlayer('q6v8cb4tbk1p1m07d4de1za61', '', '', 'perfq6v8cb4tbk1p1m07d4de1za61', 'eplayer40', {age:1433393646224});

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, Tim Transisi Diminta Berpikir Realistis Soal Kongres Luar Biasa PSSI
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page