Tiongkok Bangun Database Warga AS

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jun 8, 2015.

Discuss Tiongkok Bangun Database Warga AS in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Tiongkok Bangun Database Warga AS

    Pasca peretasan yg menimpa Office of Personal Management (OPM) beberapa waktu lalu, pakar keamanan siber memprediksi bahwa Tiongkok tengah membangun database staf pegawai negeri AS. Dengan bobolnya sistem keamanan OPM, sekitar 4 juta identitas staf pegawai AS dipastikan terekspos. Tuduhan terkait peretasan ini mengarah pada negara Tiongkok yg menjadi biang keladinya.

    Grup hacker yg berkaitan dengan pemerintah Tiongkok disinyalir telah membobol sistem keamanan OPM. Beberapa pengamat mengatakan bahwa aksi peretasan ini memiliki keterkaitan langsung dengan insiden yg menimpa dua perusahaan asuransi terbesar AS yaitu, Anthem & Premera Blue Cross. “Peretasan OPM, Anthem, Premera Blue Cross disinyalir dilakukan oleh pelaku yg sama,” kata para pengamat.

    Terkait dengan pembangunan database, Rich Barger, peneliti keamanan dari ThreatConnect, mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok telah sejak dulu mengumpulkan informasi pemerintah AS melalui staf pegawainya. “Melalui peretasan itu, pemerintah Tiongkok akan lebih memahami siapa targetnya baik perangkat elektronik maupun manusianya,” kata Barger.

    Peretasan yg bertujuan untuk mengumpulkan database pegawai menurut Barger adalah cara baru yg terbilang unik. “Sebelumnya pemerintah Tiongkok hanya menargetkan perusahaan-perusahaan besar untuk mencuri rahasia dagang mereka,” kata Barger. “Aksi kali jelas bertujuan untuk mata-mata,” lanjutnya.

    Menanggapi peretasan yg menimpa OPM, salah satu pejabat penting di pemerintahan AS mengatakan bahwa aksi ini adalah bagian dari strategi global yg dilakukan oleh Tiongkok untuk mengumpulkan informasi melalui big data theft & big data aggregation. Pejabat pemerintah AS membuka kasus peretasan ini pada hari Kamis lalu. Walaupun berdasarkan keterangan mereka, OPM telah mendeteksi penyusupan ini sejak awal tahun 2015 lalu.

    Pemerintah AS pun bereaksi keras menanggapi hal ini. Pasalnya, semua data informasi yg dicuri merupakan milik pegawai pemerintah. Hal tersebut berpotensi bagi Tiongkok untuk merekrut mata-mata, pengumpulan informasi & kontra intelijen. Tidak hanya itu saja, data yg terekam di OPM mencakup pula kegiatan pegawai pemerintah AS yg berada di Tiongkok. Menurut para pakar keamanan, ketika Tiongkok mengetahui kapan & di mana saja pegawai AS berada di wilayah Tiongkok, pemerintahan Xi Jinping akan dengan mudah menemukannya.

    Pemerintah Tiongkok melalui juru bicara kementerian luar negerinya mengatakan bahwa negaranya tidak terlibat peretasan apapun. “Saya berharap bahwa pemerintah AS mau berdiskusi & terbuka terkait insiden. Kami menygkal semua tuduhan tersebut,” ujar pernyataan resmi dari juru bicara tersebut.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenTiongkok Bangun Database Warga AS diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page