Until Dawn Preview

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Jan 26, 2015.

Discuss Until Dawn Preview in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    7,716
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    Gue yakin di antara kalian pasti punya tipe nyokap / mungkin salah satu anggota keluarga maupun temen yg ngga pernah bisa ngga komentar pas lagi nonton film. Apalagi kalo film horror. Pas tokoh protagonis berada di adegan film dimana sang psikopat udah siap menyerang dari tempat persembunyiannya, pasti ada aja yg rewel neriakin si aktor/aktris buat menjauh dari bahaya. Biarpun mereka nyadar kalo ini cuman film horror dimana penonton cuma berperan sebagai observator pasif & teriakan saran maupun sumpah serapah mereka ke pemeran di film itu sia-sia, tetep aja mereka teriak-teriak dengan bawelnya. Hahaha.

    Tapi lain cerita ketika "film horror" yg ditonton punya sisi interaktif dimana "penonton" bisa ikut andil dalam menentukan nasib akhir cerita pemeran film di dalamnya. Itulah keunggulan dari video game yg dimanfaatin oleh studio Supermassive Games buat game terbaru mereka, Until Dawn.



    Setelah mengalami masa vakum sejak Until Dawn pertama kali dikenalkan ke publik tahun 2012 untuk platform PlayStation 3 eksklusif sebagai game yg dikontrol dengan PS Move, udah banyak perubahan yg dialami game Until Dawn setelah muncul lagi di publik di ajang Gamescom tahun 2014 lalu. Apa aja peningkatan & perubahan dalam game Until Dawn yg rencananya bakal dirilis eksklusif untuk platfom PlayStation 4 ini? Gamexeon bakal kupas tuntas dalam artikel preview kali ini.

    TEKNOLOGI SUPERMASSIVE GAMES UNTUK UNTIL DAWN


    Kalo ngikutin perkembangan info seputar game ini, sekilas kalo dibandingin dengan gameplay game serupa, Until Dawn mirip banget dengan video game keluaran studio Quantic Dream (Fahrenheit, Heavy Rain, Beyond: Two Souls, & lain-lain). Selain menitikberatkan pada aspek cerita, Until Dawn juga menawarkan adegan a la film horror box office lewat sudut pandang kamera yg sinematis. Karena pengen menampilkan sisi sebuah game yg lebih bernuansa seperti film interaktif, pastinya tuntutan kualitas grafis yg oke jadi faktor utama.



    Dengan kemampuan engine yg juga digunakan buat game Killzone Shadowfall & performa mesin PS4, Supermassive Games terlihat berhasil bikin kualitas grafis game Until Dawn yg bisa dibilang keren. Pengaturan pencahayaan, sudut pandang kamera, & proses animasi yg canggih berasa makin maksimal di platform terbaru Sony ini. Ditambah bermodal beberapa aktor & aktris ternama Hollywood seperti Hayden Panettiere (Heroes, Nashville), Rami Malek (Night at the Museum, The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2, Need for Speed) & Brett Dalton (Marvels Agents of S.H.I.E.L.D.) untuk proses motion capture (mocap) semakin menambah kesan hidup suasana mencekam dalam dunia game Until Dawn.

    Dalam wawancaranya dengan Polygon, Pete Samuels mengungkapkan penggunaan teknologi electrodermal yg cukup menarik yg berperan penting dalam proses pengembangan game Until Dawn. Untuk meneliti seberapa serem game yg mereka bikin, mereka pake metode "Galvanic Skin Response Testing", yaitu metode dimana perubahan emosi manusia bisa dideteksi dari perubahan kelembaban permukaan kulit dengan alat yg mereka sebut "fear machine". Sejumlah sensor beraliran listrik rendah ditempel ke permukaan kulit yg nantinya berfungsi sebagai pengumpul data dari area kulit yg mengalami perubahan kelembaban. Saat emosi manusia berubah, beberapa area di permukaan kulit manusia rentan mengalami perubahan tingkat kelembaban & lebih mudah untuk dialiri listrik. Seberapa besar umpan balik area kulit ini setelah dialiri listrik dari sensor akan jadi data yg menentukan seberapa besar tingkat rasa takut seseorang. Menurut Mark Cerny, dulunya metode ini juga pernah hampir diterapkan saat pengembangan gamepad DualShock 4.

    PLOT CERITA HORROR KLISE, AKANKAH ENDINGNYA GAMPANG DITEBAK?


    Dari segi cerita, game Until Dawn punya plot cerita yg ngga jauh beda dengan film horror Hollywood kebanyakan. Menulis cerita horror yg menarik memang bukan hal yg gampang. Ngga heran kalo susah banget nemu review film horror yg dapet rating tinggi. Supermassive Games berkolaborasi dengan penulis cerita horror Larry Fessenden & Graham Reznick yg udah cukup lama malang-melintang di dunia perfilman horror. Tapi apakah kolaborasi ini bakal mampu menjamin kualitas cerita game Until Dawn? Jangan keburu skeptis dulu. Yuk, kita coba analisa premis cerita Until Dawn yg udah tersebar di internet.



    Liburan di pondok tengah hutan seperti foto di atas bareng temen-temen kayanya seru banget ya. Tapi jadi ngga asik kalo nasib kita berakhir tragis seperti pengalaman para karakter dalam game Until Dawn. Game Until Dawn berkisah tentang 8 muda-mudi yg sedang berlibur di pondok di hutan Blackwood Pines di sebuah area pegunungan terpencil untuk memperingati kematian salah satu teman mereka. Rencana liburan mereka berubah jadi mimpi buruk ketika satu-persatu dari mereka menghilang setelah berhadapan dengan orang aneh bertopeng badut yg ngga lain adalah tokoh antagonis dari game ini. Tiap anggota yg tertangkap dipaksa harus mengikuti permainan mematikan yg udah disiapin sang badut psikopat layaknya adegan film Saw. Tugas kalian sebagai gamer adalah mengendalikan kedelapan karakter ini selama cerita berlangsung untuk menentukan nasib nyawa mereka. Tiap tindakan punya konsekuensi yg akan berpengaruh pada nasib karakter lain. Dalam game, nantinya checkpoint dimana terjadi percabangan alur cerita bakal ditandai dengan ikon kupu-kupu sebagai simbol dari "Butterfly Effect". Akankah semuanya bakal selamat, / beberapa di antara mereka tewas dalam permainan sang pembunuh berantai, / akankah semuanya justru bernasib mengenaskan? Semua ada di tangan kalian.

    Dari sedikit premis cerita di atas, kita udah bisa mulai menebak-nebak kira-kira siapa pembunuh berantai bertopeng badut yg berkeliaran di daerah Blackwood Pines tersebut. Karena kedelapan karakter utama punya kemungkinan untuk tewas terbunuh, udah bisa dipastikan pembunuh bertopeng itu bukan salah satu dari kedelapan muda-mudi itu. Sekarang tinggal ada dua kemungkinan untuk mengungkap identitas asli sang pembunuh berantai. Dia adalah kerabat dekat dari teman kedelapan orang tersebut yg kematiannya sedang diperingati, / sang pembunuh adalah murni psikopat asing yg kebetulan ditemui oleh 8 orang tersebut ketika sedang berlibur.



    Tapi sepertinya bukan cuma psikopat bertopeng badut aja yg berkeliaran di daerah Blackwood Pines. Seperti yg bisa kalian tonton dari cuplikan gameplay Until Dawn di atas, daerah terpencil tempat mereka berlibur juga dipenuhi kesan mistis dimana roh-roh halus gentayangan. Apakah mereka mantan korban pembunuhan sang psikopat yg berusaha membantu kedelapan muda-mudi tersebut untuk melarikan diri dari nasib tragis, / justru mereka haus tumbal & mengantarkan kedelapan muda-mudi tersebut ke liang lahat?

    MEKANISME GAMEPLAY DUALSHOCK 4



    Meskipun udah beralih dari game yg khusus dikembangin sebagai game PS Move platform PS3 ke game yg kompatibel dengan gamepad DS4 platform PS4, bukan berarti Supermassive Games membuang mekanisme kontrol 6-axis motion sensor. Dari video gameplay sebelumnya terlihat mekanisme kontrolnya ngga jauh beda dengan game sejenis seperti karya Quantic Dream. Akan banyak obyek interaktif dalam game yg bakal memicu adegan-adegan baru dari tiap karakter. Perubahan sudut pandang dari yg semula merupakan sudut pandang orang pertama jadi sudut pandang orang ketiga, juga berpengaruh terhadap keluwesan gerakan karakter. Pergerakan kamera dalam mengikuti karakter di titik-titik ruang sempit cukup dinamis meskipun masih terkesan sedikit mengganggu kontrol arah karakter berjalan. Untuk mekanisme kontrol ketika memasuki mode permainan pengambilan keputusan cepat akan banyak dihiasi dengan QTE. Selain itu juga terlihat ada kombinasi mekanisme kontrol bidikan dengan QTE pada adegan tertentu. Tapi sepertinya penggunaan kontrol motion sensor DS4 akan lebih banyak berperan saat bermain.



    Developer Supermassive Games nganggep penelitian akan ilmu pengetahuan tentang rasa takut manusia adalah hal yg serius buat ngembangin game horror yg apik seperti Until Dawn. Kalo dari data alat detektor rasa takut berhasil mendeteksi pemain tester berkeringat secara berlebih, itu berarti game Until Dawn sukses besar menyandang predikat game horror yg tentunya serem. Nasib kedelapan muda-mudi itu akan sepenuhnya berada di tangan gamer. Akan banyak pilihan hidup yg berat untuk menguji seberapa besar nilai moral gamer selama bermain. Jadi, apa kalian udah siap buat ketemu sama "si badut" di PS4 musim panas nanti?

    images: supermassivegames.com | blog.us.playstation | forestholidays.co.uk | giantbomb.com

    Sumber

    cheat game online terbaru, cheat game online Until Dawn Preview, apk, android, cheat card online, cara cheat, kumpulan cheat
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page