Wall Street Menginginkan Dewan Perang Siber

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jul 13, 2014.

Discuss Wall Street Menginginkan Dewan Perang Siber in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya.

    Beberapa perusahaan yang tergabung dalam bursa efek Wall Street telah mengajukan proposal untuk pembentukan Government-Industries Cyber War Council. Pihak Wall Street menginginkan Dewan Perang Siber segera dibentuk karena semakin canggihnya ancaman siber pada keamanan data-data mereka. Salah satu yang ditakutkan oleh Wall Street adalah cyber crime yang didukung oleh negara jahat (rogue state). Mereka meyakini bahwa tindakan tersebut dapat membahayakan kelangsungan operasional mereka.

    Proposal yang diajukan oleh Securities Industry and Financial Market Association atau yang lebih dikenal dengan Sifma, memanggil berbagai pihak untuk berembug terkait permasalahan ini. Melalui proposal ini, Sifma setidaknya berhasil mengajak paling tidak delapan lembaga pemerintah AS yang berpengaruh salah satu contohnya adalah Treasury Department, National Security Agency dan Department of Homeland Security. Semuanya dipimpin oleh seorang senior dari Gedung Putih.

    Asosiasi perusahaan yang tergabung di Wall Street itu pun berhasil mengajak mantan direktur NSA Keith Alexander. Keith pun mengajak salah satu koleganya yaitu Michael Chertoff, mantan Sekretaris Utama Homeland Security. Keith berperan sebagai mediator pertemuan antara pemerintah dan industri. Berdasarkan informasi dari proposal yang diajukan, Sifma mengatakan bahwa hingga saat ini banyak sekali para pelaku usaha di Wall Street yang skeptis dalam penanggulangan dampak siber oleh pemerintah di dunia perbankan. Smiff mengakui bahwa hampir semua aspek keuangan terkoneksi langsung ke internet dan sangat tergantung pada teknologi. Oleh karena itu, melalui proposal ini diharapkan pemerintah dapat membentuk sebuah Dewan Perang Siber.

    Faktor lainnya mengapa Wall Street menginginkan Dewan Perang Siber segera terbentuk adalah dampak yang dihasilkan dari tidak adanya proteksi keamanan oleh pemerintah bisa berdampak sistemik. Berdasarkan dokumen yang tertulis tanggal 27 Juni 2014 itu, Sifma mengatakan bahwa ketiadaan proteksi pemerintah terhadap keamanan siber di dunia perbankan dapat berakibat tereksposnya data-data finansial, nasabah dan kehilangan informasi yang berdampak secara signifikan pada bidang perekonomian. Walaupun demikian, Juru Bicara Sifma Liz Pearce enggan berkomentar terhadap isi dokumen tersebut. Ia mengatakan, Kita sedang berjuang sekeras mungkin untuk menolong dan mempersiapkan industri di AS dari kejahatan siber. Begitu juga Caitlin Hayden, Juru Bicara dari White House National Security Council enggan berkomentar terhadap isi proposal tersebut.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Nokia Mulai Menjual Flagship Lumia 930 dan dual-SIM Lumia 630 diatas dikutip dari Internet secara gamblang.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page