Xiaomi tak mau mengungkapkan statistik penjualan mereka

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Jan 8, 2016.

Discuss Xiaomi tak mau mengungkapkan statistik penjualan mereka in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,756
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Xiaomi acapkali rajin memamerkan statistik raihan mereka. Startup pembuat smartphone ini biasanya bersemangat saat melaporkan keberhasilan mereka menjual ribuan / puluhan ribu smartphone hanya dalam kurun waktu beberapa menit selama ajang online flash sale. Dan sesaat setelah pergantian tahun, perusahaan ini akbiasanya membeberkan angka penjualan smartphone mereka di tahun sebelumnya.

    Namun kini Xiaomi tidak lagi seperti itu.

    Tahun ini, untuk pertama kalinya sejak Xiaomi meluncurkan smartphone di penghujung tahun 2011, mereka tak lagi bersedia membicarakan soal statistik penjualan. Angka penjualan mereka selama tahun 2015 hingga kini tak diungkap ke publik & tak ada kicauan resmi mengenai hal ini dari CEO Lei Jun di media sosialnya.

    Saat ini tak ada angka penjualan yg perlu dipublikasikan, ucap juru bicara Xiaomi belum lama ini.

    Ini merupakan perubahan yg drastis.
    Baca juga: [REVIEW] Xiaomi Mi Band Pulse, Gelang untuk Memantau Aktivitas di Lapangan & di Ranjang
    Tak memenuhi target
    Hal ini disinyalir karena Xiaomi gagal memenuhi target penjualan mereka tahun lalu. Pada tahun 2014, untuk pertama kalinya Xiaomi menduduki peringkat teratas sebagai vendor smartphone di Cina, menggeser posisi Samsung. Namun tahun 2015 menjadi tahun yg lebih sulit, sebab para pesaing telah mempelajari & meniru kesuksesan mereka dalam menjual smartphone pada kisaran harga $100 dolar (sekitar 1,39 juta) hingga $400 (sekitar Rp5,5 juta).

    Founder sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, pada bulan Februari tahun 2014 lalu mengatakan bahwa ia menargetkan penjualan 100 juta smartphone di tahun 2015. Pada Maret tahun 2015, ia merevisi angka tersebut menjadi 80 juta smartphone.
    [​IMG]Kerja sama Xiaomi dengan Ninebot & Intel

    Kemudian Lei Jun kembali mengubah pernyataannya beberapa minggu lalu.

    Xiaomi tak lagi menekankan pada penjualan smartphone, ujarnya saat wawancara pada perhelatan World Internet Conference 17 Desember lalu. Saya ingin menghapus KPI (key performance indicator) tradisional, tambahnya.

    Jika Xiaomi gagal mencapai target 80 juta penjualan, mungkin angka yg meleset tidak terlalu banyak. Mereka berhasil menjual 34,7 juta smartphone pada semester pertama tahun 2015.

    Berikut data penjualan Xiaomi yg mereka publikasikan:

    [​IMG]
    Kutukan angka
    Melesetnya prediksi tahunan Xiaomi bisa jadi dikarenakan penjualan smartphone mereka berjalan stagnan. Atau mungkin juga dikarenakan meningkatnya kehadiran jajaran produk mereka yg lainbeberapa diantaranya adalah gadget & peranti smart home dengan keuntungan yg tak sebanding dengan smartphone.

    Meski begitu, Xiaomi sangat bergantung pada penjualan smartphone saat mereka memasuki pasar internasional. Melambatnya penjualan Xiaomi bisa juga diakibatkan oleh kurang gencarnya ekspansi global mereka. Selama tahun 2015, perusahaan ini hanya memasuki satu pasar baru, yaitu Brazil. Selain Cina & Hong Kong, smartphone mereka baru tersedia di tujuh negara saja.

    Teori lainnya, setelah beberapa tahun berada pada fase pertumbuhan super pesat (hyper growth), Xiaomi perlu berada pada fase pertumbuhan yg berkelanjutan tanpa terus membebani keuangan perusahaan (sustainable growth). Lei Jun telah memprediksi hal ini pada bulan Oktober lalu saat diwawancarai oleh The Wall Street Journal.
    [​IMG]Generasi kedua dari Mi Band, wearable fitness Xiaomi

    Langkah pertama yg perlu kami ambil adalah mengontrol ekspektasi berlebih terhadap Xiaomi, baik secara eksternal maupun secara internal. Kami pernah mengalami pertumbuhan hingga berkali-lipat dalam setahun. Namun ekonomi global sulit diprediksi, & kami tumbuh 33 persen pada semester awal tahun ini. Orang-orang mengatakan bahwa pertumbuhan kami kurang pesat. Itu pernyataan konyol. Kami tetaplah startup yg baru berusia lima tahun. Ekspektasi seperti ini membebani kami, ujar Lei Jun.

    Oleh karena itu, keengganan Xiaomi dalam mengungkap angka penjualan pada tahun 2015 mungkin menjadi pertanda bahwa mereka mulai mematangkan & mengatur ulang metriknya.
    Huawei mengambil alih posisi puncak
    Tahun 2015, para pesaing Xiaomi yg telah lebih dulu berdiri akhirnya mampu mengejar ketinggalan. Ini terjadi setelah kompetitor menyadari mereka perlu membuat smartphone dengan harga yg terjangkau. Huawei salah satu yg sangat intens menantang Xiaomi. Data dari Canalys yg dirilis beberapa bulan lalu menunjukkan bahwa, pada periode bulan Juli hingga September 2015, Huawei menjual paling banyak smartphone di Cina, sekaligus mengambil alih posisi puncak yg ditempati Xiaomi.

    Apple juga meraih angka penjualan yg luar biasa sejak iPhone 6 resmi dirilis di negeri tirai bambu tersebut. Meskipun tidak adil membandingkan smartphone yg dibanderol mulai dari $815 (sekitar Rp11,3 juta) berhadapan langsung dengan Xiaomi, yg bahkan model paling larisnya hanya seharga $150 (sekitar Rp2 juta).

    Jika Huawei menjadi raja smartphone di Cina tahun 2015, maka kepemimpinan Xiaomi hanya seumur jagung.

    (Diterjemahkan oleh Faisal Bosnia & diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page