Loncat ke Konten

Logo
 
  • Log in dengan Facebook Log in dengan Twitter Log In with Google Sign In
  • Daftar
  • Tablet

QR Code

Benda-Benda Gaib dan Senjata Asli Indonesia


This topic has been archived. This means that you cannot reply to this topic.
15 balasan ditopik ini

#1
Janggawareng

Janggawareng

    N3 Addict

ID
   77579
Joined
19 Sep 2010
Group
Super Moderator
Posts
1726 posts
   Awards

Hi sahabat N3,

Pasti pernah dengerkan benda-benda gaib atau benda asli Indonesia Contoh: Kujang, Keris .dll
Pada Sub Forum Supranatural dan Mitos ini kalian bisa share tentang Benda-Benda Gaib atau Senjata Asli Indonesia yang harus kita jaga kelestariannya.

Silahkan share benda-benda gaib atau Senjata asli indonesia, yang pernah kalian dengar dan saksikan sendiri, ataupun cerita dari saksi mata warga sekitar.

Dengan format sebagai berikut:

Quote

Nama Benda/Senjata:
Asal Daerah:
Deskripsi:


Rules Pada Topik Ini:
  • Peraturan Utama N3 bisa dilihat di:

    Please Login or Register to see this Hidden Content


  • Pastinya No Junk "Mantap kaka/ih Serem/Jadi Takut Nih .dll" Biasakan memberikan posting yang bermanfaat
  • No SARA/Flaming
  • Minimal 4 Baris untuk Posting pada thread ini.
  • Jangan melupakan kredit, jika diambil dari sumber web/blog/forum diluar n3.

Diubah Oleh Janggawareng, 19 December 2012 - 09:00 PM.


Mau aman dan mudah bertransaksi ONLINE? Gunakan selalu Jasa Rekening Bersama Netheroez di Nyit-Nyit.Net. Klik disini!

Mau beli cheat ? Takut kena tipu ? Gunakan jasa Middleman. Apa itu Middleman ? Klik disini!

#2
maNth-3

maNth-3
ID
   75949
Joined
18 Sep 2010
Group
Level II
Posts
115 posts
      Awards

Keris

Gambar Terposting

Keris tersebar pada masyarakat penghuni wilayah yang pernah terpengaruh oleh Majapahit, seperti Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, pesisir Kalimantan, sebagian Sulawesi, Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, dan Filipina Selatan (Mindanao).

Keris adalah senjata tikam khas Indonesia. Berdasarkan dokumen-dokumen purbakala, keris dalam bentuk awal telah digunakan sejak abad ke-9. Kuat kemungkinannya bahwa keris telah digunakan sebelum masa tersebut. Menteri Kebudyaan Indonesia, Jero Wacik telah membawa keris ke UNESCO dan meminta jaminan bahwa ini adalah warisan budaya Indonesia.
Keris memiliki berbagai macam bentuk, misalnya ada yang bilahnya berkelok-kelok (selalu berbilang ganjil) dan ada pula yang berbilah lurus. Orang Jawa menganggap perbedaan bentuk ini memiliki efek esoteri yang berbeda.
Selain digunakan sebagai senjata, keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes.
Tata cara penggunaan keris berbeda-beda di masing-masing daerah. Di daerah Jawa dan Sunda misalnya, keris ditempatkan di pinggang bagian belakang pada masa damai tetapi ditempatkan di depan pada masa perang. Sementara itu, di Sumatra, Kalimantan, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan di depan.

Keris Legendaris
  • Keris Mpu Gandring
  • Keris Pusaka Setan Kober
  • Keris Kyai Sengkelat
  • Keris Pusaka Nagasasra Sabuk Inten
  • Keris Kyai Carubuk
  • Keris Kyai Condong Campur
  • Keris Taming Sari
  • Keris Si Ginje

Please Login or Register to see this Hidden Content


Diubah Oleh U-Jang, 21 April 2012 - 10:06 PM.


#3
maNth-3

maNth-3
ID
   75949
Joined
18 Sep 2010
Group
Level II
Posts
115 posts
      Awards

Kujang (Jawa Barat)

Gambar Terposting

Dalam Wacana dan Khasanah Kebudayaan Nusantara, Kujang diakui sebagai senjata tradisional masyarakat Jawa Barat (Sunda) dan Kujang dikenal sebagai senjata yang memiliki nilai sakral serta mempunyai kekuatan magis. Beberapa peneliti menyatakan bahwa istilah Kujang berasal dari kata Kudihyang dengan akar kata Kudi dan Hyang.

Kudi diambil dari bahasa Sunda Kuno yang artinya senjata yang mempunyai kekuatan gaib sakti, sebagai jimat, sebagai penolak bala, misalnya untuk menghalau musuh atau menghindari bahaya/penyakit. Senjata ini juga disimpan sebagai pusaka, yang digunakan untuk melindungi rumah dari bahaya dengan meletakkannya di dalam sebuah peti atau tempat tertentu di dalam rumah atau dengan meletakkannya di atas tempat tidur (Hazeu, 1904 : 405-406)

Sedangkan Hyang dapat disejajarkan dengan pengertian Dewa dalam beberapa mitologi, namun bagi masyarakat Sunda Hyang mempunyai arti dan kedudukan di atas Dewa, hal ini tercermin di dalam ajaran “Dasa Prebakti” yang tercermin dalam naskah Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian disebutkan “Dewa bakti di Hyang”.

Secara umum, Kujang mempunyai pengertian sebagai pusaka yang mempunyai kekuatan tertentu yang berasal dari para dewa (=Hyang), dan sebagai sebuah senjata, sejak dahulu hingga saat ini Kujang menempati satu posisi yang sangat khusus di kalangan masyarakat Jawa Barat (Sunda). Sebagai lambang atau simbol dengan niali-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, Kujang dipakai sebagai salah satu estetika dalam beberapa lambang organisasi serta pemerintahan. Disamping itu, Kujang pun dipakai pula sebagai sebuah nama dari berbagai organisasi, kesatuan dan tentunya dipakai pula oleh Pemda Propinsi Jawa Barat.

Di masa lalu Kujang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Sunda karena fungsinya sebagai peralatan pertanian. Pernyataan ini tertera dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian (1518 M) maupun tradisi lisan yang berkembang di beberapa daerah diantaranya di daerah Rancah, Ciamis. Bukti yang memperkuat pernyataan bahwa kujang sebagai peralatan berladang masih dapat kita saksikan hingga saat ini pada masyarakat Baduy, Banten dan Pancer Pangawinan di Sukabumi.

Dengan perkembangan kemajuan, teknologi, budaya, sosial dan ekonomi masyarakat Sunda, Kujang pun mengalami perkembangan dan pergeseran bentuk, fungsi dan makna. Dari sebuah peralatan pertanian, kujang berkembang menjadi sebuah benda yang memiliki karakter tersendiri dan cenderung menjadi senjata yang bernilai simbolik dan sakral. Wujud baru kujang tersebut seperti yang kita kenal saat ini diperkirakan lahir antara abad 9 sampai abad 12.

Spoiler Kujang Pamor


Gambar Terposting

Gambar Terposting

Gambar Terposting

Gambar Terposting




sumber: Dadan Hamdani@KasKus

Diubah Oleh U-Jang, 21 April 2012 - 10:06 PM.


#4
Janggawareng

Janggawareng

    N3 Addict

ID
   77579
Joined
19 Sep 2010
Group
Super Moderator
Posts
1726 posts
   Awards

Mandau (Dayak Kalimantan)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gambar Terposting

Gambar TerpostingMandau adalah senjata tajam sejenis parang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan. Mandau termasuk salah satu senjata tradisional Indonesia. Berbeda dengan arang, mandau memiliki ukiran - ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering juga dijumpai tambahan lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah mandau.

Kumpang
Kumpang adalah sarung bilah mandau. Kumpang terbuat dari kayu, dilapisi tanduk rusa, dan lazimnya dihias dengan ukiran. Pada kumpang mandau diberi tempuser undang, yaitu ikatan yang terbuat dari anyaman uei (rotan). Selain itu pada kumpang terikat pula semacam kantong yang terbuat dari kulit kayu berisi pisau penyerut dan kayu gading yang diyakini dapat menolak binatang buas. Mandau yang tersarungkan dalam kumpang biasanya diikatkan di pinggang dengan jalinan rotan.

Ambang
Ambang adalah sebutan bagi mandau yang terbuat dari besi biasa. Sering dijadikan cinderamata. Orang awam atau orang yang tidak terbiasa melihat atau pun memegang mandau akan sulit untuk membedakan antara mandau dengan ambang karena jika dilihat secara kasat mata memang keduanya hampir sama. Tetapi, keduanya sangatlah berbeda. Namun jika kita melihatnya dengan lebih detail maka akan terlihat perbedaan yang sangat mencolok, yaitu pada mandau terdapat ukiran atau bertatahkan emas, tembaga, atau perak dan mandau lebih kuat serta lentur, karena mandau terbuat dari batu gunung yang mengandung besi dan diolah oleh seorang ahli. Sedangkan ambang hanya terbuat dari besi biasa.

Bahan Baku dan Harga
Menurut literatur di Museum Balanga, Palangkaraya, bahan baku mandau adalah besi (sanaman) mantikei yang terdapat di hulu Sungai Matikei, Desa Tumbang Atei, Sanaman Matikei, Katingan. Besi ini bersifat lentur sehingga mudah dibengkokan. Mandau asli harganya dimulai dari Rp. 1 juta rupiah. Mandau asli yang berusia tua dan memiliki besi yang kuat bisa mencapai harga Rp. 20 juta rupiah per bilah. Bahan baku pembuatan mandau biasa dapat juga menggunakan besi per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan dan besi batang lain. Piranti kerja yang digunakan terutama adalah palu, betel, dan sebasang besi runcing guna melubangi mandau untuk hiasan. Juga digunakan penghembus udara bertenaga listrik untuk membarakan nyala limbah kayu ulin yang dipakainya untuk memanasi besi. Kayu ulin dipilih karena mampu menghasilkan panas lebih tinggi dibandingkan kayu lainnya.

Mandau untuk cideramata biasanya bergagang kayu, harganya berkisar Rp. 50.000 hingga Rp. 300.000 tergantung dari besi yang digunakan. Mandau asli mempunyai penyang, penyang adalah kumpulan-kumpulan ilmu suku dayak yang didapat dari hasil bertapa atau petunjuk lelulur yang digunakan untuk berperang. Penyang akan membuat orang yang memegang mandau sakti, kuat dan kebal dalam menghadapi musuh. mandau dan penyang adalah merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan turun temurun dari leluhur.

Diubah Oleh U-Jang, 21 April 2012 - 10:07 PM.


#5
Janggawareng

Janggawareng

    N3 Addict

ID
   77579
Joined
19 Sep 2010
Group
Super Moderator
Posts
1726 posts
   Awards

Rencong (Aceh - Sumatera)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Gambar Terposting

Rencong (Bahasa Aceh: reuncong) adalah senjata tajam belati tradisional Aceh, di pulau Sumatera Indonesia bentuknya menyerupai huruf "L". Rencong termasuk dalam kategori belati yang berbeda dengan pisau atau pedang.

Bentuk dan Pemakaian
Rencong memiliki kemiripan rupa dengan keris. Panjang mata pisau rencong dapat bervariasi dari 10 cm sampai 50 cm. Matau pisau tersebut dapat berlengkung seperti keris, namun dalam banyak rencong, dapat juga lurus seperti pedang. Rencong dimasukkan ke dalam sarung belati yang terbuat dari kayu, gading, tanduk, atau kadang-kadang logam perak atau emas. Dalam pembawaan, rencong diselipkan di antara sabuk di depan perut pemakai.

Dalam Adat Aceh
Rencong memiliki tingkatan; untuk raja atau sultan biasanya sarungnya terbuat dari gading dan mata pisaunya dari emas dan berukirkan sekutip ayat suci dari Alquran agama [Salah Satu Agama Di Indonesia]. Sedangkan rencong-rencong lainnya biasanya terbuat dari tanduk kerbau ataupun kayu sebagai sarungnya, dan kuningan atau besi putih sebagai belatinya.

Seperti kepercayaan keris dalam masyarakat Jawa, masyarakat tradisional Aceh menghubungkan kekuatan mistik dengan senjata rencong. Rencong masih digunakan dan dipakai sebagai atribut busana dalam upacara tradisional Aceh. Masyarakat Aceh mempercayai bahwa bentuk dari rencong mewakili simbol dari basmalah dari kepercayaan agama [Salah Satu Agama Di Indonesia].

Rencong begitu populer di masyarakat Aceh sehingga Aceh juga dikenal dengan sebutan "Tanah Rencong".

Diubah Oleh U-Jang, 21 April 2012 - 10:07 PM.


#6
Janggawareng

Janggawareng

    N3 Addict

ID
   77579
Joined
19 Sep 2010
Group
Super Moderator
Posts
1726 posts
   Awards

Piso Gaja Dompak (Sumatera Utara)
Diambil dari tanobatak wordpress

Gambar Terposting

Piso, artinya pisau. Runcing dan tajam, mengarit dan memotong. Dalam intonasi berbeda, piso dapat juga disebutkan untuk wajah yang agak runcing, mata yang tajam.
Runcing, dalam pengertian benda adalah yang dengan mudah dan handal untuk melakukan penetrasi kepada objek yang disasarnya. Dalam bahasa batak disebut “rantos”
Rantosna, adalah ketajamannya. Dalam pengertian kecerdasan berpikir, kecerdasan intelektual hingga geniusitas seseorang diartikan sebagai ketajaman melihat sesuatu permasalahan, peluang dan kecerdasan mengambi kesimpulan dan tindakan.


Pemimpin Batak diharapkan memiliki kecerdasan intelektual untuk handal melakukan tindakan bermanfaat untuk semua kalangan.

Dalam berstruktur, kecerdasan berpikir individu dapat dihimpun dengan kesepakatan akhir. Kesepakatan yang menjadi keputusan itu disebut “tampakna”.


“Marnatampak” artinya duduk bersama, bermusyawarah. Hasil keputusan bersama ini disimpulkan menjadi output ketajaman pikiran, kecerdasan itelektual mereka. Hasil keputusan ini diandalkan mampu melakukan penetrasi saat operasional. Inilah yang disebut “tampakna do rantosna, rim ni tahi do gogona”.
Hasil kesepakatan adalah keputusan intelektual yang handal dan dengan bersama-sama menjadi kekuatan operasionalnya.


Gaja Dompak adalah sebutan untuk bentuk ukiran yang berpenampang gajah. Ruma dan Sopo di Toba masih ditemukan memakai singa-singa dengan ukiran Gaja Dompak. Ukiran para tangkai Piso Solam Debata mungkin saja berbentuk gajah sehingga disebut Gaja Dompak. Konon Sisingamangaraja I Raja Manghuntal disebut menerima amanah harajaon dari Raja Uti. Sisingamangaraja dianugerahi seekor gajah putih dan piso berukir Gaja Dompak yang kemudian dikenal Piso Solam Debata.

Bila ada pemikiran lain bahwa Piso gaja Dompak berbeda dengan Piso Silam Debata sehingga dalam pengertiannya ada dua piso pusaka itu, kiranya dapat terbukti. Saya hanya mampu menjelaskan pemaknaan piso Solam Debata dan pengertian saya yang terbatas dengan Gaja Dompak.

Piso Halasan dan Piso Solam Debata adalah lambang kebesaran pemimpin batak.Mereka yang memiliki kecerdasan intelektual menegakkan keadilan dan memberikan kehidupan yang damai dan sejahtera kepada umat manusia dan senantiasa bertanggungjawab kepada Tuhan Yang maha Esa. Anda mungkin sudah mengetahui dari kajian akademis tentang EQ, IQ dan SQ, namun leluhur batak sudah mengimplementasikannya dalam “hadirion” kepribadian seorang pemimpin dan masyarakat.


Quote

Bila ada berkeinginan memberikan lambang kebesaran itu kepada pemimpin negeri maka berilah mereka pemahaman akan pengertian lambang itu sehingga mereka tidak menjadi koruptor dan getol mempermainkan hukum. Bila itu tidak terpenuhi, maka pemberian itu merupakan kesalahan prosedur dan pemahaman makna dan nilai budaya batak. Itu memplesetkan lambang kebesaran batak itu.

Bila ada berkeinginan menjual pusaka seperti ini yang dulunya lambang kebesaran leluhur penegak keadilan dan peradaban, mungkin dia menilai leluhurnya itu orang sesat. Dia menganggap pisau itu magis, menggorok orang, diberi sesajen darah manusia. Maka saya katakan justru anggapan itulah yang sesat. Mereka mungkin dipengaruhi virus pikiran dari orang yang tidak ingin kebesaran peradaban batak muncul ke permukaan. Atau mungkin terpengaruh strategi para pedagang barang antik sehingga dengan mudah dapat mendapatkan barang pusaka kebesaran pribadi pemimpin batak itu.

Diubah Oleh U-Jang, 21 April 2012 - 10:07 PM.


#7
Janggawareng

Janggawareng

    N3 Addict

ID
   77579
Joined
19 Sep 2010
Group
Super Moderator
Posts
1726 posts
   Awards

Karih (Sumatera Barat)
Diambil dari west-sumatra.com

Gambar Terposting


Karih (Keris) adalah Senjata tradisional Sumatera Barat.
Bentuknya seperti keris tapi tidak berlekuk.
Karih biasanya dipakai oleh kaum laki-laki dan diletakkan di sebelah depan pinggang,
saat sekarang penggunaannya hanya dipakai bagi mempelai pria sebagai pelengkap pakaian adat pria.

Diubah Oleh U-Jang, 21 April 2012 - 10:08 PM.


#8
opan_ja

opan_ja
ID
   78724
Joined
20 Sep 2010
Group
Level I
Posts
136 posts

Golok Betok ( Betawi )

Gambar Terposting

Bangsa indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang dihasilkan dari berbagai macam etnis yang ada. Bila dibandingkan dengan negara lain indonesia jauh lebih unik. Salah satu keunikannya adalah, setiap suku bangsa di indonesia memiliki senjata khas masing masing. Orang jawa dengan keris, orang sunda dengan kujang, sedangkan dari etnis betawi terkenal dengan golok.

Dahulunya golok dipakai oleh

Please Login or Register to see this Hidden Content

sebagai senjata. Salah satu golok yang terkenal adalah Golok Betok yang kini diperkirakan berusia lebih kurang 800 tahun. Yang kini menjadi senjata pusaka yang masih tersimpan rapi oleh seorang kolektor senjata tradisional. Menururutnya Golok Betok sebagai sebuah senjata pusaka keberadaannya merupakan asal muasal senjata dalam sejarah nusantara. Bahkan, sebelum adanya keris dan kujang karena Golok Betok sudah ada konsepnya lebih dahulu.


Jikalau dilihat dari bentuknya Golok Betok tak jauh beda dengan golok golok umumnya. Hanya saja golok ini terihat gemuk dan sedikit lebih pendek/bantet. Golok ini terbuat dari baja hitam dengan gagang kayu hitam juga. Mungkin juga bentuknya seperti ikan betok

Diubah Oleh U-Jang, 23 April 2012 - 04:43 PM.


#9
Janggawareng

Janggawareng

    N3 Addict

ID
   77579
Joined
19 Sep 2010
Group
Super Moderator
Posts
1726 posts
   Awards

Lihat Postalumb, pada 08 May 2012 - 02:13 PM, memposting:

menarik banget ya.tapi klo kita pengen tau kalo ini benda gaib apa bukan gimana caranya?

!
Delete Post
Peringatan Untuk Bro
Cek PM
Thanks


#10
xfilez

xfilez
ID
   92173
Joined
18 Jan 2012
Group
Level I
Posts
162 posts

Mandau

Gambar Terposting

Kalimantan adalah salah satu dari 5 pulau besar yang ada di Indonesia. Sebenarnya pulau ini tidak hanya merupakan “daerah asal” orang Dayak semata karena di sana ada orang Banjar (Kalimantan Selatan) dan orang Melayu. Di kalangan orang Dayak sendiri, satu dengan lainnya menumbuh-kembangkan kebudayaan tersendiri. Namun demikian, satu dengan lainnya mengenal atau memiliki senjata khas Dayak yang disebut sebagai mandau. Dalam kehidupan sehari-hari senjata ini tidak lepas dari pemiliknya. Artinya, kemanapun sang pemilik pergi mandau akan selalu dibawa karena berfungsi sebagai simbol kehormatan atau jati diri.
Zaman dahulu mandau dianggap memiliki unsur magis dan hanya digunakan dalam acara ritual tertentu seperti perang, pengayauan, perlengkapan tarian adat, dan perlengkapan upacara.
Mandau dipercayai memiliki tingkat-tingkat keampuhan atau kesaktian. Kekuatan saktinya itu tidak hanya diperoleh dari proses pembuatannya yang melalui ritual-ritual tertentu, tetapi juga dalam tradisi pengayauan (pemenggalan kepala lawan). Ketika itu (sebelum abad ke-20) semakin banyak orang yang berhasil di-kayau, maka mandau yang digunakannya semakin sakti. Biasanya sebagian rambutnya digunakan untuk menghias gagang mandau. Mereka percaya bahwa orang yang mati karena di-kayau, rohnya akan mendiami mandau tersebut sehingga menjadi sakti. Namun, saat ini fungsi mandau sudah berubah, yaitu sebagai benda seni dan budaya, cinderamata, barang koleksi serta senjata untuk berburu, memangkas semak belukar dan bertani.
Struktur Mandau
1. Bilah Mandau
Bilah mandau terbuat dari lempengan besi yang ditempa berbentuk pipih-panjang seperti parang dan berujung runcing (menyerupai paruh yang bagian atasnya berlekuk datar). Salah satu sisi mata bilahnya diasah tajam, sedangkan sisi lainnya dibiarkan sedikit tebal dan tumpul. Ada beberapa jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat mandau, yaitu besi montallat, besi matikei, dan besi baja yang diambil dari per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan, dan lain sebagainya. Konon, mandau yang paling baik mutunya adalah yang dibuat dari batu gunung yang dilebur khusus sehingga besinya sangat kuat dan tajam serta hiasannya diberi sentuhan emas, perak, atau tembaga. Mandau jenis ini hanya dibuat oleh orang-orang tertentu.
Pembuatan bilah mandau diawali dengan membuat bara api di dalam sebuah tungku untuk memuaikan besi. Kayu yang digunakan untuk membuat bara api adalah kayu ulin karena dapat menghasilkan panas yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. Setelah kayu menjadi bara, maka besi yang akan dijadikan bilah mandau ditaruh diatas bara tersebut agar memuai. Kemudian, ditempa menggunakan palu.
Penempaan dilakukan secara berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk bilah mandau yang diinginkan. Setelah bilah terbentuk, tahap selanjutnya adalah membuat hiasan berupa lekukan dan gerigi pada mata mandau serta lubang-lubang pada bilah mandau. Konon, banyaknya lubang pada sebuah mandau mewakili banyaknya korban yang pernah kena tebas mandau tersebut. Cara membuat hiasan sama dengan cara membuat bilah mandau, yaitu memuaikan dan menempanya dengan palu berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk yang diinginkan. Setelah itu, barulah bilah mandau dihaluskan dengan menggunakan gerinda.
2. Gagang (Hulu Mandau)
Gagang (hulu mandau) terbuat dari tanduk rusa yang diukir menyerupai kepala burung. Seluruh permukaan gagangnya diukir dengan berbagai motif seperti kepala naga, paruh burung, pilin, dan kait. Pada ujung gagang ada pula yang diberi hiasan berupa bulu binatang atau rambut manusia. Bentuk dan ukiran pada gagang mandau ini dapat membedakan tempat asal mandau dibuat, suku, serta status sosial pemiliknya.
3. Sarung Mandau
Sarung mandau (kumpang) biasanya terbuat dari lempengan kayu tipis. Bagian atas dilapisi tulang berbentuk gelang. Bagian tengah dan bawah dililit dengan anyaman rotan sebagai penguat apitan. Sebagai hiasan, biasanya ditempatkan bulu burung baliang, burung tanyaku, manik-manik dan terkadang juga diselipkan jimat. Selain itu, mandau juga dilengkapi dengan sebilah pisau kecil bersarung kulit yang diikat menempel pada sisi sarung dan tali pinggang dari anyaman rotan.
Nilai Budaya
Pembuatan mandau, jika dicermati secara seksama mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai itu antara lain keindahan (seni), ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Nilai keindahan tercermin dari bentuk-bentuk mandau yang dibuat sedemikian rupa, sehingga memancarkan keindahan. Sedangkan, nilai ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah mandau yang indah.
Talawang

Gambar Terposting
Talawang adalah alat yang digunakan oleh suku Dayak untuk  pertahanan diri atau pelindung diri dari serangan musuh.
Talawang dibuat dari bahan kayu yang ringan tetapi kuat. Bentuknya segi enam memanjang dengan ukuran panjang kurang lebih 1 meter dan lebarnya kurang lebih 0,5 meter dengan perkiraan dapat menutupi dada manusia guna menangkis mandau atau tombak musuh apabila terjadi perkelahian dalam perang. Keseluruhan bidang depan talawang biasanya diukir bentuk topeng (hudo), lidah api, dan pilin ganda.
Selain sebagai pelengkap alat pertahanan diri, talawang juga digunakan sebagai pelengkap dalam tari-tarian.







Sumber:

Please Login or Register to see this Hidden Content


Diubah Oleh xfilez, 16 May 2012 - 09:02 PM.


#11
iRin

iRin
ID
   92796
Joined
05 Feb 2012
Group
Level II
Posts
329 posts
   Awards

Sejarah Badik, Senjata Khas Sulawesi Selatan
sumber: kaskus.us


Sejarah Badik, Senjata Khas Sulawesi Selatan



EWAKO !!!
adalah sebuah kata yang akrab di telinga masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Bugis-Makassar....

Menurut Kamus Populer Inggris-Makassar Indonesia-Makassar, kata rewako merupakan terjemahan dari kata ‘berani’ dalam bahasa Indonesia, dan ‘brave’ dalam bahasa Inggris. Keberanian masyarakat Bugis-Makassar tergambar dalam semboyan pelaut Bugis-Makassar, yang juga menjadi petuah (pappasang) Bapak Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo: Takunjunga bangunturu’ Takugunciri gulingku Kualleanna Tallanga Natoalia. Artinya: Tidak begitu saja aku ikut angin buritan. Aku akan putar kemudiku. Lebih baik aku tenggelam daripada balik haluan.

Mungkin kata-kata EWAKO ini memang cocok dengan senjata khas Sulawesi Selatan yang akan kita bahas yaitu "BADIK"

Badik atau badek adalah pisau dengan bentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat Bugis dan Makassar. Badik bersisi tajam tunggal atau ganda. Seperti keris, bentuknya asimetris dan bilahnya kerap kali dihiasi dengan pamor. Namun demikian, berbeda dari keris, badik tidak pernah memiliki ganja (penyangga bilah).

Badik ini merupakan senjata khas tradisonal Makassar, Bugis dan Mandar yang berada dikepulauan Sulawesi. Ukurannya yang pendek dan mudah dibawa kemana mana, tapi jangan salah lho kalau badik ini sudah keluar dari sarungnya pantang untuk dimasukkan sebelum meminum darah.

Maka biasanya senjata adat yang bernama Badik ini dahulu sering dipakai oleh kalangan petani untuk melindungi dirinya dari binatang melata dan atau membunuh hewan hutan yang mengganggu tanamannya. Selain itu karena orang bugis gemar merantau maka penyematan badik dipinggangnya membuat dia merasa terlindungi.

Badik memiliki bentuk dan sebutan yang berbeda-beda tergantung dari daerah mana ia berasal. Di Makassar badik dikenal dengan nama badik sari yang memiliki kale (bilah) yang pipih, batang (perut) buncit dan tajam serta cappa dan banong (sarung badik). Sementara itu badik Bugis disebut kawali, seperti kawali raja (Bone) dan kawali rangkong (Luwu). Kawali Bone terdiri dari bessi (bilah) yang pipih, bagian ujung agak melebar serta runcing. Sedangkan kawali Luwu terdiri dari bessi yang pipih dan berbentuk lurus. Kawali memiliki bagian bagian: Pangulu (ulu), bessi (bilah) dan wanoa (sarung)



Umumnya badik digunakan untuk membela diri dalam mempertahankan harga diri seseorang atau keluarga. Hal ini didasarkan pada budaya siri' dengan makna untuk mempertahankan martabat suatu keluarga. Konsep siri' ini sudah menyatu dalam tingkah laku, sistem sosial budaya dan cara berpikir masyarakat Bugis, Makassar dan Mandar di Sulawesi Selatan. Selain dari pada itu ada pula badik yang berfungsi sebagai benda pusaka, seperti badik saroso yang memiliki nilai sejarah. Ada pula sebagian orang yang meyakini bahwa badik berguna sebagai azimat yang berpengaruh pada nilai baik dan buruk seseorang.


Macam-macam Badik

1. Badik Raja (gecong raja, bontoala)

Gambar Terposting

Gambar 1. Badik Raja (gecong raja, bontoala)

badik yang asalnya dari daerah kajuara kabupaten bone , dalam pembuatan badik ini,, orang2 disekitar kajuara sana masih percaya jika badik raja dibuat oleh makhluk halus, ketika malam, terdengar suara palu bertalu-talu dalam lanraseng gaib sampai paginya masyarakat sana menemukan jadilah sebuah badik raja,, badik ini bilahnya aga” besar ukurannya 20-25 cm, menurut bang ray divo, Ciri-ciri badik raja hampir mirip dengan badik lampobattang, bentuk bilahnya agak membungkuk, dari hulu agak kecil kemudian melebar kemudian meruncing. Pada umumnya mempunyai pamor timpalaja atau mallasoancale di dekat hulunya. Bahan besi dan bajanya berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang menonjol dipermukaan, kalau kecil disebut uleng-puleng kalau besar disebut batu-lappa dan kalau menyebar di seluruh permukaan seperti pasir disebut bunga pejje atau busa-uwae. Badik raja di masa lalu hanya digunakan oleh arung atau dikalangan bangsawan-bangsawan dikerajaan Bone.


2. Badik Lagecong
Gambar Terposting


Gambar 2. Badik Lagecong

Badik lagecong,, Badik bugis satu ini dikenal sebagai badik perang, banyak orang mencarinya karna sangat begitu terkenal dengan mosonya (racunnya), banyak orang percaya bahwa semua alat perang akan tunduk pada badik gecong tersebut,,

ada dua versi , yang pertama ,Gecong di ambil nama dari nama sang pandre (empu) yang bernama la gecong, yang kedua diambil dari bahasa bugis gecong atau geco”, yang bisa diartikan sekali geco” (sentuh) langsung mati,,

sampai saat ini banyak yang percaya kalau gecong yang asli adalah gecong yang terbuat dari daun nipah serta terapung di air dan melawan arus,, wallahu alam,, panjang gecong biasanya sejengkalan orang dewasa, pamor lonjo,, bentuknya lebih pipih,tipis tapi kuat.


3. Badik Luwu
Gambar Terposting


Gambar 3. Badik Luwu

Badik luwu yang berasal dari kabupaten luwu, bentuknya agak sedikit membungkuk, mabbukku tedong (bungkuk kerbau), bilahnya lurus dan meruncing kedepan, badik bugis kadang diberikan pamor yang sangat indah, hingga kadang menjadi buruan para kolektor. di bajanya terdapat rakkapeng atau sepuhan pada baja yang konon disepuh dengan bibir dan “maaf” alat kelamin gadis perawan sehingga konon tidak ada orang yang kebal dengan badik luwu ini.


4. Badik Lompo Battang (badik siperut besar/jantung pisang)

Gambar Terposting

Gambar 4. Badik Lompo Battang

Badik lompo battang atau sari,, badik ini berasal dari Makassar, bentuknya seperti jantung pisang, ada jg yang bilang seperti orang hamil, makanya orang menyebutnya lompo battang (perut besar), konon katanya jika ada orang terkena badik ini, maka dia tidak akan bertahan dalam waktu 24 jam.



#1 badik yang sempurna itu bisa berdiri tanpa ada penyangganya
Dalam Logika Itu mungkin tidak masuk akal tetapi badik bisa beridiri sendiri , berjalan , dan Membunuh dengan sendirinya

#2 bagaimana cara menggenggam badik? Gagangnya kan miring ga lurus seperti pedang?

Badik biasanya dipegang dengan kedua tangan dalam posisi horizontal. Tangan kiri memegang bilah sarung, dan tangan erat menggemgam hulu badik, siap mencabut.



#3 bagaimana cara menggenggam badik? Gagangnya kan miring ga lurus seperti pedang?

Badik biasanya dipegang dengan kedua tangan dalam posisi horizontal. Tangan kiri memegang bilah sarung, dan tangan erat menggemgam hulu badik, siap mencabut.

Gambar Terposting
Gambar Terposting

#5 jadi badik itu bisa berdiri karena keseimbangannya sempurna ya.. ato karena ada unsur mistis ?

Badik bisa berdiri sendiri karena adanya unsur mistis pada sarung Badik... jadi Badik Cuma bisa berdiri dekat sarung, Kalo agak jauh gak bakalan bisa berdiri


#6 menurut ente, sejauh mana pemerintah kita peduli dengan badik ini?

Perhatian Pemerintah terhadap badik cukup bagus karena pemerintah telah :

- Menjadikan Badik sebagai Koleksi di Museum Balla' Lompoa
- Menghadiahkan kepada tamu-tamu penting yg mengunjungi Sul-sel...



penggunaan badik yg sering disalahgunakan oleh orang2 tertentu tersebut dikarenakan kurangnya ilmu atau pengetahuan tentang budaya di Makassar yg saat ini sering digunakan untuk hal-hal yang tidak senonoh, misalnya tawuran dan merampok. mereka berpendapat bahwa apabila sudah memiliki Badik. mereka bisa melakukan apa yg mereka inginkan kalau istilah dalam bhasa makassar adalah "REWA MI". padahal, sebenarnya badik itu penggunaannya hanya untuk melindungi diri dari bahaya.. misalnya serangan binatang atau pada zaman penjajahan, boleh digunakan untuk mempertahankan martabat dan wilayah RI.

Note : Ada beberapa Badik yang Dapat Membuat Penggunanya Menjadi Panas atau Berambisi Untuk membunuh dan tidak boleh dibuka sembarangan karena harus mengambil darah artinya harus di Tusuk Ke manusia yang jelas darah , jika tidak ada darah manusia gunakan darah Ayam !

Diubah Oleh RinJRz, 01 June 2012 - 07:59 PM.


#12
Workaholic

Workaholic
ID
   25733
Joined
11 Nov 2007
Group
Level II
Posts
354 posts

Alamang

Gambar Terposting  Gambar Terposting  Gambar Terposting



Alamang adalah sebuah pedang dari Indonesia. Di Sulawesi pedang ini disebut juga Sonri atau Salapu. Sonri atau Salapu adalah salah satu jenis senjata yang di sakralkan di daerah Bugis-Makassar. Bentuknya senjata ini merupakan gabungan 3 jenis senjata yaitu tappi,badik dan tombak. Filosofinya bahwa Salapu atau Alamang simbol kedaulatan,kemakmuran, dan kewibawaan suatu kerajaan. Konon dimasa lampau seorang Raja tidak akan meninggalkan kerajaannya kalau tidak membawa Salapu. Sebagai perangkat kebesaran kerajaan, tentulah salapu bersifat sangat eklusif, tidak sembarang orang boleh memilikinya bahkan para empu/panre disumpah untuk tidak membuat Salapu sekalipun duplikatnya. Ada hukum yang berlaku dimana bangsawan apalagi rakyat biasa tidak boleh meniru senjata-senjata raja/kerajaan. Salah satu contoh dalam sejarah kerajaan Bone pernah seorang panre/empu dibunuh ketika selesai membuat sebuah senjata, hal ini untuk menjaga eklusifitas senjata tersebut.

Deskripsi :
Alamang atau Salapu atau sonri memiliki pisau bermata dua yang lurus. Pedang ini biasanya terbuat dari baja biasa, tetapi juga dari baja pamor atau baja Damaskus. Bagian pegangan terbuat dari kayu atau tanduk. Bagian sarung pedang ini terbuat dari kayu ataupun rotan Panjang keseluran pedang ini beserta gagang biasanya 74cm dengan panjang sisi logam 58cm.


sumber :

Please Login or Register to see this Hidden Content


Diubah Oleh shizou, 11 June 2012 - 02:17 PM.


#13
giovani.c.t

giovani.c.t

    Belum Sekolah

ID
   132895
Joined
27 Feb 2013
Group
Level 0
Posts
3 posts


Clurit

Senjata yang satu ini tak perlu diceritakan lagi. Bentuknya mengerikan namun akrab dengan petani karena senjata ini juga bisa digunakan untuk bertani.

Gambar Terposting

Piso Gaja Dompak Sumatera Utara

Senjata ini mempunyai detail yang rumit, baik di mata pedangnya ataupun di gagangnya. Sekilas terlihat seperti parang namun berbeda
Gambar Terposting

#14
sYnD

sYnD
ID
   18175
Joined
15 Jul 2007
Group
Level II
Posts
633 posts
   Awards

ada yg kurang nih..

menurut saya ini jg buat bertani, dari jawa timur dan jawa tengah jg pake ini.. klo jawa barat saya kurang tau karena blm ada sumber...

klo ini sumber dari wiki

Celurit menjadi senjata khas

Please Login or Register to see this Hidden Content

yang biasa digunakan sebagai senjata

Please Login or Register to see this Hidden Content

. Senjata ini sudah melegenda sebagai senjata yang biasa digunakan oleh tokoh bernama Sakera. Masyarakat Madura biasanya memasukkan khodam, sejenis makhluk gaib yang menempati suatu benda, ke dalam celurit dengan cara merapalkan doa-doa sebelum carok.
Sabit juga digunakan sebagai bagian dari simbol komunisme atau sosialisme revolusioner, yaitu palu arit. Dalam simbol tersebut, sabit melambangkan kelas buruh yang bekerja di sektor pertanian.

Gambar Terposting

sumber :

Please Login or Register to see this Hidden Content



#15
ESPADAS

ESPADAS

    Win32Ramnit

ID
   88830
Joined
13 May 2011
Group
Level III
Posts
875 posts
   Awards

kakek saya punya tuh sejenis keris peninggalan kerajaan sriwijaya (masa ada keturunan sriwijaya kakek saya) katanya itu sebagai benda pusaka warisasn turun temurun dan cuman di turunin ke anak laki2 pertama atau cucu pertama nah om saya satu2nya anak laki dari kakek saya dan pas dikasih ke dia kerisnya malah balik sendiri ke lemari kakek saya :Sorry:  (kata kakek saya berati dia ditolak) nah berati itu keris turun ke saya cucuk laki2 pertama dan sampe sekarang ada dilemari saya :surprise:
mungkin nanti bisa saya foto siapa tau ada yg bisa nerawang :bow:

Diubah Oleh ESPADAS, 04 May 2013 - 08:02 PM.


#16
dono01

dono01

    Belum Sekolah

ID
   139094
Joined
08 May 2013
Group
Banned
Posts
2 posts
   Awards

Lihat PostESPADAS, pada 04 May 2013 - 08:01 PM, memposting:

kakek saya punya tuh sejenis keris peninggalan kerajaan sriwijaya (masa ada keturunan sriwijaya kakek saya) katanya itu sebagai benda pusaka warisasn turun temurun dan cuman di turunin ke anak laki2 pertama atau cucu pertama nah om saya satu2nya anak laki dari kakek saya dan pas dikasih ke dia kerisnya malah balik sendiri ke lemari kakek saya :Sorry:  (kata kakek saya berati dia ditolak) nah berati itu keris turun ke saya cucuk laki2 pertama dan sampe sekarang ada dilemari saya :surprise:
mungkin nanti bisa saya foto siapa tau ada yg bisa nerawang :bow:
Menurut saya gan, klo Tdk Mau Terjadi Hal-Hal Ghoib dan Janggal. Jauhi Benda seperti itu. Menurut ane pada waktunya nanti dilarung ke sungai/laut aja. Benda seperti itu kita Tdk Bisa tau ada kekuatan apa? Negatif kah.. Positif.


Forum Stats [ Total Posts: 1092088, Total Anggota: 131120, Total Topik: 126094, Total Reply: 965994 ]


Forum Total Members Online Now: 226 [ Details: 9 Members, 216 Guests, 1 Anonymous ]