10 Berita Startup yang Mengguncang Indonesia Tahun Ini

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Dec 28, 2015.

Discuss 10 Berita Startup yang Mengguncang Indonesia Tahun Ini in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,755
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Menjelang pergantian tahun yg akan segera tiba, suasana di Jakarta semakin lengang. Sekarang saatnya untuk kilas balik. Apa saja kabar teknologi di Indonesia yg paling menarik perhatian tahun ini? Berikut adalah kabar-kabar pilihan saya yg ditampilkan secara acak.
    Februari: Kemunculan MatahariMall dengan sokongan dana melimpah
    Tak diragukan lagi, tahun 2014 merupakan tahunnya Tokopedia yg berhasil memecahkan rekor investasi sebesar $100 juta (sekitar Rp1,4 triliun). Awal tahun 2015, giliran konglomerat Lippo Group yg mencuri perhatian. Mereka mengumumkan akan membangun e-commerce raksasa, MatahariMall.

    Pada bulan Februari, Lippo mengungkapkan rencananya untuk menaruh investasi sebesar $500 juta (sekitar Rp7 triliun) sebagai langkah awal, & berencana meluncurkan e-commece ini pada bulan Maret. Namun, peluncurannya ditunda hingga akhirnya MatahariMall resmi diluncurkan pada bulan September. Belakangan diketahui bahwa pengumuman investasi $500 juta tersebut tidak sepenuhnya benar, karena saat ini MatahariMall baru mendapatkan suntikan dana sebesar $200 juta (sekitar Rp2,8 triliun).

    MatahariMall masuk ke ranah e-commerce dengan gebrakan. Mereka menjadi topik hangat dalam perbincangan (dan menjadi bahan gurauan) tahun ini. Namun, MatahariMall bukan lagi lelucon. Perusahaan ini telah merekrut talenta-talenta terbaik & diproyeksikan akan menjadi salah satu nama besar di e-commerce Indonesia.

    [​IMG]
    Baca juga: [Updated] MatahariMall tunjuk Credit Suisse & Bank of America untuk pimpin pendanaan $200 juta
    Maret: Akuisisi Adplus
    Tak ada yg menyukai adtech. Selain merepotkan, adtech seringkali menampilkan iklan barang yg tidak relevan. Ironisnya, layanan pengiklan seperti ini lah yg menguasai lanskap bisnis digital di Indonesia. Bulan Maret lalu, perusahaan adtech lokal Adplus, diambil alih oleh Yello mobile Korea. Ini merupakan satu dari segelintir akuisisi yg terjadi tahun ini.

    Kabar utama dari ranah adtech lainnya adalah joint venture antara operator Indosat-Ooredoo dengan Smaato, serta Adskom, pesaing Adplus, yg meraih pendanaan Seri A dari Geniee.
    Saya memasukkan adtech ke dalam daftar ini karena total belanja iklan digital di Indonesia tumbuh lebih cepat dari negara manapun di Asia Pasifik.
    April: Akuisisi KapanLagi
    Bulan April lalu, konglomerat media Singapura MediaCorp, mengakuisisi KapanLagi Network. Namun mereka tak mengungkapkan nilai investasinya.

    Satu hal yg kami tahu, MediaCorp mengambil alih 52 persen saham milik salah satu perusahaan media online paling sukses & berpengalaman di Tanah Air. Akuisisi ini memberi mereka keleluasaan untuk mengakses jutaan pembaca online di Indonesia.

    KapanLagi Network dikenal sebagai portal berita & memiliki situs-situs dengan pembaca yg lebih spesifik yg membidik lelaki, perempuan, penggila mobil, & penikmat sepakbola. Kini, KapanLagi dapat menjangkau pembaca dari wilayah Asia. Mereka juga mendapat keuntungan untuk memanfaatkan keahlian serta sumber daya perusahaan induk barunya.
    Baca juga: KapanLagi Kerjasama dengan MediaCorp, Dirikan Inkubator Startup di Jakarta
    Juli: Kemenkominfo meresmikan aturan TKDN untuk smartphone
    Setelah menjadi kabar yg simpang siur, pemerintah lewat Kemenkominfo akhirnya meresmikan aturan TKDN untuk smartphone pada bulan Juli tahun ini.

    Aturan tersebut mengatakan bahwa pada tahun 2017 nanti, semua smartphone 4G LTE yg di jual di Indonesia harus memiliki kandungan hardware, perangkat lunak, serta perakitan di Indonesia. Secara keseluruhan, ketiga komponen lokal ini harus mencapai 30 persen.

    Indonesia ingin mengurangi ketergantungannya terhadap impor smartphone & ingin mendorong vendor ponsel luar negeri untuk berinvestasi membangun pabrik di Indonesia. Samsung menjawab tantangan tersebut dengan menambah satu pabrik perakitan mereka di Indonesia. Kabarnya Apple juga berencana membangun pusat pengembangan & penelitian sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan baru ini. Kita tunggu saja tahun 2016 nanti.
    Baca juga: Menkominfo Rudiantara Bicara Soal 5G & Project Loon versi Indonesia
    Agustus: Perekrutan besar-besaran GO-JEK
    Kalau saya harus memilih satu kejadian paling menarik yg terjadi di Indonesia tahun ini, saya akan memilih aplikasi layanan pemesanan ojek. Aplikasi GO-JEK diluncurkan pada awal tahun ini, namun popularitas mereka mencapai puncaknya pada bulan Agustus. Pada bulan itu, mereka merekrut 16.000 calon driver di Stadion Gelora Utama Bung Karno Jakarta.

    Sejak saat itu, armada GO-JEK berjaket hijau mulai terlihat di pelosok Ibu Kota. Namun, banyak driver berarti banyak masalah. _Driver_ojek konvensional mengajukan protes terhadap inovasi teknologi ini, masalah lain timbul dari driver GO-JEK itu sendiri yg tak setuju terhadap beberapa regulasi yg baru.

    Dengan keberadaannya yg kini menjangkau 10 kota di Indonesia, rasanya tak mungkin kalau GO-JEK dapat luput dari pemberitaan. Fakta bahwa CEO GoJek, Nadiem Makarim, menolak membeberkan nilai investasi yg mereka peroleh dari Sequoia menambah status ikonis startup ini.

    [​IMG]
    Baca juga: Masukan untuk GO-JEK dari Para Driver-nya
    Oktober: Angel EQ Angel investor baru dari Indonesia
    Pada awal bulan Oktober ini, muncul kabar baik yg diprediksi akan memberikan dampak jangka panjang terhadap lanskap startup di Indonesia: peluncuran jaringan angel investor baru, Angel EQ. Tujuan berdirinya jaringan ini adalah untuk memperkenalkan para pebisnis sukses dari berbagai latar belakang industri kepada sektor teknologi, khususnya startup, & mengedukasi mereka mengenai risiko serta peluang dalam berinvestasi di sektor ini.
    Inisiatif ini dipimpin oleh Shinta Dhanuwardoyo, yg menjalankan agensi digital Bubu & IDByte. Jika hal ini berjalan dengan baik, para angel investor ini dapat membantu banyak startup untuk lepas landas dalam beberapa tahun ke depan. Bukan hanya dibekali pendanaan, namun juga mentoring langsung. Angel EQ merupakan jaringan angel investor kedua yg berdiri di Indonesia setelah GEPI.
    Oktober: Berdirinya Venturra Capital
    Kabar ini sudah lama berhembus, namun akhirnya menjadi resmi bulan Oktober: Asia Tenggara memiliki venture fund baru dengan nilai $150 juta (sekitar Rp2,1 triliun) yan bernama Venturra Capital.

    Lippo Group adalah penyumbang aliran dana terbesar. Pada dasarnya, Venturra merupakan reinkarnasi dari Lippo Digital Ventures, namun kini mereka bersifat independen & beroperasi layaknya perusahaan pemodal lainnya tanpa mengandalkan aset Lippo.

    Perusahaan pemodal ini langsung bergerak cepat. Setelah pengumuman peluncurannya, satu demi satu portofolio perusahaan baru langsung diungkap ke publik. Venturra berkomitmen untuk berinvestasi serta memajukan calon startup teknologi yg menjanjikan di Asia Tenggara. Sejauh ini, mereka telah mengumumkan lima investasi, teknologi kesehatan, bitcoin, pelayanan, teknologi pendidikan, serta e-commerce.

    Dari penuturan sang managing partner, Stefan Jung, ada sedikitnya lima investasi yg akan segera menyusul. Namun itu semua bergantung kepada Founder masing-masing startup, apakah mereka mau membocorkan nilai investasi yg mereka dapatkan / tidak.

    [​IMG]
    Baca juga: Venturra, VC Baru dengan Dukungan Lippo Group Bermodal Rp2 Triliun Siap MendukungStartup di Indonesia
    Oktober: Paraplou resmi berhenti
    E-commerce Indonesia berduka pada bulan Oktober lalu, saat Paraplou Group tiba-tiba mengumumkan pengunduran diri mereka dari dunia e-commerce. Paraplou merupakan marketplace yg menawarkan barangbarang premium serta penyedia layanan e-commerce.

    Paraplou didirikan oleh dua mantan managing director Rocket Internet yg juga yg pernah bekerja di Lazada Indonesia. Meski dinahkodai Founder berpengalaman & investasi $1,5 juta (sekitar Rp20,5 miliar), Paraplou gagal menjadi situs e-commerce barang mewah nomor satu di Indonesia.
    Oktober: Jokowi membatalkan kunjungannya ke Silicon Valley
    Bulan Oktober ini Indonesia dapat diumpakan seperti api yg menggelora, baik soal urusan startup maupun dalam artian secara harfiah. Beberapa wilayah di Indonesia tercemar kabut asap akibat kebakaran hutan yg semakin diperparah dengan kemarau berkepanjangan.

    Krisis kabut asap ini juga menjadi alasan utama Jokowi membatalkan jamuan makan malam Tim Cook & juga pertemuan lain dalam rencana kunjungannya ke Silicon Valley. Posisi presiden digantikan oleh Menkominfo Rudiantara, namun tidak membuahkan banyak hasil. Kendati tak banyak, namun Rudiantara berhasil berkolaborasi dengan Google dalam Project Loon & membantu startup lokal yaitu Qraved, untuk meraih investasi dari Amerika.
    November: Bhinneka meraup $22 juta (sekitar Rp308 miliar) & bersiap IPO
    Kabar terakhir tahun ini yg menarik perhatian saya adalah pengumuman investasi yg diraih Bhinneka.
    Situs e-commerce yg menyediakan komputer & peralatan elektronik ini berhasil meraih pendanaan $22 juta dari perusahaan venture capital Ideosource. Bhinneka telah lama berkecimpung sejak tahun 1999 dengan pendanaan mandiri. Kabarnya mereka siap untuk melakukan IPO.

    Jika hal itu terjadi, mungkin tahun depan, mereka sudah pasti akan mendominasi kabar berita 2016. Ini juga akan menjadikan Bhinneka sebagai perusahaan teknologi pertama di Indonesia yg melakukan IPO.
    Baca juga: Bhinneka Peroleh Investasi Rp300 Miliar dari Ideosource, Siap Melakukan IPO

    (Diterjemahkan oleh Faisal Bosnia & diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page