Liga Inggris ANALISIS Transfer FC Internazionale: Mewah Tapi Kurang Beri Solusi

Discussion in 'Bola' started by Bola, Feb 4, 2015.

Discuss ANALISIS Transfer FC Internazionale: Mewah Tapi Kurang Beri Solusi in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,251
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    FC Internazionale bisa dibilang menjalani bursa transfer musim dingin tahun ini dengan sukses. La Beneamata mengejutkan banyak pihak dengan merekrut Lukas Podolski dari Arsenal dengan status pinjaman dan kemudian mengamankan tanda tangan Xherdan Shaqiri dari Bayern Munich.

    Proses mendapatkan kedua pemain bintang tersebut tidaklah mudah, transfer Podolski sempat tarik ulur setelah pelatih Arsene Wenger tampak sedikit enggan melepas pemain asal Jerman tersebut dengan meledek tawaran yang diberikan oleh Inter. Namun, pada akhirnya, Podolski berlabuh juga di Giuseppe Meazza.

    Demikian juga dengan Shaqiri, persaingan untuk memperebutkan jasa pemain asal Swiss tersebut cukup ketat. Juventus dikabarkan tertarik mendapatkannya, demikian juga dengan klub raksasa Liga Primer Inggris, Liverpool, yang disebut-sebut sebagai pesaing paling serius Inter.

    Di luar dugaan banyak pihak, Inter berhasil mengalahkan The Reds untuk merekrut Shaqiri. Dalam wawancara eksklusif Goal Indonesia bersama Erick Thohir, presiden Inter tersebut mengatakan wajar saja pihaknya berhasil memenangkan persaingan karena Nerazzurri masih termasuk dalam sepuluh klub terbaik di dunia.

    Tidak berhenti di sana, Inter juga berhasil mendatangkan pemain muda berbakat asal Kroasia dari Dinamo Zagreb, yaitu Marcelo Brozovic.

    Mendatangkan pemain-pemain tersebut di musim dingin, yang periodenya cukup pendek dan lebih sedikit pemain yang tersedia, tentu menjadi suatu prestasi tersendiri. Namun sayang, meski terlihat mewah, pemain-pemain tersebut belum menjadi jawaban untuk sebagian besar masalah yang dialami Inter.

    [​IMG]


    Podolski menunjukkan kualitas pada laga debutnya dengan membantu Inter meraih hasil imbang saat bertandang ke markas Juventus. Kemudian, Shaqiri juga berjasa mengantarkan timnya melaju ke perempat-final Coppa Italia melalui sumbangan satu gol ke gawang Sampdoria.

    Lini depan Inter memang terlihat lebih baik tetapi masalah yang ada di lini pertahanan Inter masih tampak mencuat di permukaan hingga akhirnya harus dibayar dengan dua kekalahan beruntun di Serie A, meski hanya menghadapi Torino dan Sassuolo.

    Posisi gelandang bertahan masih menjadi area yang belum maksimal, Gary Medel masih belum menampilkan performa terbaik, demikian juga dengan Yann M'Vila yang malah jauh dari kata memuaskan. Sementara Zdravko Kuzmanovic cukup baik dalam mengatur irama permainan di daerah dalam, tetapi kapabilitasnya membantu pertahanan masih kurang.

    Nama Lucas Leiva dari Liverpool sempat disebut-sebut akan bergabung ke Inter. Tetapi The Reds tampaknya mengurungkan niatnya untuk melego pemain asal Brasil itu karena grafik performanya terus menanjak.

    Kemudian, posisi bek sayap menjadi area paling rentan di pertahanan Inter. Dodo, Jonathan dan Yuto Nagatomo yang sebelumnya menjadi andalan Walter Mazzarri memang memiliki kualitas yang bagus dalam membantu serangan, tetapi saat bertahan mereka masih kerepotan.

    Roberto Mancini sempat berjudi dengan menempatkan Hugo Campagnaro sebagai bek kanan, tetapi hasilnya tidak memuaskan, bahkan Inter dihajar AS Roma dengan skor 4-2 di Olimpico.

    Pulihnya Danilo D'Ambrosio dari cedera sempat memberi angin segar, tetapi pemain berusia 26 tahun tersebut sulit menemukan performa terbaiknya karena cederanya yang sering kambuh.

    Perjudian terbaru Mancini ada pada sosok bek muda berusia 19 tahun, yaitu Issac Donkor. Pemain asal Ghana tersebut menjadi starter untuk pertama kali pada laga menghadapi Sassuolo akhir pekan kemarin, namun debutnya justru ternoda dengan kartu merah.

    Ia melakukan pelanggaran di kotak terlarang untuk membuat dirinya diusir oleh sang pengadil dan membawa Inter semakin tenggelam setelah eksekusi Nicola Berardi mengubah skor menjadi 3-1 untuk Sassuolo.

    [​IMG]

    Stok pemain belakang, terutama bek sayap, yang semakin menipis dan Aleksander Kolarov yang tidak kunjung merapat, membuat Nerazzurri memutuskan untuk memulangkan kembali Davide Santon dari Newcastle United jelang bursa transfer ditutup.

    Pembelian pemain berusia 24 tahun tersebut dapat dikatakan pembelian panik karena sepanjang musim ini Santon hanya dimainkan satu kali oleh The Magpies, itupun pada ajang Piala Liga, sehingga ia belum pernah mencicipi pentas EPL di musim ini. Di St James Park, Santon kalah bersaing dengan pemain-pemain seperti Daryl Janmaat dan Massadio Haidara.

    Pada musim lalu, Santon tercatat cukup kontributif untuk Newcastle dengan 60 intersep, 97 sapuan dan 33 tekel dalam 27 pertandingan di Liga Primer Inggris. Ia juga menciptakan peluang sebanyak 22 kali untuk timnya meski tidak menyumbang assist atau gol.

    Jika Santon bisa menjaga performa seperti musim lalu meskipun sejauh ini sangat minim kesempatan bermain, maka Inter masih bisa berharap kemampuannya dalam bertahan, yang sempat dipuji oleh Cristiano Ronaldo, dan menjadi solusi untuk masalah tim di lini belakang pada sisa musim ini.

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, ANALISIS Transfer FC Internazionale: Mewah Tapi Kurang Beri Solusi
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page