Liga Italia ANALISIS: Wajah 'Lama' FC Internazionale Di Derby Della Madonnina

Discussion in 'Bola' started by Bola, Nov 20, 2014.

Discuss ANALISIS: Wajah 'Lama' FC Internazionale Di Derby Della Madonnina in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,952
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Usai Jose Mourinho meninggalkan FC Internazionale pada akhir musim 2010, Nerazzurri bagaikan kehilangan nahkoda kapal. Prestasi klub terus menurun usai merengkuh Treble Winners yang historis, dan dalam empat tahun, mereka melakukan pergantian pelatih sebanyak sebanyak tujuh kali!

    Mulai dari Rafael Benitez, Leonardo, Gian Piero Gasperini, Claudio Ranieri, Andrea Stramaccioni hingga Walter Mazzarri yang dipecat beberapa hari silam.

    Langkah ke depan tampaknya tidak membuahkan hasil maksimal di Giuseppe Meazza, oleh karena itu, presiden Erick Thohir memutuskan untuk membawa pulang Roberto Mancini yang melatih Inter pada 2004 hingga 2008 sebelum posisinya digusur oleh Mourinho. Tentu saja dengan harapan bisa mengembalikan wajah dan status Inter seperti dulu...

    Mancini, seperti The Happy One, sangat dikenal sebagai pelatih yang memprioritaskan pertahanan terlebih dahulu. Seperti yang tampak pada Serie A Italia musim 2007/08, di mana ia membawa Inter juara dengan status klub kemasukan paling sedikit, yaitu 26 gol.

    Demikian juga kala melatih Manchester City pada 2009 hingga 2014, meski ia mendapatkan skuat yang sangat hebat dalam menyerang dengan adanya pemain-pemain seperti Robinho, Emmanuel Adebayor, David Silva atau Carlos Tevez, Mancini tetap menjadikan pertahanan sebagai kunci permainan timnya.

    "Saya senang menang 1-0. Ketika Anda tidak kemasukan gol dan Anda memiliki pemain-pemain seperti Edin Dzeko, Carlos Tevez atau David Silva, 90 persen Anda menang," ungkap Mancini kepada The Guardian pada 2011 silam. "Saya lebih memilih kami membosankan dua atau tiga pertandingan dan kami menang 1-0."

    Oleh karena itu, Mancini tampaknya akan mengubah formasi tiga bek yang telah dijalankan oleh Inter beberapa tahun terakhir, dengan kembali menerapkan empat bek.

    Meski demikian, Mancini juga tidak terlalu asing dengan penggunaan formasi tiga bek, hanya saja skema tersebut kerap dipakai sebagai 'Plan B', dan hasilnya seperti pedang bermata dua.

    Perubahan skema dari empat bek menjadi tiga bek pernah membuat Mancini dihujani kritikan tajam, yaitu pada Oktober 2012 ketika City dibekuk Ajax Amsterdam 3-1 di ajang Liga Champions. Saat itu, dia memutuskan mengganti skema ketika tertinggal 2-1 di babak kedua, namun alih-alih bangkit, tuan rumah justru berhasil memperlebar kedudukan dan memastikan kemenangan.

    "Ini adalah sesuatu yang tidak kami latih terlalu banyak dan ini kedua kalinya kami kemasukan usai mengganti skema menjadi tiga bek," kritik Micah Richard saat itu.

    Namun, pergantian tersebut justru menjadi kemenangan gemilang satu bulan berselang. Ketika City tertinggal 1-0 dari Tottenham, Mancini kembali mengubah skema dengan memasukkan Maicon menggantikan Nastasic. Hasilnya tim berhasil bangkit dan mampu mencetak dua gol yang membalikkan kedudukan.

    "Bagi saya, mereka [City] tampak paling berbahaya sejauh musim ini [2012/13] saat babak kedua melawan Spurs ketika mereka mengubah skema menjadi 3-5-2," ujar Robbie Savage seperti yang dilansir BBC Sport. "Saya tidak berpikir Mancini akan memulai dengan formasi itu di setiap pertandingan."

    Mancini sendiri mengakui bahwa dirinya masih belum bersedia mengungkapkan formasi yang akan ia terapkan di pertandingan comeback pertamanya, yaitu melawan AC Milan akhir pekan nanti. "Tiga atau empat di lini belakang? Itu bukan masalah besar bagi saya. Saya ingin mendengar pendapat pemain mengenai ini," ujar Mancini.

    Tetapi, apabila dilihat dari bagaimana Mancini menerapkan strateginya, kemungkinan besar ia akan menggunakan formasi empat bek dengan skema tiga bek sebagai rencana cadangan. Lalu bagaimana susunan pemain Inter dalam derby della Madonnina nanti? Berikut prediksi Goal:


    Posisi kiper tidak perlu diperdebatkan, dengan Samir Handanovic akan mengisi posisi tersebut. Kemudian, dengan mengacu pada gaya Mancini, dua bek sayap dibutuhkan pemain-pemain dengan naluri menyerang yang tinggi. Sehingga sisi kiri diperkirakan akan diberikan pada Dodo, sementara Yuto Nagatomo digeser ke kanan.

    Dua bek tengah akan menjadi rebutan Nemanja Vidic, Andrea Ranocchia dan Juan Jesus. Nama terakhir kemungkinan harus menempati bangku cadangan terlebih dahulu, setelah Mancini telah mengisyaratkan untuk terus memberi Vidic kesempatan agar dapat beradaptasi. "Vidic harus diberi waktu untuk terbiasa dengan sepakbola Italia."

    Pada posisi gelandang bertahan, pemain dengan fisik, stamina dan daya jelajah tinggi akan sangat diperlukan untuk mengantisipasi serangan lawan, terutama dengan instruksi bek sayap untuk agresif. Gary Medel diyakini cocok untuk peran ini.

    Di posisi tengah, Mancini kerap menggunakan dua pemain yang tidak terlalu melebar, sehingga peran ini bisa diisi oleh Hernanes, yang bisa memberi kejutan dari lini kedua dengan tembakan jarak jauh sekaligus memberi bantuan untuk pertahanan, dan Fredy Guarin yang mengoleksi assist terbanyak untuk klub sejauh ini.

    "Fredy Guarin bermain sangat luar biasa di Porto dan saya pikir dia bisa menjadi pemain kunci untuk kami," tukas Mancini.

    Sementara, daya gedor akan dipercayakan pada Mauro Icardi dan Rodrigo Palacio, dengan ditopang oleh Mateo Kovacic, talenta muda asal Kroasia yang terus menunjukkan perkembangan memuaskan.

    liga italia seri a b, liga italia era digital, liga italia tabla, liga italia terkini, liga italia tvri, liga italia klasemen, ANALISIS: Wajah 'Lama' FC Internazionale Di Derby Della Madonnina
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page