Info Ancaman Rouhani Jika Ekspor Minyak Dihentikan: Iran Tutup Selat Hormuz

Discussion in 'Berita Online' started by KurirBerita, Jul 5, 2018.

Discuss Ancaman Rouhani Jika Ekspor Minyak Dihentikan: Iran Tutup Selat Hormuz in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. KurirBerita Pra TK Level 0

    Messages:
    40
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Game:
    Atlantika
    Region:
    Bandung
    [​IMG]
    Komandan Pasukan Al Quds di Garda Revolusi Iran pada Rabu (4/7), mengatakan bahwa Iran akan memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan ekspor minyak Iran.

    Komentar Qassem Solaimani dikeluarkan ketika Presiden Hassan Rouhani berjanji bahwa Iran akan berdiri teguh terhadap ancaman AS yang akan memangkas Please sign in/up to view this image/link , dan mengatakan bahwa Washington tidak memikirkan konsekuensi dari langkah tersebut.

    “Amerika mengatakan bahwa mereka ingin mengurangi ekspor minyak Iran hingga ke titik nol… Ini menunjukkan bahwa mereka belum memikirkan konsekuensinya,” kata Rouhani seperti dikutip oleh kantor berita milik pemerintah Irna, pada kunjungan resmi ke Wina.


    Komentar Rouhani menyuarakan kembali pernyataannya pada Selasa (3/7), ketika dia mengisyaratkan ancaman untuk mengganggu pengiriman minyak dari negara-negara tetangga, jika Washington melanjutkan tujuannya untuk memaksa semua negara agar berhenti membeli minyak Iran.

    Rouhani tidak menjelaskan lebih lanjut, tetapi para pejabat Iran sebelumnya mengancam akan memblokir Selat Hormuz—rute pengiriman minyak utama—sebagai pembalasan atas tindakan AS yang bermusuhan terhadap Iran.

    Solaimani memuji pernyataan Rouhani pada Rabu (4/7), dan mengatakan bahwa Garda siap untuk menerapkan kebijakan semacam itu.

    Dia mengatakan dalam sebuah surat yang diterbitkan di IRNA: “Saya mencium tangan Anda (Rouhani), karena telah mengekspresikan komentar yang bijaksana dan tepat waktu, dan saya siap melayani Anda untuk menerapkan kebijakan apa pun yang melayani Republik Islam ini.”

    Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada bulan Mei, yang mencabut sanksi terhadap Iran dengan imbalan pembatasan program nuklirnya. Washington sejak itu mengatakan kepada negara-negara lain, bahwa mereka harus menghentikan semua impor minyak dari Iran mulai tanggal 4 November, atau menghadapi langkah-langkah keuangan AS, tanpa pengecualian.

    Rouhani—yang sekarang berada di Wina untuk mencoba menyelamatkan kesepakatan nuklir tersebut—mengatakan bahwa sanksi AS terhadap Iran adalah “kejahatan dan agresi”, dan menyerukan kepada pemerintah Eropa dan yang lainnya untuk melawan kebijakan Trump terhadap Teheran.

    “Iran akan bertahan dari putaran sanksi AS ini, seperti bagaimana Iran bertahan sebelumnya. Pemerintah AS saat ini tidak akan menjabat selamanya… Tapi sejarah akan menilai negara lain berdasarkan apa yang mereka lakukan hari ini,” kata Rouhani.

    Sebelumnya pada hari itu, Rouhani mengatakan kepada para wartawan bahwa “jika negara-negara penandatangan lainnya dapat menjamin keuntungan Iran, Iran akan tetap berada dalam kesepakatan nuklir tanpa Amerika Serikat.” Rouhani mengatakan bahwa keputusan Trump untuk mundur dari perjanjian itu “aneh”, karena “bertentangan” dengan kepentingan nasional AS dan kepentingan negara lain.”

    Seorang pejabat minyak senior Iran mengatakan pada Rabu (4/7), bahwa tekanan Trump terhadap perusahaan internasional untuk tidak membeli minyak Iran akan mendorong harga lebih tinggi, dan akhirnya melukai ekonominya sendiri.”

    Sumber: Please sign in/up to view this image/link
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page