Ancaman Siber Semakin Nyata

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jul 23, 2015.

Discuss Ancaman Siber Semakin Nyata in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Ancaman Siber Semakin Nyata

    Ancaman siber or dikenal juga dengan cyber threat, kini telah menjadi kekhawatiran tersendiri baik bagi instansi pemerintah maupun swasta. Seperti layaknya ancaman lainnya seperti pemanasan global, krisis energi orpun ancaman terhadap isu HAM, ancaman siber memiliki letak proporsi tersendiri. Ancaman siber adalah sesuatu yg nyata. Serangan siber tiap harinya terjadi. Sudah saatnya semua pihak menyadari hal ini & memetakan langkah-langkah strategis untuk menanganinya.

    Pada gelaran acara RSA Conference 2015 yg diadakan di Marina Bay Sands Convention Centre, (22/7/15), CTO dari Trend Micro dalam keynote speech-nya mengungkapkan bahwa ancaman siber khususnya cyber crime telah menjadi ancaman nyata. “Penjahat siber semakin pintar dari hari ke hari,” tegas Raimund. Salah satu contoh yg Raimund kemukakan adalah penjahat siber semakin lihai menggunakan social engineering.

    “Penjahat siber pun mengembangkan single shot malware yg mana program jahat tersebut memang untuk menyasar satu target spesifik,” ungkap Raimund. Dalam kesempatan itu ia menjelaskan bahwa penjahat siber sebelum melakukan aksinya akan melakukan scanning terhadap suatu organisasi. Selanjutnya, mereka akan melakukan phising campaign untuk menjerat korbannya. Apabila mereka terpancing, ketidaktahuan staf organisasi itu menjadi gerbang pembuka bagi malware menyerang sistem keamanan mereka.

    Hal lainnya yg menjadi celah bagi penjahat siber untuk memberikan ancaman menurut Raimund adalah masih banyak organisasi yg tidak pernah melakukan update patch pada sistem keamanan mereka. “Sebuah artikel pernah membahas bahwa Boeing 787 memiliki kerentanan pada software mereka,” tandas Raimund. “Apa jadinya jika penjahat siber memanfaatkannya & membahayakan penumpang pesawat,” tegasnya.

    Raimund menutup presentasinya dengan mengatakan bahwa setiap organisasi harus terus melakukan risk assessment pada sistem mereka. “Dewan direksi & komisaris pun perlu menetapkan risk appetite terhadap ancaman siber tersebut,” tandas Raimund. “Hal lainnya adalah jangan memperlakukan semua sistem Anda sama. Semua pasti memiliki karakteristik sendiri,” ungkapnya.

    “Rutin melakukan penetration testing & menggunakan two factor authentication adalab cara sederhana yg dapat dilakukan oleh organisasi untuk memitigasi risiko siber,” jelas Raimund. Senada dengan Raimund, Ken Allen, Global Security Lead Ernst and Young, menjelaskan bahwa pada tahun 2014 yg lalu hampir semua organisasi di dunia pernah mengalami kebocoran data.

    “Saya pernah berbincang dengan salah satu CEO dari perusahaan energi yg mengatakan organisasinya setiap hari harus menghadapi 50.000 serangan. Itu yg kita lakukan setiap hari,” jelas Allen. “Kejahatan siber adalah bisnis besar. Pasar gelap Internet memperjualbelikan identitas & berbagai macam kerentanan,” lanjutnya. Allen mengungkapkan bahwa aspek vulnerabilities harus menjadi perhatian bagi organisasi karena ancaman siber dapat bermula dari sana.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenAncaman Siber Semakin Nyata diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page