Ancaman Siber Tidak Bisa Dihilangkan

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Aug 5, 2015.

Discuss Ancaman Siber Tidak Bisa Dihilangkan in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,148
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Ancaman Siber Tidak Bisa Dihilangkan

    Setiap organisasi orpun individu di era digital sekarang ini harus mengakui sebuah kenyataan bahwa ancaman siber tidak bisa dihilangkan. Zulfikar Ramzan, CTO dari RSA mengatakan bahwa besar kemungkinan organisasi di masa sekarang akan mengalami serangan siber. “Ancaman siber tidak bisa dihilangkan. Tetapi dapat dilakukan langkah mitigasinya,” tegas pria yg telah menekuni dunia kriptografi selama lebih dari sepuluh tahun.

    Zulfikar mengatakan bahwa berkaca dari pengalaman kebocoran data yg dialami oleh Office of Personal Management (OPM) & situs pencari jodoh, Ashley Madison, menjadi sebuah bukti organisasi sekarang ini sangatvulnerable. “Kita dapat menganalogikan kejahatan siber ini seperti kejahatan konvensional pada umumnya,” papar Zulfikar. “Masyarakat sudah awam bahwa kita memiliki teknologi alarm anti maling. Tetapi, tetap saja kejahatan itu ada. Hal itu berlaku juga di dunia siber,” kata Zulfikar.

    Ia mengatakan bahwa setiap organisasi harus memahami konsep manajemen risiko. “Dewan direksi & komisaris perlu duduk bersama & mendiskusikan risk appetite & risk level perusahaan dalam menghadapi risiko siber,” tegas Zulfikar. “Ada beberapa tingkatan risiko yg mungkin bisa diterima oleh manajemen. Ada pula yg perlu dilakukan mitigasi & transfer risiko. Tidak sedikit pula yg harus dihindari,” katanya. “Semua itu perlu dibicarakan di tingkat dewan & komisaris,” lanjut Zulfikar.

    Untuk memitigasi risiko kebocoran data, Zulfikar memberikan beberapa langkah strategis yg dapat dilakukan oleh perusahaan. Risk assessment adalah langkah yg perlu dilakukan oleh organisasi. “Bagi saya pribadi, risk assessment adalah bagaimana kita mengenali visibilitas lingkungan digital perusahaan, seperti di mana saja data mengalir. Lalu, siapa saja yg memiliki akses pada data itu?” kata Zulfikar. “Hal pertama yg dapat dilakukan oleh perusahaan adalah mengenali lingkungannya dulu sebelum membuat risk assessment,” paparnya.

    Visibilitas bagi Zulfikar adalah langkah terpenting yg harus dilakukan. “Visibilitas itu tidak hanya difokuskan pada keamanan data saja. Perusahaan perlu melihat visibilitas seperti apa di tingkatan end-point. Selain itu bagaimana lingkungan cloud computing mereka. Seperti apa strategi bisnis mereka yg terintegrasi dengan teknologi,” jelasnya. “Pada intinya visibilitas itu rumit. Tetapi penting untuk dikenali untuk membuat risk assessment,” sambung Zulfikar.

    Ia mengatakan bahwa dengan menguasai visibilitas, perusahaan dapat memetakan setiap risiko mulai dari sisi keamanan data hingga strategi bisnis perusahaan yg terintegrasi dengan teknologi. “Risiko di setiap sektor berbeda. Tetapi bukan mustahil bagi perusahaan untuk dapat memitigasi risiko dari ancaman siber,” tegas Zulfikar.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenAncaman Siber Tidak Bisa Dihilangkan diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page