Andre Iswanto: Pertumbuhan Komputasi Cloud Semakin Pesat

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jan 29, 2015.

Discuss Andre Iswanto: Pertumbuhan Komputasi Cloud Semakin Pesat in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Andre Iswanto: Pertumbuhan Komputasi Cloud Semakin Pesat

    Teknologi cloud computing memang tidak ada habisnya untuk terus dibahas. Diskusi tentang cloud computing masih menjadi topik yg hangat bagi para praktisi maupun akademisi TI dimana saja. Andre Iswanto, Senior Field System Engineer dari F5 Networks Indonesia berbicara panjang lebar tentang potensi cloud computing di tahun 2015 ini. Cloud adalah platform komputasi masa depan bagi perusahaan, karena diyakini dapat mendorong tingkat & laju perubahan dalam perusahaan, tandas Andre. Ia mengatakan bahwa kehandalan cloud dalam menghemat biaya operasional & modal, meningkatkan kelincahan dalam melakukan proses bisnis, serta meningkatkan produktivitas merupakan faktor-faktor utama yg membuat pertumbuhan komputasi cloud di dunia maupun di Indonesia semakin pesat.

    Andre tidak memungkiri bahwa tingginya tingkat adopsi komputasi cloud tercermin dalam sebuah riset terbaru dari IDC. Riset ini mengungkap bahwa ada lebih dari 65% perusahaan TI dunia berkomitmen untuk mengadopsi teknologi cloud sebelum tahun 2016. Di Indonesia sendiri, menurut lembaga riset International Data Corporation (IDC), pasar komputasi cloud di dalam negeri tahun 2014 diprediksi mencapai US$ 168 juta & akan meningkat hingga US$ 377,8 juta di 2017, tukas Andre.

    Namun, pesatnya pertumbuhan komputasi cloud ini masih dihantui oleh kekhawatiran tentang keamanan & cara-cara perlindungan platform tersebut. Menurut hasil survei Global Tech Adoption Index tahun 2014, menyebutkan keamanan sebagai faktor utama yg menghalangi perusahaan mengimplementasikan komputasi cloud, lanjut Andre.

    Banyak paradigma di perusahaan yg menyatakan bahwa keamanan data center berbasis cloud tidaklah sebaik data center on-premise, or bahkan tidak ada solusi ampuh yg diciptakan untuk mampu mengatasi masalah keamanan yg spesifik, seperti kebocoran data, lanjut Andre. Ia mengungkapkan bahwa hal ini tidaklah benar. Paradigma ini muncul karena, calon pengguna merasa bahwa mereka akan kehilangan kendali penuh atas data center tersebut, ungkap Andre. Menurutnya, meskipun terdapat keraguan mengenai komputasi cloud, namun faktanya data center berbasis cloud bisa memiliki lapisan keamanan yg lebih baik dibandingkan dengan data center on-premise.
    Apa yg mendorong keamanan cloud menjadi lebih tangguh? Karena penyedia layanan cloud semakin termotivasi untuk meningkatkan keamanan mereka, ungkap Andre. Keamanan merupakan faktor utama yg berpengaruh terhadap reputasi serta kelanjutan bisnis mereka.

    Baygkan jika perusahaan penyedia layanan tersebut tidak berhasil menjaga keamanan, pelanggan tidak mungkin mau membeli layanan dari perusahaan itu or bahkan mempercayakan data mereka disimpan ke dalam sistem yg tidak aman tersebut, imbuhnya. Untuk menjaga kelangsungan bisnis, penyedia layanan cloud berinvestasi ke dalam teknologi-teknologi keamanan serta mempekerjakan profesional dalam bi&g keamanan untuk mengoptimalkan & memastikan keamanan sistem mereka. Gartner meramalkan bahwa pasar cloud security akan meningkat dari US$2,1 miliar menjadi US$3,1 miliar di tahun 2015 ini, hampir meningkat 33% .

    Namun perlu diingat bahwa ketika CIO mengambil keputusan untuk memindahkan aplikasi perusahaan dari data center on-premise ke cloud, perusahaan sebenarnya melepaskan beberapa kontrol atas perlindungan data mereka, lanjut Andre. Karena keamanan tidak lagi sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan, terlepas dari kepercayaan terhadap penyedia layanan cloud, CIO perlu memastikan keamanan data perusahaan semampunya, katanya. Salah satu cara yg paling mungkin dilakukan adalah menerapkan sistem perlindungan di dalam lapisan aplikasi yg mampu membantu mengonsolidasikan security & access policies ke lapisan aplikasi dengan menggunakan Security Assertion Markup Language (SAML). Dengan mengonsolidasikan SAML ke dalam lapisan aplikasi, perusahaan akan mampu melakukan exchange authentication & authorization data antar berbagai pihak. Setelah konsolidasi tersebut, perusahaan akan memiliki kemampuan untuk menegakkan kebijakan & memastikan bahwa end-user dapat mengakses layanan tersebut kapanpun & di manapun secara aman.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenAndre Iswanto: Pertumbuhan Komputasi Cloud Semakin Pesat diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page