Asal Mula Larangan Menikah Sunda-Jawa

Discussion in 'Entigapedia' started by ON3, Jun 26, 2015.

Discuss Asal Mula Larangan Menikah Sunda-Jawa in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    [​IMG]Pernahkah anda mendengar bahwa orang Sunda dilarang menikah dengan orang Jawa / sebaliknya? Ternyata hal itu hingga ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat kita. Lalu apa sebabnya?

    Mitos tersebut hingga kini masih dipegang teguh beberapa gelintir orang. Tidak bahagia, melarat, tidak langgeng & hal yg tidak baik bakal menimpa orang yg melanggar mitos tersebut.

    Lalu mengapa orang Sunda & Jawa dilarang menikah & membina rumah tangga. Tidak ada literatur yg menuliskan tentang asal muasal mitos larang perkawinan itu. Namun mitos itu diduga akibat dari tragedi perang Bubat.

    Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yg ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit, yg dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.

    Hayam Wuruk memang berniat memperistri Dyah Pitaloka dengan didorong alasan politik, yaitu untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Atas restu dari keluarga kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan rencananya akan dilangsungkan di Majapahit.

    Maharaja Linggabuana lalu berangkat bersama rombongan Sunda ke Majapahit & diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat. Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri & putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit.

    Menurut Kidung Sundayana, timbul niat Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Kerajaan Sunda. Gajah Mada ingin memenuhi Sumpah Palapa yg dibuatnya pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta, sebab dari berbagai kerajaan di Nusantara yg sudah ditaklukkan Majapahit, hanya kerajaan Sunda lah yg belum dikuasai.

    Dengan maksud tersebut, Gajah Mada membuat alasan oleh untuk menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat adalah bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit. Gajah Mada mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda & pengakuan superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri disebutkan bimbang atas permasalahan tersebut, mengingat Gajah Mada adalah Mahapatih yg diandalkan Majapahit pada saat itu.

    Versi lain menyebut bahwa Raja Hayam Wuruk ternyata sejak kecil sudah dijodohkan dengan adik sepupunya Putri Sekartaji / Hindu Dewi. Sehingga Hayam Wuruk harus menikahi Hindu Dewi sedangkan Dyah Pitaloka hanya dianggap tanda takluk.

    “Soal pernikahan itu, teori saya tentang Gajah Mada, Gajah Mada tidak bersalah. Gajah Mada hanya melaksanakan titah sang raja. Gajah Mada hendak menjodohkan Hayam Wuruk dengan Diah Pitaloka. Gajah mada Ingin sekali untuk menyatukan antara Raja Sunda & Raja Jawa lalu bergabung. Indah sekali,” tegas sejarawan sekaligus arkeolog Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar.

    Hal ini dia sampaikan dalam seminar Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 bertemakan; ‘Kontroversi Gajah Mada Dalam Perspektif Fiksi & Sejarah’ di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Selasa (30/10).

    Pihak Pajajaran tidak terima bila kedatangannya ke Majapahit hanya menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai taklukan. Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada.

    Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yg terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk & mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gajah Mada tetap dalam posisi semula.

    Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukan Bhayangkara ke Pesanggrahan Bubat & mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu.

    Terjadilah peperangan yg tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yg berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yg berjumlah kecil serta para pejabat & menteri kerajaan yg ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Raja Linggabuana, para menteri, pejabat kerajaan beserta segenap keluarga kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat.

    Tradisi menyebutkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan hati berduka melakukan bela pati / bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa & negaranya. Menurut tata perilaku & nilai-nilai kasta ksatria, tindakan bunuh diri ritual dilakukan oleh para perempuan kasta tersebut jika kaum laki-lakinya telah gugur. Perbuatan itu diharapkan dapat membela harga diri sekaligus untuk melindungi kesucian mereka, yaitu menghadapi kemungkinan dipermalukan karena pemerkosaan, penganiayaan, / diperbudak.

    Hayam Wuruk pun kemudian meratapi kematian Dyah Pitaloka. Akibat peristiwa Bubat ini, bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri menghadapi tentangan, kecurigaan, & kecaman dari pihak pejabat & bangsawan Majapahit, karena tindakannya dianggap ceroboh & gegabah. Mahapatih Gajah Mada dianggap terlalu berani & lancang dengan tidak mengindahkan keinginan & perasaan sang Mahkota, Raja Hayam Wuruk sendiri.

    Tragedi perang Bubat juga merusak hubungan kenegaraan antar Majapahit & Pajajaran / Sunda & terus berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian. Hubungan Sunda-Majapahit tidak pernah pulih seperti sedia kala.

    Pangeran Niskalawastu Kancana, adik Putri Dyah Pitaloka yg tetap tinggal di istana Kawali & tidak ikut ke Majapahit mengiringi keluarganya karena saat itu masih terlalu kecil & menjadi satu-satunya keturunan Raja yg masih hidup & kemudian akan naik takhta menjadi Prabu Niskalawastu Kancana.

    Kebijakan Prabu Niskalawastu Kancana antara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Majapahit & menerapkan isolasi terbatas dalam hubungan kenegaraan antar kedua kerajaan. Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan larangan estri ti luaran (beristri dari luar), yg isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, / sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit. Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.

    Tindakan keberanian & keperwiraan Raja Sunda & putri Dyah Pitaloka untuk melakukan tindakan bela pati (berani mati) dihormati & dimuliakan oleh rakyat Sunda & dianggap sebagai teladan. Raja Lingga Buana dijuluki ‘Prabu Wangi’ (bahasa Sunda: raja yg harum namanya) karena kepahlawanannya membela harga diri negaranya. Keturunannya, raja-raja Sunda kemudian dijuluki Siliwangi yg berasal dari kata Silih Wangi yg berarti pengganti, pewaris / penerus Prabu Wangi.

    Beberapa reaksi tersebut mencerminkan kekecewaan & kemarahan masyarakat Sunda kepada Majapahit, sebuah sentimen yg kemudian berkembang menjadi semacam rasa persaingan & permusuhan antara suku Sunda & Jawa yg dalam beberapa hal masih tersisa hingga kini. Antara lain, tidak seperti kota-kota lain di Indonesia, di kota Bandung, ibu kota Jawa Barat sekaligus pusat budaya Sunda, tidak ditemukan jalan bernama ‘Gajah Mada’ / ‘Majapahit’. Meskipun Gajah Mada dianggap sebagai tokoh pahlawan nasional Indonesia, kebanyakan rakyat Sunda menganggapnya tidak pantas akibat tindakannya yg dianggap tidak terpuji dalam tragedi ini.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Asal Mula Larangan Menikah Sunda-Jawa diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber

    Forum N3 Nyit-nyit.net membahas Video games, indie games, standalone games, plugins, free games, game extensions, expansion packs, game episode, game cheat, cara curang, cheat engine, game mods, modifications, mods, development, total conversions, modification, enhancement, games, plugins, addons, extensions, episode, expansion packs. We talks about latest Game Cheats, Cracks, Keygens and Hacks. Hacks & Cheats and trainers for many other multiplayer games. Free download games, hacks, cheats tools, projects, graphics. We create Hacks for Games,Cheats Tools,Trainer Tools. Hack,Cheats,Hack iOS Games,Hack Android Games,Cheats facebook games, Online games hack. Asal Mula Larangan Menikah Sunda-Jawa.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page