Liga Inggris Berpacu Dalam Pragmatisme Jose Mourinho & Revolusi Louis Van Gaal

Discussion in 'Bola' started by Bola, Apr 20, 2015.

Discuss Berpacu Dalam Pragmatisme Jose Mourinho & Revolusi Louis Van Gaal in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,276
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Dalam definisi secara ringkas, ‘pragmatisme’ bisa diartikan sebagai pandangan yang berlandaskan pada tujuan praktis. Misalnya, ketika seorang mahasiswa rantau sedang tipis uang jajan di akhir bulan, ia akan memilih makan mie instan ditambah sepiring nasi putih sebagai menu sarapan sekaligus makan siang.

    Itulah pragmatisme sederhana bagi seorang mahasiswa. Tidak peduli apakah nanti kudapan penuh karbohidrat itu bisa berdampak kurang baik bagi kesehatannya, namun tujuan utama telah tercapai: yang penting kenyang. Persoalan selesai.

    Kira-kira paham seperti itulah yang selama ini menjadi pegangan Jose Mourinho dan malah sudah terlampau mendarah daging dalam dirinya sehingga julukan Mr Pragmatic kerap mencuat dan bersinggungan dengan The Special One, julukan satunya yang lebih bernada positif.

    Pada Minggu (19/4) dini hari WIB kemarin, pencinta sepakbola dunia sekali lagi disuguhkan dengan taktik pragmatis ala sang manajer Portugal itu ketika tim besutannya, Chelsea, mampu unggul secara skor atas Manchester United, namun kalah dalam urusan statistik.

    [​IMG]

    Opta mencatat, statistik Chelsea memang inferior, mulai dari penguasaan bola hingga jumlah tembakan (lihat tabel), dan itu belum termasuk akurasi umpan (71% berbanding 91%). Namun, secantik apapun angka-angka tersebut, kalau gagal mencetak gol sementara gawangnya kebobolan, jangan harap akan ada poin bonus. Sudah pasti nol besar.

    "Ketika Anda bermain sesuai strategi, maka Anda tidak akan terpengaruh dengan statistik. Yang Anda pedulikan hanyalah memetik poin. Saya suka menang dengan cara seperti ini!” ujar Mourinho selepas pertandingan yang digelar di Stamford Bridge itu.

    Laga tersebut mengingatkan publik pada pertarungan sejenis antara Mourinho dan Louis van Gaal di panggung lain yang lebih besar: final Liga Champions 2010. Ketika itu, Bayern Munich yang ditukangi Van Gaal bermain dominan dan menyerang seperti halnya United besutannya saat ini. Alih-alih, justru Internazionale-nya Mourinho yang keluar sebagai pemenang berkat taktik bertahan dan menyerang seefektif mungkin itu. Sepasang gol Diego Milito di masing-masing interval sudah cukup untuk membuat Bayern jengkel bukan kepalang.

    Kiranya, roh Milito, yang digunakan Mourinho sebagai senjata penusuk jantung lawan, hadir dalam sosok Eden Hazard pada bigmatch pekan ke-33 Liga Primer Inggris tersebut. Hazard, yang sangat difavoritkan memenangkan penghargaan PFA Player of The Year musim ini, mampu melakukan aksi ciamik di menit 38 dengan mengambil back-heel manis Oscar, melesat ke kotak penalti bak Sonic the Hedgehog, sebelum mengarahkan bola di sela-sela kaki David De Gea. Keren!

    Hazard mungkin sedikit kecewa setelah peluang emasnya di babak kedua hanya mengenai mistar sehingga ia gagal mencetak sepasang gol layaknya Milito. Tapi tidak apa-apa. Doktrin dari Mourinho telah mengajarkannya bahwa yang terpenting tetaplah hasil akhir alias menang. Ya, gol semata wayang sang sayap Belgia membuat The Blues kini tinggal berjarak delapan poin untuk resmi menggenggam erat titel Liga Primer.

    [​IMG]Dua Sejoli | Eden Hazard menerjemahkan sempurna pragmatisme Jose Mourinho.​

    Efisien dan solid. Itulah paradigma positif dari permainan Chelsea. Sepanjang 90 menit, John Terry dkk. terlihat kokoh dalam bermain defensif dan mampu meredam sosok kunci United seperti Wayne Rooney, Maruoane Fellaini, Juan Mata, dan Ashley Young yang dalam beberapa laga terakhir menjadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya.

    Sementara dari sisi negatif, ada kesan bahwa Mourinho kembali menerapkan taktik parkir bus. Diturunkannya bek sentral Kurt Zouma sejak menit pertama sebagai gelandang bertahan mendampingi Nemanja Matic semakin menambah kesan bahwa Chelsea sudah pasti akan tampil membosankan. Namun, tiga poin tetaplah tiga poin, tidak bisa tidak.

    Dengan demikian, setelah melihat tetek-bengek pragmatisme Mourinho yang lagi-lagi menuai kesuksesan, maka hanya keajaiban dan perang nuklir yang akan menghalangi langkah Chelsea untuk menjadi kampiun Inggris musim ini.

    Tapi, Mourinho harus tahu, taktik tersebut tidak selamanya sukses. Seperti teori mahasiswa makan mie instan plus nasi putih di atas tadi. Jika terlalu berlebihan maka dampaknya bisa buruk. Dua tahun lalu, Mourinho pernah merasakan getirnya pragmatisme yang overloaded tersebut sebagaimana Real Madrid besutannya, yang diberkahi lini serang dahsyat, terus ia paksa bermain menggunakan cara favoritnya itu. Hasilnya bisa dinilai sendiri.

    Ngomong-ngomong, Chelsea selalu meraih kemenangan dengan selisih satu gol semenjak kemenangan 2-0 atas Tottenham Hotspur di final Piala Liga, awal Maret lalu. Cepat atau lambat, kejenuhan pasti melanda dan Mourinho akan kena batunya. Jadi, Mou harus punya variasi taktik sehingga ia benar-benar layak disebut sebagai manajer spesial sejati.

    Di kubu seberang, Manchester United terus menggeliat bersama Louis van Gaal. Kekalahan dari Chelsea sejatinya tidak buruk-buruk amat. Malahan, terdapat benih-benih kesuksesan untuk musim depan. Van Gaal sendiri mengakui hal tersebut selepas laga.

    "Saya kecewa dengan hasilnya, namun saya puas dengan performa tim. Kami baru saja memainkan partai terbaik di musim ini. Kami adalah tim yang dominan, namun kami kalah. Dan dalam sepakbola, segalanya adalah tentang hasil akhir. Namun yang terpenting adalah kami terus melangkah maju dan kami mampu bermain secara tim dan atraktif,” tuturnya.

    Hikmah lainnya, United bertanding di laga ini tanpa empat penggawa kunci: sang metronom Michael Carrick, si pembelian terbaik musim panas Daley Blind, dan dua bek serbaguna mereka, Phil Jones dan Marcos Rojo. Apa jadinya jika kemarin United menghadapi Chelsea dengan kekuatan penuh? Alur cerita mungkin sedikit berbeda.

    Sekedar flashback singkat, United yang di awal musim 2014/15 banyak dicela -- meski tidak terlalu nyelekit seperti musim lalu -- ternyata mampu berproses dengan grafik meningkat. Dari yang tadinya tidak dijagokan mencapai zona Liga Champions, hingga kini sanggup menjadi tim yang membuat sang pemuncak Chelsea terpaksa mengeluarkan jurus pragmatisnya. Dari yang tadinya dikritik karena terlalu hobi menerapkan formasi 3-5-2 kini Van Gaal mau membuka mata dengan sistem empat bek.

    [​IMG]Cerah | Louis van Gaal dan pasukannya sudah punya fondasi sukses di musim depan.​

    Terlihat jelas bahwa Iblis Merah sedang mengusung bendera revolusi bersama Van Gaal. Ini persis seperti apa yang dilakukan Mourinho di musim 2013/14, di mana Chelsea berproses dari nol dan itu berdampak pada kegagalan meraih trofi satu pun, namun menuai hasilnya di musim ini.

    Tinggal bagaimana Van Gaal meramu skuat yang sudah terbangun dasarnya ini di musim depan. Ibarat membangun rumah, Van Gaal kini sudah menyusun kuda-kuda kokoh di segala penjuru, memasang batu bata untuk tembok pelindung, dan atap yang sudah siap menahan hujan badai. Van Gaal hanya kurang mengecat tembok, mengisi ruangan dengan furnitur, memasang listrik, air, gas, sehingga pada akhirnya rumah tersebut layak dihuni oleh sebuah keluarga bahagia, seperti di era Sir Alex Ferguson dulu.

    Pembelian sekaligus penjualan pemain di musim panas mendatang akan menjadi kunci. Penguatan di sektor depan dan belakang akan menjadi prioritas. Siapa saja mereka? Hanya Van Gaal yang tahu. Pasalnya, perhiasan mahal yang sudah disediakan klub semacam Radamel Falcao dan Angel Di Maria bahkan berani ia biarkan berkarat di bangku cadangan. Jadi, ekpektasi pemain baru United musim depan masih menjadi perdebatan seru. Namun satu hal yang jelas, jangan sampai David De Gea terlepas.

    Berbekal syarat seperti itu, bukan tak mungkin United bakal menjadi antagonis utama Chelsea di musim depan. Gelar liga ke-21 perlahan mulai terlihat samar-samar dari kejauhan.

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, Berpacu Dalam Pragmatisme Jose Mourinho & Revolusi Louis Van Gaal
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page