Liga Inggris Bisakah Antonio Conte Ulangi Kisah Sukses Juventus Di Chelsea?

Discussion in 'Bola' started by Bola, Apr 5, 2016.

Discuss Bisakah Antonio Conte Ulangi Kisah Sukses Juventus Di Chelsea? in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Di akhir musim ini, Guus Hiddink mungkin bakal mendapat pujian yang lebih semarak ketimbang Luigi Delneri jika sukses membawa Chelsea finis di peringkat ketujuh, posisi yang sama ketika Juventus arahan Delneri memungkasi musim 2010/11.

    Di sepanjang musim itu, Bianconeri sudah menghabiskan €60 juta untuk membangun skuat mereka bersama Delneri. Seiring ekspektasi yang meninggi, posisi ketujuh pun dianggap bukan tempat yang semestinya bagi tim sekelas Juventus.

    Kondisi serupa nyatanya sedang menjangkiti Chelsea. Posisi ketujuh dianggap menjadi target finis paling realistis bagi The Blues setelah kehancuran mereka bersama Jose Mourinho di paruh pertama musim ini. Hiddink kemudian datang untuk mengangkat Chelsea dari dasar laut dan telah membangun fondasi skuat yang cukup solid untuk suksesornya.

    Akan tetapi, peringkat ketujuh jelas bukan tempat yang layak bagi Chelsea untuk mengakhiri musim.

    SIMAK JUGA
    RESMI: Antonio Conte Latih Chelsea Musim Depan
    Antonio Conte Berambisi Sukses Di Chelsea
    Frank Lampard: Antonio Conte Sempurna Untuk Chelsea

    [​IMG]

    Antonio Conte lantas tiba di London dengan situasi serupa saat ia hadir di Turin: menangani sebuah tim yang sedang menurun performanya, diperkuat oleh sekumpulan pemain bintang bergaji mahal, dan tanpa kompetisi Eropa.

    Sebagaimana halnya Juventus, Chelsea adalah klub yang terbiasa untuk menang. Dalam 20 tahun terakhir ini, Chelsea tidak pernah finis di bawah posisi enam dan paling sering menempati tiga besar. Sejak dikuasai taipan minyak Rusia Roman Abramovich pada 2003, mereka mampu memenangkan empat titel Liga Primer Inggris dan satu Liga Champions.

    Jika Chelsea mencari seseorang yang secara spesifik kompeten dalam memimpin tim dari situasi anomali ini untuk kembali menjadi tim bermental juara, maka mereka tidak akan menemukan orang yang lebih baik selain Conte.

    Conte bakal meninggalkan Italia selepas Euro 2016 setelah tak betah dengan pola kehidupan pelatih timnas. Ia lebih terbiasa bekerja dengan basis harian alias menjadi pelatih di level klub. Conte pun telah memulai meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya sejak meninggalkan Juve pada 2014.

    "Tidak perlu diragukan lagi bahwa pelatih adalah sang arsitek dari kesuksesan ini. Dia [Conte] telah menghembuskan kehidupan baru di dalam skuat, merancang titik balik, dan mengembalikan identitas kami,” kata Claudio Marchisio di musim panas 2012 selepas Conte memimpin Juventus meraih Scudetto pertamanya yang kelak akan menjadi titik awal dari dominasi mutlak Si Nyonya Tua di Italia.

    [​IMG]

    [​IMG]

    Juve tak terkalahkan di Serie A di sepanjang musim itu. Mereka hanya dikalahkan oleh Napoli di final Coppa Italia sehingga gagal meraih double. Itu adalah perkenalan yang mengesankan dari Conte, seseorang yang telah mendedikasikan kehidupan sepakbolanya untuk Juve. Keterikatannya dengan klub, kota, dan fans tidak boleh dianggap sepele sebagai faktor yang menentukan kesuksesannya di Juve. Namun, Conte menghadirkan sesuatu yang lebih besar.

    Conte merancang rekonstruksi total di lini belakang Juve, yang di musim sebelumnya bersama Delneri kebobolan 47 gol. Conte mengidentifikasi ada kekuatan masif yang bisa muncul jika Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chiellini ditempatkan sebagai trio bek sentral. Maka terjadilah, Juve hanya kebobolan 20 kali di musim itu, rekor terbaik di Italia.

    Formasi 3-5-2 juga menghadirkan sistem yang sempurna bagi rekrutan anyar seperti Andrea Pirlo dan Aruto Vidal, serta pemain yang sudah ada di skuat seperti Claudio Marchisio. Marchiso, yang merupakan jebolan akademi klub dan dianggap sebagai golden boy, bahkan sempat dikabarkan bakal dijual, namun oleh Conte dijadikan sebagai aktor penting di lini tengah. Bonucci juga sempat kewalahan di musim perdananya di Juventus, tetapi kemudian menjadi bagian integral dari taktik Conte.

    Jadi, dalam membangun ulang skuat, segalanya bukan tentang menghambur-hamburkan uang untuk merekrut pemain baru, melainkan lebih kepada meningkatkan kualitas pemain yang sudah tersedia, baik secara fisik maupun mental.

    [​IMG]

    [​IMG]

    Dari kisahnya bersama Juventus, Conte bisa menghadirkan pertanda baik bagi fans Chelsea. Para pemain yang dikambinghitamkan atas keterpurukan tim di musim ini seperti Thibaut Courtois, Cesc Fabregas, Eden Hazard, dan Diego Costa bakal didorong Conte untuk kembali ke performa terbaik. Tak lupa para pemain tersebut bakal diintegrasikan dengan para pemain baru. Gonzalo Higuain disebut-sebut menjadi buruan utama Conte.

    "Target utama kami adalah kembali menjadi kandidat juara, agar sejalan dengan sejarah Juve. Kami akan melakukan segalanya untuk mengembalikan klub ini ke level yang seharusnya,” kata Conte ketika diperkenalkan pertama kali sebagai pelatih Juve. Well, pernyataan itu bisa diulangi Conte saat jumpa pers perdananya sebagai bos Chelsea.

    Jika ada kritik untuk menyerang Conte, maka itu adalah ketidakmampuannya untuk membawa Juve bersaing di level Eropa. Namun, kali ini Conte datang ke Stamford Bridge dengan bekal pengalamannya bersama Italia sehingga ia punya modal lebih baik untuk membawa Chelsea berpetualang di Eropa.

    Inilah Conte. Ia akan memasuki sebuah klub yang menuntut banyak hal darinya namun di satu sisi perlu ditata ulang. Sebagaimana yang telah dibuktikannya di Juve, Conte adalah pilihan terbaik untuk mengemban tugas ini.

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, Bisakah Antonio Conte Ulangi Kisah Sukses Juventus Di Chelsea?
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page