Liga Spanyol CATATAN: Serba Salah Jadi Pelatih Real Madrid

Discussion in 'Bola' started by Bola, May 26, 2015.

Discuss CATATAN: Serba Salah Jadi Pelatih Real Madrid in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,952
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Apa pun pencapaian pelatih Real Madrid, tampaknya tidak ada yang cukup memuaskan untuk menjadi jaminan bertahan lama di Santiago Bernabeu.

    Semuanya serba salah.

    24 Mei 2014, Carlo Ancelotti sukses mempersembahkan La Decima dengan memimpin El Real menggasak rival sekota Atletico Madrid 4-1 di final. Terlepas dari predikat sebagai penguasa Liga Champions dengan jumlah sembilan trofi, pantas digarisbawahi bahwa Madrid telah 12 tahun mengidam-idamkan titel kesepuluh tersebut, dengan dana lebih dari €1 miliar dikeluarkan untuk transfer pemain, termasuk dua penggawa termahal Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale.

    Penantian itu langsung dituntaskan Ancelotti pada kampanye debutnya bersama Si Putih, yang berakhir dengan dua gelar (plus Copa del Rey). Setelahnya ia menambahkan lagi sepasang titel: Piala Super UEFA dan Piala Dunia Antarklub, lengkap dengan rekor 22 kemenangan konsekutif jelang pergantian tahun.

    Bergeser hanya satu tahun dari momen kejayaan di Lisbon, prestasi sakral itu seperti langsung dilupakan. 25 Mei 2015, Senin kemarin, Ancelotti resmi harus lengser dari kursinya.

    [​IMG]

    La Decima bukan garansi direksi Madrid memberi kesempatan lebih kepada Ancelotti.​

    "Saya ingin mengumumkan bahwa direksi telah memutuskan untuk membebastugaskan Ancelotti sebagai pelatih. Ini keputusan yang sangat sulit bagi direksi, tapi kami meyakini keputusan ini yang terbaik untuk klub,” ungkap presiden Florentino Perez dalam konferensi pers.

    Sulit untuk sepakat dengan kalimat kedua dari sang bos besar, karena ia sepertinya menggonta-ganti pelatih semudah membalik telapak tangan.

    Menjauhnya gelar Eropa dari jangkauan Los Merengues tak lepas dari keputusan gegabahnya memecat Vicente Del Bosque. Pelatih berkumis tebal itu adalah orang terakhir sebelum Ancelotti yang mengantar Madrid mengangkat trofi Si Kuping Besar pada 2002.

    Namun, hanya setahun kemudian ia terpaksa angkat kaki dari Valdebebas. Saat itu Del Bosque menjuarai La Liga, tetapi gagal mempertahankan mahkota Liga Champions, dan pencapaian itu jadi ketuk palu penghakiman untuk memberhentikannya.

    Musim ini, di atas kertas Madrid sejatinya tidak nihil gelar, karena titel Piala Super Eropa dan PD Antarklub toh direngkuh dalam kampanye 2014/15, tapi Perez beserta jajaran petinggi klub tak mau tahu.

    Suara dukungan fans, yang terdengar menyanyikan nama Ancelotti dalam kemenangan 7-3 kontra Getafe pada laga terakhir liga, dan para pemain terhadap mantan bos AC Milan itu tidak digubris.

    "Pelatih hebat dan pribadi luar biasa. Semoga kami bekerja bersama musim depan,” kicau Cristiano Ronaldo di Twitter pascalaga tersebut, lengkap dengan fotonya bareng sang Italiano.


    Great coach and amazing person. Hope we work together next season. pic.twitter.com/HqHHGjGGUH

    — Cristiano Ronaldo (@Cristiano) May 23, 2015

    "Yang bisa saya katakan hanyalah dia pelatih dan pribadi hebat. Saya telah menampilkan permainan terbaik saya di bawah kepemimpinannya. Dia mempercayai saya sejak hari pertama. Terkadang, meskipun Anda tak memenangi trofi, bukan berarti Anda tak bagus,” timpal gelandang Luka Modric.

    Bukan hanya Del Bosque dan Ancelotti pelatih yang menjadi korban pendeknya sumbu kesabaran presiden Madrid, dan Perez pun bukan sosok tunggal di kursi kekuasaan klub yang amat sulit terpuaskan.

    Dalam dua musim era kepelatihannya pada waktu berbeda, Fabio Capello dipecat setelah membawa Madrid menjuarai La Liga 1996/97 (presiden Lorenzo Sanz) dan 2006/07 (Ramon Calderon). Sementara Sanz juga menendang keluar Jupp Heynckes usai mengantar Madrid merebut Liga Champions 1998 – yang pertama untuk klub setelah 32 tahun – tapi gagal di La Liga.

    Namun, Perez bisa dibilang merupakan salah satu presiden yang paling kejam, dan paling susah dipenuhi ekspektasinya. Ini adalah rezim keduanya dan suksesor Ancelotti, yang diumumkan pekan depan, akan menjadi pelatih kesepuluh Madrid di bawah kekuasaannya, ke-12 sejak klub melengserkan Del Bosque.

    Hanya di periode kedua saja, sudah tiga pelatih top menerima surat PHK dari Perez. Manuel Pellegrini mengumpulkan rekor poin terbanyak klub dalam semusim La Liga (sebelum dipertajam Jose Mourinho) dan hanya inferior dari Barcelona asuhan Pep Guardiola pada 2008/09. Konsekuensinya: pecat! Mourinho sukses meruntuhkan dominasi El Pep’s Team di Spanyol tapi dicap bermain terlalu pragmatis dalam laga besar dan menimbulkan terlalu banyak kontroversi. Konsekuensinya: pecat! Ancelotti telah mempersembahkan La Decima plus rekor kemenangan, memetik hasil seraya bermain cantik, tapi sedikit menurun pada paruh kedua musim ini. Konsekuensinya: pecat!

    [​IMG]

    Ironis, karena trio entrenador tersebut menempati tiga terbaik dalam rasio kemenangan klub.

    "Dia [Ancelotti] adalah pelatih yang memenangkan La Decima untuk kami, tapi tuntutan di sini sangat tinggi dan kami meyakini kami membutuhkan dorongan jelang memasuki era baru,” ujar Perez.

    Kalau setiap kegagalan – bahkan juga keberhasilan – harus selalu dijawab dengan "era baru” dan pelatih baru, jangan heran kalau sukses berkesinambungan jadi barang langka untuk Madrid.

    liga spanyol table, klasemen, seri b, malam ini, terkini, divisi 2, CATATAN: Serba Salah Jadi Pelatih Real Madrid
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page