Liga Inggris EKSKLUSIF Cesc Fabregas: Bagaimana Arsene Wenger Ubah Saya Jadi Bintang

Discussion in 'Bola' started by Bola, Jan 22, 2016.

Discuss EKSKLUSIF Cesc Fabregas: Bagaimana Arsene Wenger Ubah Saya Jadi Bintang in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    "Kadang sesuatu terjadi dan Anda tak tahu bagaimana itu bisa terjadi, tapi itu memang terjadi."

    Cesc Fabregas sudah ditakdirkan menjadi pesepakbola. Ia ditakdirkan mengenakan seragam dengan nomor punggung 4 seperti idolanya di masa kecil Pep Guardiola. Yang orang tidak tahu adalah di kota sedingin London di mana ia ditempa dan mendapatkan reputasinya sebagai salah satu gelandang terbaik di eranya.

    Barcelona memang klub yang diidolakannya, dicintainya dan menjadi klub yang paling sering dilihatnya di Nou Camp. Tapi hubungannya dengan klub tidaklah berjalan manis, bahkan sejak semua bermula.

    "Sebelum bergabung dengan Barcelona, saya menjalani trial dengan Albert Benaiges (yang menjalankan tim muda Barcelona). Itulah kali pertama saya mengenakan jersey Barcelona di laga resmi," ujar Fabregas secara eksklusif kepada Goal.

    [​IMG]

    [​IMG]

    Saat itu usianya belum genap sepuluh tahun, tapi ada satu hal yang diingatnya di ajang try-outs di La Masia, yaitu kehadiran anak yang tinggi, berambut pirang dan berposisi di bek tengah, yang merupakan bek hebat. Pemain itu adalah Gerard Pique, yang menjadi lawan main Cesc, yang kala itu bermain sebagai pemain depan. Dibutuhkan 15 tahun hingga akhirnya Guardiola menempatkannya kembali sebagai false nine di tim Barcelona.

    "Tapi mereka tak pernah memanggil saya kala itu," ujarnya.

    Dan Fabregas terus bermain di desanya, Arenys de Mar sebelum kemudian bergabung dengan Mataro, tim paling penting pesisir Maresme. Ia bermain di sana selama enam bulan. Staf pelatih dari tim kecil tersebut selalu tidak memainkan Fabregas ketika ada pencari bakat dari Barcelona datang.

    "Itu benar, mereka tidak memainkan saya ketika pencari bakat Barcelona datang menyaksikan pertandingan. Saya baru tahunya belakangan ini, tapi pada saat itu saya tak memahami apa pun," cerita Fabregas.

    Namun Rodolfo Borrell, pencari bakat kawakan, yang kini menjadi direktur kepelatihan di Manchester City, bisa mengetahui potensi dan bakat yang dimiliki Fabregas. Layaknya berlian, Fabregas dianggap masih kasar dan belum diasah, yang akhirnya diputuskan pemain yang kini membela Chelsea itu untuk dibawa ke La Masia, di mana ia kembali bertemu Pique.

    Setahun kemudian, Lionel Messi bergabung. "Dan kami memenangi semuanya," kenang Fabregas. "Kami hanya pemain muda tim B, yang bisa menang atas tim muda Espanyol A. Bakat yang kami miliki di tim tersebut merupakan yang terbaik di level junior."

    Akan tetapi, siklus yang seharusnya mereka jalani yang bisa membawa mereka ke tim utama dipotong pada 2003, sesaat sebelum dimulainya Piala Dunia U-17 di Finlandia, di mana ia menjadi pemain pengganti dan mengakhiri turnamen sebagai topskor. Adalah Arsenal yang kemudian mengajaknya bergabung ke Inggris…



    "Banyak hal yang membuat saya pergi ke Arsenal. Saya sangat senang di Barcelona, tapi kemudian saya melihat bagaimana pemain seperti Messi dan Pique naik ke tim junior A dan Rodolfo tak lagi berada di tim," cerita Fabregas.

    Di atas itu semua, perginya Joan Gaspart, presiden Barcelona pada 2003 membuat masa depannya menjadi buram, dan sesaat sebelum ulang tahunnya ke-16, kesempatan ke Arsenal muncul.

    "Mereka sudah menyaksikan saya bermain 48 kali sebelum berbicara dengan saya," ujar Fabregas mengenai kepindahannya ke London.

    [​IMG]

    Arsenal juga mengundang Cesc dan keluarganya ke London. "Kami diterima langsung oleh Arsene Wenger dan wakil chairman David Dein. Mereka mengajak saya latihan bersama tim utama di tahun pertama. Saya sama sekali tak mengerti. Apa yang mereka lakukan dengan anak kecil seperti saya? Saat itu musim panas, mengapa juga mereka tak liburan? Saya terkejut mereka menghentikan segalanya untuk anak sekolahan dari Barcelona."

    Tapi buat Wenger, Fabregas lebih dari sekadar anak sekolahan, yang pada akhirnya semua orang di dunia mengetahui potensi dan kehebatannya.

    "Mereka ingin memasukkan saya ke tim utama dalam waktu singkat, mereka sangat percaya pada saya, tapi saya tak mengetahui bahwa mereka menjual kepada saya sebuah mimpi. Memang benar Wenger mengorbankan liburannya di Prancis untuk menyaksikan saya dan membuat tawaran langsung buat saya. Itu sangat menentukan dan kami memutuskan mengambil jalan tersebut. Dan segalanya menjadi fenomenal kala setelahnya."



    Adaptasinya berjalan mulus, sebagian karena ia memiliki hubungan yang baik dengan Philippe Senderos di rumahnya di London, yang memiliki induk semang bernama Noreen.

    "Saya selalu memintanya memasak pasta dengan tomat dan keripik, makanan penutup favorit saya," ujar Fabregas.

    "Saya tak pernah masak sendiri karena saya tidak bisa, tapi saya membagikan daging yang dikirimkan keluarga saya. Adaptasi tak berjalan sesulit yang saya kira."

    Dan perkembangannya sangat pesat. "Tak bisa lebih baik lagi. Di usia 16 saya menjadi pemain termuda dalam sejarah klub yang melakoni debut, mencetak gol di Liga Primer dan juga di Liga Champions. Hal itu membolehkan saya mencapai level yang saya harapka setidaknya dalam 12 tahun dan hal itu sulit di saat ini. Semuanya lebih ke fisik dan kecepatannya luar biasa. Hal yang bisa Anda lakukan adalah terus melatih tubuh dan pikiran Anda, terus bertahan selama mungkin," ujar Fabregas.

    "Saya sangat beruntung bisa bermain di banyak laga final dan memenangi gelar, di antaranya di kompetisi yang cukup penting. Saya nyaris memenangi semuanya."

    [​IMG]

    Namun ada satu hal yang masih membuatnya penasaran. "Liga Champions. Ini sudah menjadi mimpi saya sejak kecil."

    Fabregas kini semakin matang dan sudah memenangi Piala Dunia, dan tak ada pikiran untuknya berhenti sebelum akhirnya dia menuntaskan siklus karirnya.

    "Saat ini, Bayern Munich dan Barcelona di atas tim lain, Real Madrid juga memiliki tim bagus, tapi semua tim lain tepat berada di belakang mereka."

    "Meski pun Chelsea bukan favorit, inilah sepakbola dan yang terbaik tak selalu juara. Bukannya tidak mungkin dan kami pastinya akan memberikan penampilan terbaik kami," tandasnya.

    Sepatu PUMA evoPOWER 1.3 yang baru memberikan Cesc Fabregas kekuatan lebih dalam tendangan saat latihan dan pertandingan.

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, EKSKLUSIF Cesc Fabregas: Bagaimana Arsene Wenger Ubah Saya Jadi Bintang
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page