Liga Spanyol EKSKLUSIF - Jorge Sampaoli: Pep Guardiola Pelatih Paling Imajinatif

Discussion in 'Bola' started by Bola, Mar 9, 2016.

Discuss EKSKLUSIF - Jorge Sampaoli: Pep Guardiola Pelatih Paling Imajinatif in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Jorge Sampaoli melantunkan pujian tinggi buat Pep Guardiola, yang dalam opininya merupakan pelatih paling imajinatif di jagat persepakbolaan dan piawai membuat anak-anak asuhnya menikmati permainan.

    Dalam karier kepelatihannya yang belum terlalu lama Guardiola telah merengkuh segudang prestasi. Pertama mengorbit berkat kesukesannya menakhodai Barcelona, pria Catalan itu melanjutkan kinerja impresifnya di Bayern Munich, dan pada musim depan ia bakal menukangi Manchester City di Liga Primer Inggris.

    Sebagaimana di Barca, di mana ia memberikan peran false nine untuk Lionel Messi yang sebelumnya lebih banyak beroperasi sebagai penyerang sayap kanan, di Bayern Guardiola juga melakukan beberapa eksperimen sukses, di antaranya mentransformasi Philipp Lahm menjadi gelandang bertahan dan memplot Arjen Robben sebagai striker lubang.

    "Ya [Guardiola adalah pelatih paling imajinatif], ia orang yang, bagi saya, memiliki imajinasi luar biasa karena ia mampu mengelola kegembiraan para pemainnya dengan sangat baik,” ungkap Sampaoli dalam interviu eksklusif dengan Goal.

    "Kegembiraan berkaitan dengan kreativitas. Kreativitas untuk menempatkan Robben dan Douglas Costa di sisi sayap pada satu laga, dan lebih ke depan pada laga berikutnya, dan membuat para pemain mengerti mereka melakukan itu untuk sebuah alasan.”

    [​IMG]

    [​IMG]

    [​IMG]

    "Ia mengubah winger menjadi penyerang, ia menempatkan Lahm di lini tengah atau bek sentral, para pemain memasuki lapangan dan bermain. Guardiola memiliki konsep jelas bahwa para pemain bisa memahaminya dan tidak melihat itu sebagai sebuah obsesi.”

    "Saya tidak terlalu menikmati sepakbola, saat saya ingin menikmati sesuatu saya pergi menonton film. Satu-satunya tim yang membuat saya antusias mungkin Bayern Munich. Saya melihat talenta individual di banyak pertandingan, tetapi saya tidak melihat tim-tim yang memantik antusiasme saya.”

    "Saya tidak banyak menonton sepakbola. Saya menonton pertandingan. Globalisasi membuat Anda menonton tujuh pertandingan dan mungkin di sana tak ada sepakbolanya sama sekali. Saya mungkin menemukan hal-hal lebih baik untuk sepakbola dengan menonton film. Karena di sana saya mungkin menemukan sesuatu yang saya butuhkan untuk tim.”

    SIMAK JUGA
    Sampaoli: Yang Bilang Messi Bukan Terbaik Bodoh
    Lahm: Titel Bundesliga Dalam Kuasa Bayern
    Pep Jelaskan Amarahnya Pada Kimmich​

    Sampaoli, yang masih tanpa tim sejak mundur dari bangku pelatih timnas Cile pada Januari, sempat dihubung-hubungkan dengan klub-klub seperti Chelsea dan Internazionale.

    Namun, kemungkinan Argentino 55 tahun itu bakal menangani tim top tampaknya tipis lantaran ia justru lebih tertantang untuk melejitkan tim-tim yang tidak masuk kategori elite, sebagaimana Cile yang dibawanya menulis sejarah menjuarai Copa America untuk kali pertama tahun lalu.

    "Saya ingin tetap mengkolonisasi tempat-tempat baru, dan berusaha mengubah kisah-kisah yang ada. Untuk belajara dari kultur-kultur berbeda. Sekarang ini saya lebih tertarik pada tantangan semaca itu ketimbang pergi ke klub besar Eropa,” papar Sampaoli.

    "Tugas terpenting saya haruslah berkaitan dengan mengubah sejarah. Para elite tidak terlalu menarik buat saya, saya justru ingin mengalahkan kelompok elite dari tempat lain.”

    Lebih lanjut, Sampaoli membeberkan resepnya untuk mengarsiteki langkah Cile ke tangga kampiun dalam turnamen Copa America 2015 di halaman rumah sendiri. Arturo Vidal cs. dipastikan berjaya berkat kemenangan adu penalti melawan negara Sampaoli, Argentina, via adu penalti di partai final.

    "[Kunci Cile juara adalah] memblok segalanya di sekitar kami dan menjelaskan tak ada keharusan yang sangat besar bagi tim untuk memenangi Copa,” urainya.

    "Karena Cile belum pernah memenangi apa pun selama 100 tahun, menempatkan tekanan pada kami adalah konyol dan kami akan menderita karena itu. Dari sana tim dibangun dengan cara bermain sebagai suatu obligasi, bukan dengan target mutlak untuk menjuarai turnamen karena itu akan menjadi bunuh diri.”

    "Saya tadinya tak pernah membayangkan diri saya akan pergi ke Cile [untuk menukangi tim nasional]. Sepakbola membawa saya ke banyak tempat dan alih-alih mengabaikan saya berencana untuk mengkolonisasi tempat-tempat tersebut. Ini telah menjadi masa belajar yang panjang, dan saya harus terus belajar sekarang.”

    liga spanyol table, klasemen, seri b, malam ini, terkini, divisi 2, EKSKLUSIF - Jorge Sampaoli: Pep Guardiola Pelatih Paling Imajinatif
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page