Liga Italia FOKUS: Tiga Masalah Untuk Roberto Mancini Di FC Internazionale

Discussion in 'Bola' started by Bola, Feb 14, 2015.

Discuss FOKUS: Tiga Masalah Untuk Roberto Mancini Di FC Internazionale in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,286
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Pertandingan menghadapi Palermo akhir pekan kemarin menimbulkan senyuman besar bagi pelatih Roberto Mancini. Skuat FC Internazionale menampilkan performa yang dicari-cari oleh pelatih asal Italia itu sejak kembali ke Giuseppe Meazza.

    Tim yang proaktif, mampu terus memberi tekanan dengan keseimbangan di lini pertahanan. Performa bagus, gol-gol dan juga tiga angka dalam kemenangan atas Palermo menimbulkan sedikit cahaya di lorong krisis yang dilalui Inter saat ini.

    Mancini menggeser formasi ke 4-3-3 dengan memasukkan Marcelo Brozovic, yang bagus dalam bertahan dan juga menyerang, di lini tengah, dan hal tersebut menjawab keinginan Mancini untuk menemukan keseimbangan, dengan lini pertahanan tidak terlalu banyak mendapatkan tekanan, sementara lini depan juga kerap menciptakan peluang.

    Penampilan mengesankan Brozovic saat melawan Palermo memaksa Mancini memuji sang pemain dengan menyebutkan bahwa dia memiliki kualitas seperti sosok gelandang Real Madrid, Luka Modric.

    "Saya senang dengan Brozovic karena dia muda dan tidak dalam kondisi 100 persen fit," sanjung Mancini, seperti dikuti di laman resmi Inter. "Dia punya kemampuan hebat dan dapat bermain sebagai bagian dari dua pemain lini tengah seperti yang dilakukan Modric untuk timnas Kroasia. Kami sangat senang mempunyai dia di sini."

    Kemenangan telak 3-0 mengangkat moril tim dan membuatnya semuanya bersatu dan bergembira. Tetapi, hasil positif tersebut masih menyimpan masalah. Ada pemain-pemain yang mulai cemas karena kehilangan posisi utama di tim, yaitu Mateo Kovacic, Hernanes dan juga Lukas Podolski.

    MATEO KOVACIC​
    [​IMG]

    Kedatangan teman dan juga rekan senegaranya, Brozovic, membuat Kovacic merasa senang, tetapi di saat yang sama, hal tersebut juga menutup pintu pemain utama untuknya.

    Kovacic memang menjadi salah satu pemain yang digadang-gadang menjadi andalan tim di masa depan, tetapi di era Mancini, ia masih belum menampilkan performa yang membuktikan bahwa ia adalah sosok dengan nomor punggung 10.

    Dengan Kovacic menjadi starter, Inter hanya berhasil memenangkan satu pertandingan di Serie A Italia, yaitu ketika mengalahkan Chievo Verona. Sementara, pada dua laga terbaik Mancini (menghadapi Genoa dan Palermo), nama Kovacic tidak ada dalam starting eleven.

    Kehadiran Brozovic yang mulai menunjukkan kemampuannya sebagai gelandang efektif, baik dalam bertahan dan juga menyerang, perlahan membuat peran Kovacic tergusur. Di posisi lebih menyerang, Mancini tampaknya juga akan lebih mempercayai Xherdan Shaqiri yang memiliki insting lebih baik dari gelandang Kroasia tersebut.

    HERNANES​
    [​IMG]

    Baru sekitar satu tahun silam, ia menjadi sorotan dalam bursa transfer musim dingin Inter. Hernanes menjadi pemain pertama yang diboyong oleh pemilik baru klub, Erick Thohir, dengan banderol 20 juta Euro dari Lazio.

    Sampai saat ini, ia masih bertahan di Inter, tetapi kontribusinya terus menurun di Meazza. Dalam 12 pertandingan terakhir, pemain asal Brasil tersebut hanya bermain sebanyak empat kali, tiga di antaranya menjadi starter.

    Dalam formasi 4-2-3-1, Hernanes kerap dipasang sebagai gelandang di belakang ujung tombak, namun dengan formasi 4-3-3, Fredy Guarin merebut posisinya. Pemain asal Kolombia tersebut dinilai lebih banyak memiliki pergerakan dan juga tidak kalah dalam hal tembakan jarak jauh.

    Tetapi meski demikian, pengalaman yang dimiliki oleh Hernanes sepertinya masih akan dibutuhkan oleh Mancini. Terutama dengan keterlibatan Inter di Liga Europa yang akan kembali digelar pekan depan. Sang pemain sendiri juga masih percaya diri akan tetap diberi kesempatan oleh Mancini.

    "Ia adalah pelatih yang hebat," sanjung eks gelandang Lazio tersebut. "Saat ia tiba, saya masih cedera, tapi ia selalu percaya pada saya. Kami punya hubungan kepercayaan yang baik."

    LUKAS PODOLSKI​
    [​IMG]

    Disambut sangat meriah ketika pertama kali menginjakkan kaki di kota Milan, Lukas Podolski dinilai akan menjadi jawaban untuk semua masalah Inter. Pemain Jerman tersebut cukup menjawab ekspektasi dalam beberapa pertandingan awal, yaitu ketika debut menghadapi Juventus dan ketika menjadi salah satu aktor kemenangan atas Sampdoria di Coppa Italia.

    Namun, lambat laun, kontribusi Podolski untuk tim mulai memudar. Ia tampil buruk ketika menjadi starter menghadapi Empoli (imbang tanpa gol), Torino (kalah 1-0) dan Sassuolo (kalah 3-1). Manajemen dan juga tim pelatih kurang terkesan dengan apa yang diperlihatkan oleh Poldi di atas lapangan dan juga saat sesi latihan.

    Alhasil, dalam beberapa pertandingan terakhir, Mancini jarang menurunkan dia sebagai starter, bahkan ia tidak dimasukkan dalam skuat Liga Europa. Hal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa La Beneamata tidak akan mempermanenkan statusnya di akhir musim dan akan dikembalikan ke Arsenal.

    liga italia seri a b, liga italia era digital, liga italia tabla, liga italia terkini, liga italia tvri, liga italia klasemen, FOKUS: Tiga Masalah Untuk Roberto Mancini Di FC Internazionale
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page