FREAK Flaw Hantui Pengguna Android dan Apple

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Mar 4, 2015.

Discuss FREAK Flaw Hantui Pengguna Android dan Apple in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. FREAK Flaw Hantui Pengguna Android dan Apple

    Peneliti keamanan di Amerika Serikat telah menemukan bahwa para pengguna Android & Apple dihantui oleh kerentanan yg bernama FREAK Flaw. Temuan para ahli tersebut menyatakan bahwa FREAK Flaw berpotensi membuka serangan siber bagi para pengguna Android & Apple yg berselancar di dunia maya. Ribuan situs yg ada di dunia saat ini sangat rentan terkena vulnerability dari FREAK Flaw tersebut. Di negara AS sendiri, hanya dua situs resmi pemerintah yg sudah melakukan update pada situsnya seperti Whitehouse.gov & FBI.gov. Hanya NSA yg berdasarkan lansiran dari Washington Post belum melakukan pembaharuan pada situs mereka.

    Perambah bawaan dari Android dipastikan rentan & begitu juga Safari. Se&gkan perambah Google Chrome diprediksi masih terbilang aman. Pihak Apple & Google tengah berjuang untuk mengeluarkan patch terbaru untuk menutup kerentanan tersebut. Juru bicara dari Apple mengatakan bahwa pada patch update berikutnya di OSX & IoS, kerentanan tersebut dijanjikan sudah bisa diatasi. Se&gkan pihak Google sendiri melalui juru bicaranya mengatakan bahwa mereka telah menyarankan pada pemilik situs Internet untuk menghentikan eksport sertifikat pada situsnya. Kami se&g membuat sebuah patch pada Android untuk melindungi koneksinya dari situs yg menghendaki a&ya eksport sertifikat. Tidak lama lagi, patch itu akan kami berikan pada mitra kami, ujar juru bicara tersebut.

    Apa itu FREAK Flaw? Para praktisi mengatakan bahwa kerentanan tersebut adalah zombie dari tahun 1990-an. Awal mula kerentanan tersebut muncul ketika pemerintah AS memberlakukan sebuah aturan untuk melarang eksport produk melalui enkripsi yg kuat. Alasannya adalah untuk mencegah penguatan enkripsi keamanan siber di negara lain. Sebaliknya, AS justru memberikan export-grade ke negara-negara lain.

    Alhasil, jalur lalu lintas Internet dalam sebuah situs yg aman tidak didukung oleh enkripsi yg kuat. Para peneliti yg menemukan kerentanan ini berhasil mengakali situs pada perambah Safari untuk menurunkan or downgrade sistem enkripsinya. Ketiadaan sistem enkripsi yg kuat pada situs tersebut menjadikan celah bagi penyerang untuk melakukan serangan man-in-the-middle. Pada akhirnya, penyerang dapat memonitor aktifitas apa saja yg terjadi dalam jalur komunikasi aman tersebut. Hingga saat ini, pemerintah AS masih mengritisi sejumlah perusahaan besar yg mengimplementasikan sistem enkripsi yg kuat. Pihak FBI menilai bahwa sistem enkripsi yg kuat hanya akan membawa dunia Internet ke arah yg jauh lebih gelap dari sekarang ini.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenFREAK Flaw Hantui Pengguna Android dan Apple diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page