Heboh! Ternyata 40 Persen Orang Jepang Jones Akut

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jun 25, 2015.

Discuss Heboh! Ternyata 40 Persen Orang Jepang Jones Akut in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,148
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Yo N3 Mania! Selamat membaca Heboh! Ternyata 40 Persen Orang Jepang Jones Akut.
    [​IMG]Yang kita bayangkan selama ini salah, 40% orang Jepang ternyata masih perawan & perjaka, bahkan banyak diantara mereka yg masihjones, alias jomblo ngenes tingkat akut.
    Dari berbagai pengaruh industri film dewasa, budaya gravure, & banyaknya fitur fan-service di game / pun film Jepang, membuat kita beranggapan bahwa banyak orang Jepang yg sudah tidak menjaga kesuciannya. Pernyataan itu benar, jika kita kembali ke era 80-an, dimana perekonomian Jepang masih stabil. Para era itu, orang Jepang terutama para gadis tidak malu jika mereka tak lagi perawan sebelum menikah. Meskipun mereka tak perawan lagi, hidup mereka masih terjamin dengan baik.

    [​IMG]Heboh! Ternyata 40 Persen Orang Jepang Jones AkutMerasa kamu paling jones di Indonesia? Tenang-tenang, orang Jepang lebih ngenes kok, ini buktinya 40% orang Jepang usia 30 tahun saat ini masih Jones!Share
    Abaikan

    window.onload = function() {onYouTubeIframeAPIReady("video_1", "-8jixGCF1pw");};[​IMG]Ke-Apatis-an Orang Jepang Untuk Berumah Tangga Mengancam Ekonomi GlobalBaca Juga
    Namun, dengan perkembangan jaman kini semua telah berubah. Kenyataannya orang Jepang masih banyak yg menjaga kesuciannya. Kini masa muda orang Jepang sudah tak lagi peduli tentang hubungan percintaan apalagi hubungan seks. Dari survey yg dilakukan pemerintah minggu ini menyatakan bahwa 40% (2 dari 5) orang Jepang usia dua puluh hingga tiga puluh tahun masih tidak mau memikirkan hubungan romantis dengan pasangan, bahkan mereka beranggapan bahwa hubungan percintaan tersebut “mengganggu.” Bahkan bagi mereka yg menginjak umur 40 tahun pun masih ada juga yg sudah kehilangan rasa ketertarikannya pada lawan jenisnya. Hal ini dibuktikan adanya kelas “Nude Art” yg membantu para pria untuk membantu para pria usia 40 tahun keatas untuk tertarik pada gadis.

    Survey lain di tahun 2010 mengatakan bahwa 25% (1 dari 4) dari pria Jepang usia tiga puluh tahun yg belum menikah masih perjaka. Dan untuk gadisnya juga tak jauh beda perbandingannya, hanya sedikit lebih kurang. Hal ini membuktikan bahwa semakin bertambahnya tahun, orang Jepang semakin tak peduli dengan hubungan romantis / bahkan hubungan seks. Bisa dibilang jones sejati. Haha.


    Jika dihubungkan dengan perekonomian Jepang yg mengalami stagnasi, bagaimana dampaknya jika hal ini terus terjadi hingga kedepannya? Jepang akan mengalami klise tua. Jika dihitung, pada tahun 2060 mendatang, populasi orang Jepang bakal turun hingga lebih dari 30%. Dan lebih parahnya 2 dari 5 jumlah populasinya dipenuhi warga yg berusia lebih dari 65 tahun. Hal ini makin memperburuk perekonomian di Jepang tentunya.

    [​IMG]

    Salah satu dari pria setengah baya yg masih perjaka, mau memberikan pendapatnya tentang “ketidak pedulian” orang Jepang saat ini tentang hubungan romantis. Sebut saja ia Takashi Sakai yg kini berusia 41 tahun & belum pernah sekalipun berkencan dengan wanita. Sakai menjelaskan alasannya yaitu:

    1
    Menjadi Apatis dalam Hubungan Seksual

    [​IMG]

    [​IMG]Potret Kehidupan Para Disposable Workers di Jepang yg MenyedihkanBaca Juga
    Sakai mengatakan bahwa “Ketika seorang pria pada umumnya melihat wanita & tertarik, ia akan mengajak kecan, memegang tangannya, mencium, & sebagainya.” Lalu tambahnya “Namun itu tak terjadi padaku. Seharusnya hal itu datang secara natural oleh pria, tapi aku tak pernah merasakannya.” Hal inilah yg membuatnya menjadi apatis dalam hubungan seksual. Dan hal ini tidak hanya ia rasakan sendiri, banyak pria berusia 40 tahun keatas mengikuti kelas “Nude Art” yg diselenggarakan oleh perusahaan White Hand. Mereka diberi pelajaran untuk menggambar bentuk tubuh gadis telanjang. Pelajaran yg ini mampu membantu para pria setengah baya kembali tertarik dengan para gadis & mencoba untuk berkeluarga.

    Menjadi apatis dalam hubungan seksual ini mengakibatkan masalah serius di Jepang. Hingga kini Jepang memiliki populasi paling cepat menua di dunia. Jika para warganya tidak menghasilkan anak yg cukup, dikhawatirkan tidak mampu mempertahankan kesehatan ekonomi Jepang di tahun-tahun mendatang.

    2
    Takut Menderita Karena Patah Hati

    [​IMG]

    Berbeda dari drama Jepang yg berkisah mudahnya para pemuda Jepang jatuh cinta, orang Jepang yg sesungguhnya justru sangat susah untuk jatuh hati kepada pasangannya. Dari pengakuan para pria setengah baya yg mengikuti kelas White Hand, mereka memiliki pengalaman nyata yg kurang terhadap lawan jenisnya. Menurut Shingo Sakatsume, pekerja di White Hand mengatakan “Di Jepang, banyak hal yg lebih menarik dibanding cinta & seks. Yaitu: anime, komik, game, & olah raga.” Tambahnya “Mengapa kamu harus memilih cinta & seksual, jika ada hal lain yg menyenangkan tanpa adanya potensi untuk merasakan sakit & menderita (hal ini merujuk pada sakitnya patah hati).”

    Ilusi sebuah hubungan romansa yg sempurna & takutnya seseorang gagal dalam hubungannya menjadi beberapa penyebab orang Jepang malas untuk memulai hubungan pacaran. Termasuk Takashi Sakai yg mengaku hingga diumurnya yg mencapai 41 tahun mengaku belum pernah sama sekali berpacaran ataupun mencium gadis. Lebih parahnya, ia tak pernah mengatakan hal ini kepada teman ataupun keluarganya.

    3
    Susahnya Cari Duid Untuk Hidup di Jepang

    [​IMG]

    Kehidupan di Jepang sangat berat. Apalagi dalam masa 20 tahun terakhir, dimana ekonomi Jepang mengalami stagnasi, semua orang Jepang sangat susah untuk mencari uang. Untuk membiayai diri sendiri aja susah, apalagi untuk membiayai istri & anak-anak. Jika kamu ingat artikel sebelumnya, ada saja orang Jepang yg hanya bisa tinggal di warnet untuk tinggal karena tak mampu membeli / menyewa rumah. Menurut Sakatsume “Status ekonomi & pendapatan bulanan terkait erat dengan harga diri orang Jepang. Berpenghasilan rendah berarti harga dirinya rendah.” Untuk itulah banyak orang Jepang yg kehilangan hasrat untuk berkeluarga.

    [​IMG]

    Nah, bagaimana menurut pembaca? Apakah kamu masih merasa kurang beruntung menjadi orang Indonesia? Atau masih merasa tidak ada yg lebih jones dibanding kamu?

    var td_screen_width = document.body.clientWidth; if ( td_screen_width >= 1200 ) { /* large monitors */ document.write(''); (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); } if ( td_screen_width >= 1019 && td_screen_width < 1200 ) { /* landscape tablets */ document.write(''); (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); } if ( td_screen_width >= 768 && td_screen_width < 1019 ) { /* portrait tablets */ document.write(''); (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); } if ( td_screen_width < 768 ) { /* Phones */ document.write(''); (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); }

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Heboh! Ternyata 40 Persen Orang Jepang Jones Akut diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber

    Forum N3 Nyit-nyit.net membahas Video games, indie games, standalone games, plugins, free games, game extensions, expansion packs, game episode, game cheat, cara curang, cheat engine, game mods, modifications, mods, development, total conversions, modification, enhancement, games, plugins, addons, extensions, episode, expansion packs. We talks about latest Game Cheats, Cracks, Keygens and Hacks. Hacks & Cheats and trainers for many other multiplayer games. Free download games, hacks, cheats tools, projects, graphics. We create Hacks for Games,Cheats Tools,Trainer Tools. Hack,Cheats,Hack iOS Games,Hack Android Games,Cheats facebook games, Online games hack. Heboh! Ternyata 40 Persen Orang Jepang Jones Akut.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page