Indonesia Hanya Dapat Serpihan Kue

Discussion in 'Berita Online' started by sholeh, Jan 16, 2020.

Discuss N3 - Indonesia Hanya Dapat Serpihan Kue in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. sholeh TK 0 Kecil Level 1

    Messages:
    91
    Likes Received:
    8
    Trophy Points:
    33
    Game:
    Tidak Ada
    [​IMG]

    “Hore, menang!” terdengar luapan kegembiraan dari empat orang anak muda yang tengah duduk melingkar di meja makan sebuah warung makan. Masing-masing dari mereka memegang gawai dengan posisi landscape. Terlihat di layar terdapat tulisan “WINNER WINNER CHICKEN DINNER” dengan huruf kapital berwarna kuning emas. Tulisan yang menandakan seseorang atau suatu tim berhasil memenangkan gim Playerunkown’s Battlegrounds (PUBG).

    Gim yang memiliki tujuan akhir untuk bertahan menjadi orang terakhir yang berhasil bertahan hidup ini sedang digandrungi akhir-akhir ini. Bahkan sejak awal kemunculannya, PUBG mendapat antusias yang luar biasa. Saat pertama kali dirilis pada Maret 2017 melalui Steam untuk Xbox dan perangkat komputer, dalam kurun waktu sembilan bulan berhasil menjadi salah satu gim terlaris.

    Kepopuleran PUBG pun membuat salah satu pengembang asal Cina, Tencent bekerja sama dengan PUBG Corp merilis versi ponsel untuk gim ini. Kemudian pada 7 Desember 2018 secara resmi PUBG Corp merilis gim ini untuk Playstation 4 (PS4).

    “Saya suka main gim ini (PUBG) karena seru aja. Kami diajak untuk berpikir tentang strategi untuk menjadi yang terakhir bertahan hidup. Selain itu, peta yang luas juga memberikan sensasi tersendiri saat memainkan gim ini,” ujar Arsya Baharin, salah satu dari empat anak muda yang berkumpul tadi.

    Selain dari faktor gameplay, Arsya menyukai gim ini karena grafisnya yang bagus. Bahkan menurut pengakuannya jika grafis diatur dengan kualitas tertinggi, tampilan gim akan semakian nyata. Menurutnya grafis yang bagus akan memanjakan mata dan membuat betah untuk memainkan gim ini.

    “Dalam sehari saya bisa memainkan gim ini hingga tiga jam lebih. Bisa juga main sampai larut malam. Tergantung dari mood dan ada teman yang ikut main bareng atau enggak,” kata Arsya sambil bersiap untuk memainkan lagi gim kesukaannya itu.

    Sebelum PUBG, kesuksesan yang sama juga pernah dirasakan oleh Mobile Legend (ML). Gim yang memiliki tujuan akhir untuk menghancurkan markas musuh ini bahkan pernah menempati urutan teratas dalam gim populer di Google Play Store. Ketika populer di mana-mana orang memainkan gim ini.

    Mobile Legend itu seru banget. Gak hanya main serang-serang aja, tapi harus menyiapkan strategi sedemikian rupa buat menang. Dalam gim ini juga harus melihat apa yang musuh lakukan, dan siapkan item untuk melawan musuh. Itu yang menurut saya seru, melatih kemampuan mengambil keputusan dengan cepat,” ujar Mumammad Malik Hasan, salah satu orang yang kecanduan memainkan gim Mobile Legend.

    Menurut orang yang sering disapa Malik itu, Mobile Legend dapat menarik perhatiannya karena di dalamnya ada berbagai Hero (karakter) yang menarik. Setiap kemampuan dari karakter itu menurutnya menghadirkan pengalaman bermain yang luar biasa. Belum lagi, ada karakter Gatot Kaca yang terinspirasi dari cerita wayang Indonesia.

    Hero dengan nuansa Indonesia menurut saya menjadikan gim ini lebih menarik lagi. Meskipun sejujurnya saya jarang memakai hero tersebut,” serunya.

    Saat ini, Mobile Legend memiliki lebih dari 200 juta pengguna yang terdaftar secara global, 70 juta di antaranya berasal dari Indonesia. Gim bergenre multiplayer online battle arena (MOBA) ini memiliki 170 juta pengguna aktif per bulan.

    “Pengguna aktif bulanan dari Indonesia jumlahnya 50 juta lebih, dan itu merupakan yang paling besar dibandingkan negara-negara lain,” ucap Operational Manager Moonton Indonesia, Dimaz Wiratama S. seperti yang dikutip dari liputan6.com.

    Kesuksesan PUBG dan Mobile Legend hanya segelintir dari banyaknya gim yang sukses di pasar Indonesia. Hal tersebut dapat terjadi karena media atau platform untuk memainkan gim semakin marak di Indonesia. Sebut saja smartphone, yang kini tidak hanya dimanfaatkan untuk bersosial tapi juga bermain gim.

    Berdasarkan data dari We Are Social and Hootsuite, jumlah pengguna telepon seluler (ponsel) di Indonesia sampai Januari 2018 mencapai 177,9 juta pengguna. Jumlah ini meningkat sebesar 1% dari Januari 2017. Kurang lebih bertambah sekitar 2 juta pengguna.

    We Are Social dalam hasil riset yang dipubliskan di websitenya (wearesocial.com) pun menyebutkan aktivas bermain gim berada di posisi ketiga dalam pemaanfaatan gawai selama seminggu. Posisi pertama ditempatkan oleh pengunaan mesin pencari, kemudian disusul oleh menggunakan media sosial.

    Sementara itu menurut survei yang dilakukan oleh Newzoo, pada tahun 2018 pengguna smartphone (ponsel pintar) di Indonesia menyentuh angka 73 juta pengguna. Jumlah itu diiringi dengan angka penetrasi pengguna ponsel pintar mencapai 27,4 persen. Angka pengguna smarthphone ini merupakan terbantak keenam di dunia, dan ketiga di Asia-Pasifik.

    Terjadinya perbedaan data antara We Are Social dan Newzoo disebabkan oleh terminologi yang mereka gunakan. We Are Social dalam surveinya mendata semua jenis ponsel, baik itu ponsel biasa maupaun ponsel pintar. Sementara itu, Newzoo melakukan survei hanya pada pengguna ponsel pintar. Mereka mendefiniskan ponsel pintar sebagai sebuah perangkat yang memiliki layar sekitar 7 inci dan dengan berbagai sistem operasi (OS),

    Newzoo pada tahun 2018 mengeluarkan suvei terbaru terkait dengan pasar gim secara global. Dalam data yang dikeluarkan oleh Newzoo,perputaran uang pada industri gim global mencapai 137,9 miliar dolar Amerika Serikat. Dengan rincian sebagia berikut, daerah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika uang yang berputar sejumlah 28,7 miliar dolar Amerika Serikat. Amerika Latin sebesar 5 miliar, Amerika Utara menyentuh 32,7 miliar. Kemudian yang terbesar ada di Asia-Pasifik, perputaran uang menembus angka 71,4 miliar dolar Amerika Serikat.

    Lebih lanjut lagi Newzoo membagi perputaran uang itu berdasarkan perangkat yang digunakan untuk memainkan gim. Urutan pertama ditempati oleh gim ponsel (smartphone game) dengan jumlah uang mencapai 56,4 miliar dolar. Peringkat kedua ditempati oleh gim perangkat komputer (gim unduhan) dengan angka 28,6 miliar dolar. Kemudian ada gim konsol dengan 34,6 miliar dolar. Lalu diikuti dengan gim tablet dengan 13,9 miliar dolar. Di urutan terakhir ada gim komputer (gim browser) dengan perputaran uang sebesar 4,3 miliar dolar.

    Geliat pada dunia gim juga ditunjukan pada perilaku pecinta gim yang disurvei oleh Newzoo. Dari data yang mereka keluarkan dapat dilihat, 66 persen pencinta gim menonton video dengan konten gim. Kemudian 45 persen memainkan gim dari berbagai perangkat. Sebesar 56 persen pemain gim memiliki perangkat headset untuk bermain gim.

    Pergerakan industri gim di Indonesia juga tidak kalah panas dengan yang terjadi secara global. Di Indonesia pada tahun 2017 perputaran uang yang terjadi di industri gim mencapai 879 juta dolar. Jumlah ini meningkat pada tahun 2018 menjadi 1,130 miliar dolar. Belum lagi data mengenai populasi pemain gim yang berhasil didata oleh Newzoo. Menurut Newzoo populasi pemain gim di Indonesia mencapai angka 43,7 juta.



    Data di atas bila dilihat dari perspektif industri dan bisni dapat dikatakan sebagai “ladang emas” bagi para industri gim. Apalagi dalam beberapa tahun belakangan ini orang Indonesia sering kali memainkan gim yang dianggap sedang viral. Sebagai contohnya gim Tahu Bulat, sempat masuk dalam jajaran gim populer di Google Play Store dan bersaing dengan gim seperti Pokemon Go dan Clash of Clan.

    Perputaran uang yang ada pada industri gim tanah air sayangnya hanya dinikmati oleh pengembang gim luar negeri. Seperti yang dikutip dari merdeka.com, pengembang gim dalam negeri hanya menikmati satu persen dari total perputaran uang yang ada.

    “Masalahnya, seberapa banyak porsi yang didapatkan para pengembang di Indonesia? Itu jumlahnya kecil. Baru mencapai 1 digit atau 1 persen saja,” ungkap Narendra Wicaksono, Ketua Asosiasi Game Indonesia (AGI) di Jakarta saat diwawancara oleh merdeka.com Selasa, 10 Juli 2018.

    Bila perputaran uang yang dalam industri gim di ibaratkan sebagai satu loyang kue, maka pengembang gim lokal tidak dapat satu potong kue pun. Mereka hanya dapat serpihan-serpihan hasil potongan kue tersebut. Serpihan itu memang masih dapat dirasakan dalam mulut, tapi tidak akan membuat kenyang.

    Kondisi ini memprihatinkan. Padahal pasar gim di Indonesia saat ini sedang bagus-bagusnya. Dikutip dari Tirto.id, puncak perkembangan gim Indonesia bisa dibilang terjadi pada tahun 2016. Contohnya gim Tahu Bulat yang tadi disebutkan. Kesuksesan Tahu Bulat menandakan, gim Indonesia bisa mendapat tempat di masyarakat.

    Salah satu pengembang gim lokal independen yang mengembangkan gim Paw Pow untuk platform android, Fahrizky Putra merasa pengambangan gim dalam negeri semakin berkembang. Ia beralasan semakin banyak orang Indonesia yang meluncurkan gim di internet, terutama melalui Google Play Store.

    “Sekarang gim buatan Indonesia terutama yang sudah diluncurkan, mampu membuat pecinta gim menyukainya, salah satunya dari grafis. Banyak gim buatan Indonesia yang tidak kalah keren dan seru,” ujar Fahrizky.

    Lead Artist Toge Production, Hendry Roesly menyampaikan, industri pengembangan gim di Indonesia saat ini sedang berkembang sangat pesat. Saat ini banyak studio-studio gim independen yang bermunculan di Indonesia.

    “Bagi saya itu (banyaknya studio gim) sangat menyenangkan karena sekarang semakin banyak orang yang mulai membuka mata terhadap perkembangan industri game lokal,” ujarnya.

    Dengan kondisi seperti itu, membuat pengembang gim lokal saat ini berlomba-lomba untuk memasarkan produknya masing-masing. Menghadapi kondisi demikian, pengembang gim lokal memiliki strateginya tersendiri.

    Fahrizky Putra dan timnya yang mengembangkan gim Paw Pow untuk platform android. Dalam memaksimalkan potensi tersebut, mereka memilih menganalisa gim seperti apa yang disukai orang Indonesia. Karena saat ini prioritas utama meraka ialah memenangkan pasar di Indonesia.

    Sementara itu, Toge Production ingin mendorong terbentuknya kolobarasi antara progamer dan game desaigner melalui sebuah platform bernama “Koalisi Kemakmuran”. Para desainer gim dengan programer yang saling membutuhkan akan dipertemukan dalam plaftorm tersebut.

    “Banyak pengembang gim indie di Indonesia yang memiliki potensi besar. Namun kesulitan untuk mengembangkan gim yang mereka kembangkan. Kesulitan lain ialah menemukan tim yang ada. Koalisi Kemakmuran ini kami harap bisa mempermudah jalan mereka untuk membuat produk gim yang berkualitas,” ujarnya

    Salah satu yang menjadi masalah dalam industri gim di Indonesia yaitu kualitas sumber daya manusia (SDM). Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf) dalam webstite resminya menyebutkan, jumlah kualitas sdm yang berkualitas untuk indusrti pengembangan aplikasi dan gim masih sangat kurang.

    Ketua Prodi Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), Saiful Akbar

    menyampaikan hal serupa. Ia berpendapat kualitas SDM untuk pengembangan gim masih kurang bagus. Pun dengan SDM untuk pengembangan program komputer pada umumnya.

    “Dari diskusi saya dengan teman-teman industri, itu (kualitas SDM) memang masih kurang. Jumlah SDM banyak, tapi yang memenuhi harapan industri itu tidak banyak,” kata Saiful.

    Salah satu wacana yang berkembang dalam pemerintahan ialah membentuk prodi-prodi baru potensial di perguruan tinggi, salah satunya pordi pengembangan gim. Namun menurut Saiful ini bukanlah langkah yang bijak.

    “Program S1 diarahkan tidak semata-mata ke dalam industri yang langsung spesifik. Tapi dia juga mampu mempunyai kapasitas untuk meneliti dan melanjutkan studi lebih jauh,” serunya.

    Prodi khusus pengembangan game menurut Saiful mungkin bagus untuk industri. Tapi, dampak jangka panjang tidak terlalu bagus. Karena keahliannya sudah spesifik di awal, kemampuan berkembang tidak terlalu kuat.

    Berita ini bersumber dari Please sign in/up to view this image/link
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page