Industri Game Indonesia Dimata Dunia

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Oct 7, 2013.

Discuss Industri Game Indonesia Dimata Dunia in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    7,625
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    <p style="text-align: justify;">Hei Gamers,</p><p style="text-align: justify;">Beberapa waktu lalu baru saja diadakan acara diskusi yang diselenggarakan oleh Binus dan bekerja sama dengan Duniaku, yang membahas tentang perkembangan industri game di Indonesia. Mengambil tema 'Play in Global Market', acara yang dibuka untuk umum dan diadakan di ruang Auditorium Binus Anggrek lt.4, berhasil menarik perhatian peserta baik dari dalam kampus maupun luar.</p><p style="text-align: center;"><img src="http://www.indogamers.com/system/upload/media/pictures/525215601ffd31381111136checkpoint-play-in-the-global-market-hires.jpg" alt="Industri Game Indonesia Dimata Dunia" width="550" height="389" /></p><p style="text-align: justify;">Diskusi panel yang diadakan hari jumat 4 Oktober 2013 kemarin, mengundang beberapa pembicara yang berasal dari developer game indonesia yang berhasil menembus prestasi dunia. Para pembicara yang ikut berbagi pengalaman dalam acara diskusi tersebut diantaranya adalah:</p>Dien Wong (Altermyth)Indra Gunawan (Artoncode)Anton Soeharyo (Touchten)Arief Widhiyasa (Agate Studio)<p style="text-align: justify;">Dalam acara diskusi panel tersebut, para pembicara banyak bercerita tentang bagaimana perkembangan industri game di Indonesia yang sampai saat ini masih cukup kecil. Mr Dien Wong yang merupakan senior Developer dari Altermyth membagikan pengalamannya ketika beliau berkunjung ke acara bergensi game di Asia yaitu Tokyo Game Show. Mr Wong mengatakan bahwa Tokyo Game Show 2013 kemarin, merupakan acara yang sangat hebat ketimbang tahun lalu.</p><p style="text-align: justify;">Jumlah pengunjung yang kala itu bertambah drastis membuat acara semakin meriah. "Beberapa Booth yang berasal dari Indonesia yang menempati acara TGS 2013 kemarin posisinya sedikit terpencil dan kurang strategis ketimbang tahun lalu", kata Mr Wong. &nbsp;Adapun pengalaman lain yang dibagikan oleh pembicara lain selama TGS 2013 kemarin. Para Developer yang berasal dari Indonesia akrab dan bercengkrama dengan asiknya. Tidak ada aroma persaingan yang membedakan dari mana perusahaan dan prestasi mereka.</p><p style="text-align: center;"><img src="http://www.indogamers.com/system/upload/media/pictures/525218269476a1381111846_mg_7875.jpg" alt="" width="550" height="366" /></p><p style="text-align: center;"><img src="http://www.indogamers.com/system/upload/media/pictures/525218294de5e1381111849_mg_7876.jpg" alt="" width="550" height="366" /></p><p style="text-align: justify;">Altermyth, Artoncode, Touchten maupun Agate Studio sama-sama bangga membawa bendera Indonesia pada TGS 2013. Perkembangan industri game Indonesia saat ini memang sedang dipantau oleh beberapa publisher dari Jepang seperti Square Enix, Konami, Bandai, dll.&nbsp;Anton Soeharyo pembicara dari Touchten yang sudah sangat berpengalaman dalam bidang pengembangan game, bahkan beliau saat ini bekerja di Jepang dan menikah dengan orang Jepang karena karirnya dan prestasi beliau yang mengharuskanya tinggal di Jepang.</p><p style="text-align: justify;">Dengan tidak malu bpk Anton memperkenalkan budaya indonesia dengan para publisher Jepang. Menurutnya, selama ini Industri game indonesia kalah dari Jepang dikarenakan oleh masalah 'culture'. Selain itu dukungan pemerintah akan perkembangan game di Indonesia kurang dirasakan sehingga kadang masih tersandung masalah izin dan juga finansial.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Arief Widhiyasa dari Agate Studio menambahkan bahwa sewaktu mereka bekerja sama dengan Square Enix untuk mengembangkan game terbaru mereka Sengokuixa, sang publisher raksasa dari Jepang tersebut melihat pasaran game indonesia masih sepi. "Industri game Indonesia itu bagaikan lautan biru yang ditengah-tengah laut terdapat pusaran air. Maksudnya, peluang menciptakan dan menjual game di Indonesia itu sangat luas bagaikan lautan biru. Tapi biarpun luas, tidak mudah untuk memasuki pasar Indonesia", ucap Mr Wong.</p><p style="text-align: center;"><img src="http://www.indogamers.com/system/upload/media/pictures/52521834425fe1381111860_mg_7877.jpg" alt="" width="550" height="366" /></p><p style="text-align: justify;">Anton Soeharyo yang sudah lama bekerja di Jepang mengatakan bahwa perkembangan game indonesia dan Jepang itu berbeda 20 tahun. Ditambahkan oleh&nbsp;Arief Widhiyasa dari Agate Studio ketika Square Enix berkunjung ke markas Agate,&nbsp;Mr Hayato Sawada yang kala itu datang mewakili Square Enix mengatakan bahwa suasana kerja di markas Agate adalah suasana 20 tahun lalu Square Enix memulai bisnisnya.</p><p style="text-align: center;"><img src="http://www.indogamers.com/system/upload/media/pictures/52521842640151381111874_mg_7880.jpg" alt="" width="550" height="366" /></p><p style="text-align: center;"><img src="http://www.indogamers.com/system/upload/media/pictures/525218427deeb1381111874_mg_7881.jpg" alt="" width="550" height="366" /></p><p style="text-align: justify;">Pada penutupan, keempat Developer senior ini berharap bahwa kedepannya lebih banyak Developer indonesia yang diundang ke Tokyo Game Show. Lebih banyak lagi game yang bisa diperkenalkan disana. Bukan cuma game melainkan budaya. Budaya indonesia yang sangat kaya tentunya harus diperkenalkan. Optimis akan kemajuan game di Indonesia yang terus maju menjadi modal utama para developer dalam memajukan usaha mereka.(Afg)</p></div>

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page