Insider Threat Berkembang Akibat IoT

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Oct 10, 2016.

Discuss Insider Threat Berkembang Akibat IoT in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    16,087
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Insider Threat Berkembang Akibat IoT

    [​IMG]

    Perkembangan Internet of Things (IoT) ternyata diiringi pula oleh perkembangan insider threat. Menurut Michael Xie, Chief of Technology (CTO) dari Fortinet menyatakan bahwa sudah banyak perusahaan yg terus melakukan upaya edukasi pada karyawannya tentang bahaya cyber. “Hal itu memaksa penyerang untuk berpikir dua kali bila ingin meretas perusahaan dari sisi eksternal,” ungkap Michael. Ia melihat bahwa penyerang justru menargetkan titik terlemah dalam rantai keamanan informasi yaitu manusia.

    Setidaknya ada tiga hal yg diutarakan oleh Michael mengapa insider threat kini akan tren beberapa tahun ke depan. Yaitu:

    Semakin banyak adopsi perangkat ponsel milik karyawan di dalam enterprise. Perangkat ponsel mereka ini biasanya tidak diamankan dengan baik & menjadi titik lemah yg akhirnya bisa disusupi oleh para peretas untuk masuk ke dalam organisasi.Pertumbuhan eksponensial perangkat IoT. Versi awal & versi terbaru perangkat IoT tidak dirancang dengan fitur keamanan bawaan di dalamnya, ini akan sangat memakan sumber daya & sulit sekali untuk diamankan.Kemajuan dalam teknik peretasan.
    Titik terlemah tersebut dalam pandangan Michael dapat termasuk ponsel karyawan yg tidak diamankan, / tempat kerja dengan akses terbatas ke data perusahaan. “Titik-titik lemah ini biasanya berada di segmen nilai rendah di dalam jaringan perusahaan,” ungkapnya.

    “Sekali peretas masuk & berpijak, mereka kerap mampu untuk bergerak mengakses aset berharga yg ada di dalam jaringan dengan cukup mudah , padahal aset berharga ini cenderung dilindungi sangat ketat hanya dari penyerang eksternal, bukan penyusupan serangan dari dalam,” jelas Michael.

    “Dengan semakin meningkatnya serangan yg berasal dari segmen lemah di dalam jaringan, garis yg membedakan antara lalu lintas trusted dengan untrusted menjadi kabur,” sambungnya. Ia menjelaskan pula bahwa mengandalkan hanya firewall saja di dalam jaringan tidak lagi cukup – organisasi harus menata ulang arsitektur jaringan mereka, seperti internal firewall yg dapat membatasi alur malware dari satu segmen ke segmen yg lain di dalam jaringan organisasi.

    Hasil riset dari Forrester menunjukkan bahwa enterprise sudah membangun perimeter yg kuat, namun para pelaku kejahatan cyber yg terorganisir juga telah merekrut insider & mengembangkan metode baru penyerangan yg dapat dengan mudah menerobos perlindungan keamanan perimeter yg telah ditata ulang oleh organisasi. “Pakar keamanan & risiko keamanan saat ini harus membangun keamanan menyeluruh di dalam jaringan, bukan hanya pada perimeter saja,” tandas Michael.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenInsider Threat Berkembang Akibat IoT diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page