Komunitas Teknologi di Indonesia

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Dec 30, 2015.

Discuss Komunitas Teknologi di Indonesia in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,761
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Biasanya, komunitas didirikan karena ada kesamaan minat antar para anggotanya. Karena tergabung dalam wadah yg sama, tiap anggota bisa berbagi / mendapatkan informasi dari anggota yg lain. Walaupun ada juga yg memanfaatkan komunitas untuk sekadar bersosialisasi / memperluas jaringan.

    Di Indonesia, yg identik dengan budaya silaturahmi, komunitas tumbuh dengan subur. Terlebih sejak akses internet makin luas & mudah, penyebaran komunitas tidak terbatas pada satu daerah tertentu saja, namun bisa mencakup seluruh Nusantarabahkan dunia. Nah, bicara soal teknologi, berikut adalah sejumlah komunitas berbasis teknologi yg ada di tanah air.

    Masing-masing mewadahi minat yg berbeda-beda, mulai dari sesuatu yg diminati orang banyak hingga yg sangat teknis. Apa saja? Yuk, kita simak daftar berikut ini.
    1. AbletonIndo
    [​IMG]

    Bisa ditebak dari namanya, AbletonIndo merupakan komunitas bagi para pengguna perangkat lunak digital audio workstation (DAW) Ableton Live. Namun, pada perkembangannya, komunitas ini juga mewadahi pengguna software DAW lainnya, termasuk keluaran Native Instruments.

    Bisa dibilang, komunitas ini tergolong aktif baik secara online maupun offline. Kegiatan offline yg diadakan pun tak hanya kumpul-kumpul saja, tetapi juga workshop & live performance. Selain itu, secara reguler komunitas ini merilis album kompilasi bertajuk All for Live! berisi karya-karya para anggotanya yg dibuat menggunakan Ableton Live.
    2. Indovidgram
    [​IMG]

    Indovidgram, yg berasal dari kata Indonesia, video, & Instagram, merupakan komunitas video yg menggunakan media sosial Instagram. Terbentuknya komunitas yg berdiri pada 6 April 2014 berawal dari ide Benakribo, yg dikenal sebagai seorang blogger & creativepreneur. Ia melihat perkembangan Instagram & video yg diunggah ke Internet akan terus naik pada tahun 2014, ketika Instagram menambahkan fitur unggah video.

    Anggota komunitas ini dipersilakan membuat video berdasarkan kategori-kategori yg telah ditentukan, kemudian menambahkan tagar #indovidgram. Nantinya, para pendiri Indovidgram yg juga berperan seabagai kurator akan me-repost video buatan anggota komunitas. Proses kurasi dilakukan setiap hari bedasarkan kategori video pada hari tersebut. Hingga Desember 2015, Indovidgram telah mencapai 2,5 juta follower dengan lebih dari 700.000 konten bertagar #indovidgram.
    3. IoT for Bandung
    [​IMG]

    Jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia, Bandung tergolong sebagai salah satu kota yg “padat” dengan insan-insan kreatif. Tak heran jika perkembangan internet of things, yg menuntut ide-ide kreatif demi menghasilkan produk inovatif & fungsional, tumbuh dengan pesat di kota ini.

    Adalah IoT for Bandung, komunitas yg mewadahi para anggotanya untuk bisa saling berbagi & belajar tentang segala hal yg berbau IoT. Selain sebagai sarana networking antar anggotanya, yg memiliki latar belakang developer software & hardware serta terdiri dari mahasiswa, profesional, & tukang oprek (biasa disebut sebagai ngoprekers),komunitas ini juga sering menginformasikan kegiatan-kegiatangathering, event, maupun kompetisi tentang IoT.
    4. Drone Indonesia
    [​IMG]

    Komunitas ini berawal dari perkumpulan penggemar drone buatan Parrot & DJI. Karena perkembangan drone semakin ramai, akhirnya dibentuk komunitas yg menggabungkan semua merek drone, yaitu Komunitas Drone Indonesia.

    Menerbangkan drone tidak boleh sembarangan & harus mengikuti peraturan yg berlaku, karena menyangkut keselamatan, baik pilotnya sendiri maupun orang yg ada di sekitar lokasi penerbangan. Atas alasan tersebut, komunitas ini memberikan pelatihan dasar untuk menghindari hal-hal yg tidak diinginkan saat menerbangkan drone.

    Selain itu, tersedia juga tim advokasi yg siap membantu jika ada anggotanya yg terlibat masalah hukum. Kegiatan lain yg sering diadakan antara lain gathering, latihan terbang, & terkadang ada perlombaan aerial photography antar anggota.
    5. GProID
    [​IMG]

    Awalnya, komunitas ini bernama GoProID. Namun, oleh GoPro, mereka tidak diperbolehkan menggunakan nama GoPro sebagai nama komunitas. Akhirnya, komunitas yg didirikan pada 23 Februari ini pun berganti nama menjadi GProID.

    Meski berpusat di Jakarta, GPro ID yg juga aktif di KASKUS dan Twitter memiliki cabang-cabang di kota lain. Jadi, para pengguna action camera GoPro yg bergabung dalam komunitas ini berbagi hasil karyanya dengan pengguna lain. Selain itu, mereka juga dapat sambil berkenalan & belajar teknik-teknik penggunaan GoPro dengan pengguna lainnya, baik di kotanya sendiri maupun dengan anggota komunitas dari kota lain.

    Baca juga: Seberapa Penting Nilai Komunitas bagi Sebuah Startupatau Bisnis Lainnya?
    6. iKaskus
    [​IMG]

    Mirip seperti beberapa komunitas lain yg berada di daftar ini, iKaskus merupakan komunitas pengguna iPhone yg berawal dari forum KASKUS. Namun, kebanyakan anggota yg bergabung dengan komunitas ini bukan pengguna iPhone biasa, melainkan mereka yg suka dengan aktivitas jailbreak & tweaking iPhone-nya.

    Oleh karena itu, komunitas ini sering berbagi tweak-teak terbaru, baik lewat thread resminya di KASKUS, Twitter, / channel YouTube. Jenis video lain yg diunggah ke YouTube cukup beragam. Selain tweak, ada juga video tentang unboxing & review iPhone & perangkat Apple terbaru lainnya, misalnya iPad / Apple Watch.
    7. Code for Bandung


    Isu ekonomi, kesehatan, lingkungan, & transportasi adalah tantangan yg umum dihadapi oleh sebuah kota, termasuk Bandung. Namun, semua tidak bisa dihadapi oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi & ide inovatif dari masyarakat.

    Terinspirasi dari Code for America, Bandung mengadakan inisiatif berupa gerakan komunitas Code for Bandung agar para warganya dapat menciptakan aplikasi-aplikasi maupun teknologi IoTdengan memanfaatkan open data yg disediakan pemerintah kotayang mampu menjawab tantangan-tantangan tersebut.
    8. FOWAB
    [​IMG]

    Secara singkat, Forum Web Anak Bandung, / FOWAB, adalah komunitas kreatif yg terhubung via internet. Jadi, jika kamu merasa kreatif & menggunakan internet, kamu dapat bergabung dengan komunitas yg berbasis di Bandung ini.

    FOWAB rutin mengadakan gathering & workhshop dengan topik seputar IT. Meski begitu, komunitas ini tidak tertutup untuk orang dengan latar belakang IT saja. Siapa pun yg merasa berjiwa kreatif & punya tujuan yg sama, yaitu ingin memajukan bangsa ini dengan kreativitasnya, dapat mengikuti kegiatan-kegiatan komunitas ini.

    Saat ini, situs FOWAB sedang tidak aktif, tetapi kamu dapat mem-follow akun Twitter / Facebook mereka untuk mengetahui aktivitas mereka.
    9. Sobat Budaya
    [​IMG]

    Ada jutaan data budaya di Bumi Nusantara. Sementara data yg terhimpun di situs Budaya Indonesia baru menyentuh angka 20 ribu. Sehingga diperlukan partisipasi publik yg lebih luas dalam proses inventarisasi data kebudayaan Indonesia.

    Karena alasan tersebut, Yayasan Sobat Budaya didirikan pada tanggal 7 Juli 2014. Tujuannya adalah untuk membangun & mengembangkan Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, serta mendorong upaya pelestarian, penelitian, promosi, pendidikan, partisipasi & apresiasi masyarakat kepada pengembangan budaya Indonesia.

    Salah satu program komunitas Sobat Budaya adalah Gerakan Sejuta Data Budaya yg mengajak publik dengan menggunakan internet untuk berpartisipasi menghimpun dokumentasi budaya yg ada di sekitarnya secara crowdsourcing. Selain bisa dilakukan lewat situs Budaya Indonesia, publik juga dapat menyumbang dokumentasi budaya lewat aplikasi mobile.

    Untuk saat ini, aplikasi Info Budaya telah telah tersedia untuk platform iOS, Android, & Blackberry.
    10. Pebblenesia
    [​IMG]

    Meskipun jam tangan pintar (smartwatch) Pebble belum tersedia secara resmi di Indonesia, para penggunanya dapat bergabung dalam komunitas Pebblenesia. Komunitas yg berawal dari sebuah thread di KASKUS ini tidak hanya aktif di dunia maya, tetapi juga kerap mengadakan acara offline seperti gathering / meet-up. Tujuannya, agar para anggotanya bisa saling mengenal secara langsung, selain juga bisa mengobrol & berbagi informasi seputar Pebble.

    Komunitas ini juga aktif di Instagram. Hingga akhir Desember 2015, akun tersebut sudah memiliki 3.400-an follower. Selain banyak memberikan update tentang Pebble, terkadang diadakan juga kuis berhadiah untuk meramaikan suasana. Akun Instagram Pebblenesia juga sering me-regram foto Pebble para anggotanya.

    Baca juga: Meetup Komunitas Tech in Asia Pertama, Seru Banget!

    Ada komunitas teknologi yg menurut kamu wajib ada di daftar ini? Informasikan ke kami lewat kolom komentar, ya!

    (Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page