Kulina, marketplace penghubung tukang masak dan konsumen

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Jan 6, 2016.

Discuss Kulina, marketplace penghubung tukang masak dan konsumen in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,755
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Masalah utama dari bisnis kuliner bukan hanya bagaimana menyediakan makanan yg berkualitas & tempat yg bagus yg membutuhkan modal besar. Melainkan mencari orang-orang yg akan menikmati makanan tersebut.

    Berkaca dari kondisi tersebut, Andy Fajar Handika melalui aplikasi Kulina, sebuah marketplace yg menghubungkan catering / juru masak rumahan (dapur mitra) langsung dengan para pembeli.

    Kami ingin membuat proses & pengelolaan pemesanan, pembayaran & pengantaran berjalan dengan mudah. Sehingga dapur mitra hanya fokus pada hal yg benar-benar mereka kuasai, yaitu memasak makanan Ungkap Andy kepada Tech in Asia.

    [​IMG]

    Kulina menggunakan sistem pre-order. Artinya pengguna harus memesan makanan sehari sebelumnya dengan minimal pemesanan tiga hari ke depan. Hal ini memungkinkan pengguna untuk memesan makanan sekaligus untuk beberapa hari ke depan seperti layanan catering pada umumnya.

    Kemudian untuk pembayaran selain menggunakan metode pembayaran melalui kartu kredit & transfer bank. Kulina juga menerapkan sistem Wallet yg bisa diisi oleh pengguna terlebih dahulu, & kemudian digunakan untuk bertransaksi.

    Menariknya, Kulina juga menerapkan sistem kode promo pada Wallet seperti apa yg pernah dilakukan oleh GO-JEK. Jadi apabila kamu mendapat kode promo tertentu bisa disimpan ke dalam Wallet.

    Setiap pengguna juga mempunyai kode unik personal yg bisa dibagikan kepada teman-temannya melalui media sosial untuk mendapatkan saldo Wallet senilai Rp25,000. Pemilik kode juga akan mendapatkan saldo tambahan dengan nominal yg sama apabila ada kode promo tersebut digunakan.

    Hal menarik lain yg saya temukan di aplikasi Kulina adalah layanan konsumen yg selalu sedia menjawab berbagai pertanyaan kamu seputar layanan ini.

    Sejauh ini, Andy mengklaim telah menerima 300 lebih pendaftaran yg berminat sebagai sebagai dapur mitra. Akan tetapi mengingat terdapat proses seleksi & kurasi, belum banyak menu makanan yg tersedia di aplikasi Kulina.

    Disinggung mengenai model bisnis. Andy mengungkapkan bahwa Kulina akan mengambil komisi sebesar 15 persen dari setiap pesanan makanan ke dapur-dapur yg telah bekerja sama dengan Kulina.
    Cerita di balik Kulina
    Insanity is doing the same thing over and over again, but expecting different results

    Kutipan dari Albert Einstein yg menjadi perumpamaan perjalanan Andy mendirikan bisnis kuliner dari offline ke online.

    Ia bisa dibilang seorang serial entrepreneur di bisnis kuliner. Andy sempat mendirikan restoran fisik yg bernama FoodFezt pada tahun 2007 di Yogyakarta. Kemudian beralih ke binis online dengan mendirikan Makan Diantar, layanan delivery makanan di kota yg sama pada pertengahan tahun 2014 lalu. Dan tahun ini Andy fokus mengembangkan Kulina di Jakarta.
    [​IMG]Tim FoodFezt. Sumber gambar: Medium

    Baca juga: Dari Dapur Fisik ke Ranah Online, Inilah Kisah Startup Delivery Makanan asal Yogyakarta MakandiantarDengan Kulina, Andy mencoba memecahkan masalah orang-orang yg suka memasak & ingin memulai bisnis kuliner.

    Mendirikan bisnis kuliner seperti restoran memerlukan biaya yg besar untuk menyewa & membangun restoran. Belum lagi urusan pengelolaan dapur & melakukan marketing untuk menarik pengunjung.

    Problem inilah yg ingin dipecahkan Andy melalui Kulina. “Jadi siapapun yg mempunyai dapur & mempunyai kemampuan memasak makanan lezat bisa memulai bisnisnya dengan di Kulina, tutur Andy kepada Tech in Asia.

    Disamping itu dengan sistem pre-order. Para dapur mitra menjadi lebih efisien dalam mengelola inventory mereka. Karena mereka hanya akan memasak sesuai pesanan.
    Persaingan bisnis kuliner yg ketat
    Startup on-demand delivery makanan bisa dibilang kian menjamur di tanah air. Beberapa startup yg menjadi kompetitor Kulina secara langsung maupun tidak adalah layanan catering online seperti Berry Kitchen & Black Garlic. Begitu juga layanan delivery makanan seperti GO-FOOD, Klik-Eat, & FoodPanda.

    Bagaimanapun Andy mengungkapkan bahwa ia menargetkan target pengguna yg berbeda dengan layanan on-demand delivery makanan yg tersedia di pasaran sekarang.

    Andy mengungkapkan bahwa dengan sistem pre-order Kulina, mereka (para pengguna) punya pilihan untuk bisa merencanakan dengan lebih baik makanan apa yg akan mereka konsumsi hingga beberapa hari ke depan.

    Sistem ini mungkin bisa menjadi solusi bagi orang-orang yg ingin makan teratur. Akan tetapi bagi kamu yg ingin layanan on-demand delivery makanan di waktu yg sama, rasanya Kulina bukanlah solusi yg cocok bagi kamu.

    (Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page