Liga Italia Lima Pelajaran Besar FC Internazionale

Discussion in 'Bola' started by Bola, May 16, 2015.

Discuss Lima Pelajaran Besar FC Internazionale in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,952
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    FC Internazionale dipastikan gagal meraih satu trofi sama sekali musim ini setelah tersingkir pada babak perempat-final Coppa Italia, kemudian terdepak di babak 16 Besar Liga Europa dan hanya memburu posisi zona Liga Europa di Serie A Italia.

    Pergantian presiden tahun lalu dan kemudian disusul dengan pergantian pelatih kepala di tengah musim ini, membuat Internazionale banyak melakukan perubahan, baik dari sisi manajemen hingga taktis di atas lapangan. Hal itu membuat performa La Beneamata musim ini tidak konsisten, naik turun, dan akibatnya nihil trofi di akhir musim.

    Lalu bagaimana dengan musim depan? Apa yang bisa menjadi pelajaran dan apa yang harus dilakukan oleh Nerazzurri untuk kembali menjadi salah satu kekuatan raksasa di Italia, bahkan Eropa?


    Tetap Percaya Pada Proyek Erick Thohir​
    [​IMG]
    Pebisnis Indonesia, Erick Thohir, telah mengakuisisi FC Internazionale sejak pertengahan musim lalu. Sang presiden telah mengungkapkan bagaimana ia menjalankan proyek di klub barunya tersebut, yaitu membangun Inter dengan pemain muda dengan kombinasi pemain berpengalaman, seperti yang ia ungkapkan kepada Goal Indonesia.

    "kami ingin membangun tim yang tadi usia rata-ratanya 26,5 tahun. Kita mau meremajakan skuat Inter agar lebih muda dua tahun. Kita mau ada formula bahwa ada pemain dari akademi, ada bintang masa depan, ada pemain berpengalaman, itu keseimbangan yang coba kita lakukan," ujar Thohir.

    Hal tersebut memang sudah terlihat dengan bagaimana ia menggaet Hernanes (28 tahun) dan Danilo D'Ambrosio (25 tahun) pada bursa transfer musim dingin 2013/14. Keberhasilan menggaet gelandang asal Lazio tersebut juga seolah menunjukkan ambisi yang dimiliki oleh sang presiden baru.

    Di musim panas 2014/15, Thohir lebih leluasa untuk mewujudkan keinginannya, bersama Walter Mazzarri (pelatih Inter saat itu), mereka menggaet pemain-pemain muda seperti Dodo, Rene Krhin dan Yann M'Vila, dan dipuncaki dengan pembelian pemain berpengalaman Gary Medel dari Cardiff City dan juga kedatangan Nemanja Vidic dari Manchester United dengan bebas transfer.

    Thohir kemudian kembali menunjukkan kepiawaiannya di bursa transfer pada musim dingin, dalam waktu bursa yang relatif singkat, ia berhasil mengamankan jasa pemain-pemain seperti Xherdan Shaqiri, Lukas Podolski dan Marcelo Brozovic.

    Tidak hanya dalam mendatangkan pemain, Thohir juga membuktikan janjinya dengan tidak tergesa-gesa dalam melepas pemain. Seperti yang diketahui, beberapa pemain 'buangan' Inter kerap menjadi bintang besar di klub lain sebut saja Andrea Pirlo, Leonardo Bonucci hingga Philippe Coutinho.

    Batalnya barter antara Fredy Guarin dan Mirko Vucinic dari Juventus menjadi bukti ketegasan Thohir. Ia juga terus ngotot mempertahankan dua bintang muda tim, Mauro Icardi dan Mateo Kovacic, yang kerap dikaitkan dengan klub-klub besar Eropa lain.

    Melihat bagaimana Thohir menjalankan proyeknya di Giuseppe Meazza sejauh ini, ia bisa dikatakan cukup sukses mengingat ia juga disibukkan dengan revolusi manajemen. Seperti yang diketahui, Thohir membenahi tubuh manajemen klub dengan mendaratkan sosok berpengalaman seperti Michael Bolingbroke dari Manchester United dan juga mencopot jabatan sosok yang dianggap kurang mumpuni seperti Marco Branca.

    Dengan manajemen yang mulai kokoh dan bersinergi, maka fokus Thohir di musim ke depan bisa disalurkan sepenuhnya ke dalam pengembangan skuat. Bila tidak ada rintangan yang muncul tiba-tiba, seperti kendala Financial Fair Play, proyek Thohir di Inter diyakini akan semakin menarik!


    Mulai Proyeksi Transfer Musim Panas​
    [​IMG]
    Internazionale juga sudah harus menatap bursa transfer musim panas jika ingin kembali bersaing musim depan, pembenahan di beberapa sektor tim musti dilakukan.

    Persiapan transfer musim panas pada kompetisi tahun ini bisa dikatakan sebagai salah satu biang kegagalan Inter. Bukan karena tidak berjalan baik, tetapi perubahan pelatih di tengah musim membuat transfer-transfer yang dilakukan tidak maksimal karena setiap individu pelatih memiliki kebutuhan pemain yang berbeda. Oleh karena itu, Inter harus segera mengebut kebutuhan pemain yang diinginkan oleh Mancini.

    Dan hal tersebut sepertinya disambut dengan tangan terbuka oleh manajemen. Sejauh ini, Inter santer dikabarkan akan mendatangkan Yaya Toure dari Manchester City.

    Seperti yang diketahui, Mancinilah yang mengeluarkan performa terbaik pemain berusia 32 tahun tersebut ketika ia menggaetnya dari Barcelona pada musim 2010/11. Toure diyakini akan menjadi solusi dari inkonsistensi lini tengah La Beneamata dan juga akan menjadi salah satu pemain kepercayaan Mancini.

    "Ya, benar. Kami menginginkan Toure. Seberapa besar peluangnya? Saya tidak tahu. Tetapi yang jelas, kami akan melakukan apapun untuk mendapatkannya,” ungkap Thohir.

    [​IMG]

    Selain Toure, Inter juga harus memikirkan bagaimana membenahi sektor bek sayap, yang menjadi zona paling rawan disusupi musim ini. Para fullback Inter saat ini kebanyakan memiliki kemampuan menyerang yang bagus, namun tidak diimbangi dengan kualitas bertahan yang mumpuni, sebut saja Yuto Nagatomo dan juga Dodo.

    Alhasil, Juan Jesus dalam beberapa laga terakhir dipaksa untuk menjadi bek kiri, meski kurang piawai dalam menusuk sisi lapangan dan melakukan umpan silang, setidaknya kemampuan bertahan pemain asal Brasil itu bisa menutup lubang di pertahanan tim. Hanya Danilo D'Ambrosio dan Davide Santon yang memiliki kualitas cukup seimbang, namun untuk bisa bersaing di level tertinggi? Sepertinya belum cukup.

    Salah satu opsi yang mungkin bisa diwujudkan adalah menggaet Aleksandr Kolarov dari Manchester City. Pemain berusia 29 tahun tersebut merupakan salah satu transfer yang dilakukan Mancini di City pada 2010/11, atau berbarengan dengan kedatangan Toure. Namun, Kolarov menampilkan performa brilian dalam periode terakhir musim ini, sehingga City tampaknya akan semakin enggan melepasnya.


    Pertahankan Bintang & Pemain Potensial​
    [​IMG]
    Selain mendatangkan pemain baru, mempertahankan pemain potensial yang sudah di tim juga menjadi hal krusial apabila Inter ingin bisa bersaing untuk memperebutkan prestasi di level tertinggi.

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, melepas pemain yang tepat sepertinya bukan menjadi keahlian dari La Beneamata. Beberapa pemain yang dijual justru menjadi bintang besar seperti Pirlo, Bonucci ataupun Clarence Seedorf. Dan hal tersebut tidak boleh terulang lagi!

    Penjualan Coutinho ke Liverpool dengan harga murah, yaitu sebesar £8,8 juta, pada musim 2012/13 menjadi pelajaran paling mutakhir bagi manajemen Inter, mempertimbangkan bagaimana pemain asal Brasil itu menjadi salah satu pemain paling bersinar di Liga Primer Inggris.

    Mauro Icardi, Mateo Kovacic dan Samir Handanovic menjadi pemain yang paling banyak diburu klub lain saat ini. Inter wajib dengan sekuat tenaga memastikan mereka bahagia dan mau melanjutkan masa bakti bersama Inter musim depan.

    [​IMG]

    Namun hal tersebut bisa sulit diwujudkan karena Inter terganjal peraturan Financial Fair Play, di mana klub sudah mendapatkan denda €6 juta dari UEFA, sehingga tim hanya bisa mengeluarkan dana transfer dari pemasukan yang didapat dari penjualan pemain.

    Jadi, meski Thohir tidak ingin melepas pemain muda, Inter bisa 'terpaksa' melakukan penjualan yang tidak diinginkan demi mendapatkan dana untuk bursa transfer.

    "Tanpa Liga Champions, kami harus membiayai transfer kami sendiri," ujar Piero Ausilio. "Kami harus menjual jika kami ingin membeli. Kami ingin mempertahankan Samir Handanovic, Mateo Kovacic, dan Mauro Icardi. Mungkin kami akan mengorbankan pemain yang sedang dipinjamkan atau, sayangnya, pemain muda kami."


    Manfaatkan Pemain Akademi​
    [​IMG]
    Pemain dari tim akademi Nerazzurri mendapatkan jatah spesial tahun ini, beberapa pemain telah melakoni debutnya untuk tim senior, yaitu Assane Gnoukouri, George Puscas, Gaston Camara dan Andrea Palazzi, sementara Isaac Donkor juga menjalani debut di Serie A musim ini.

    Dari pemain-pemain tersebut, yang paling mencolok tentu saja penampilan dari gelandang asal Pantai Gading berusia 18 tahun, Gnoukouri. Pemain dengan tinggi 180 cm tersebut tampil menawan ketika menjadi starter pada laga derby della Madonnina menghadapi AC Milan dan saat Inter menumbangkan AS Roma di Meazza.

    "Gnoukouri bisa berubah menjadi pemain hebat," ujar Mancini."Saya melihatnya saat latihan dengan tim utama untuk pertama kalinya pada November, ketika saya baru saja mendarat di klub ini."

    "Ketika itu, saya tidak menyukai gaya mainnya. Saya melihatnya lagi di Viareggio, di mana kami memainkan laga yang sempurna, dan saya membawanya kembali bersama kami, saya menyukai dia."

    [​IMG]

    Dengan mendapatkan pengalaman berharga di musim ini, pemain-pemain muda Inter tersebut diharapkan bisa lebih matang lagi di musim depan sehingga mampu memaksimalkan peran mereka dengan lebih baik lagi.

    Di tim akademi Inter juga masih ada beberapa pemain potensial yang belum mendapatkan kesempatan di tim senior, seperti gelandang Michele Rocca dan bek tengah Eloge Koffi Yao Guy, yang sama-sama berusia 19 tahun.

    Pemanfaatan pemain akademi akan sangat berguna apabila Inter tidak bisa memaksimalkan bursa transfer karena kendala Financial Fair Play, dan dengan bimbingan dari pemain-pemain senior, mereka bukan hanya bermanfaat dalam jangka pendek tetapi juga dalam jangka panjang.


    Fasilitasi Kebutuhan Roberto Mancini​
    [​IMG]
    Sejak ditunjuk untuk kembali menukangi La Beneamata pada November silam, Roberto Mancini sangat terlihat kesulitan untuk mengeluarkan performa konsisten dari timnya. Grafik naik turun menjadi santapan sehari-hari, dalam sepuluh laga perdana comeback-nya di semua ajang, ia mengantar Inter meraih tiga kemenangan, tiga kekalahan dan empat hasil imbang.

    Hal tersebut dimaklumi oleh presiden Erick Thohir mengingat pelatih asal Italia tersebut harus bekerja sama dengan pemain-pemain yang sudah ada.

    "Kita kontrak Mancini 3,5 tahun, bahkan kalau bisa lebih dari 3,5 tahun kalau semuanya baik sesuai target. Kita perlu stabilitas. Kita perlu stabilitas pada figur pelatih yang sangat bagus karena bangun klub itu butuh dua hingga tiga tahun. Nah ini kita perlukan dari Mancini. Kebetulan, Mancini satu visi dengan kita, bahwa memang Inter ini mesti kembali [ke era kejayaan]," ungkap Thohir kepada Goal Indonesia.

    Kepercayaan tersebut mulai menampakkan hasil di periode akhir musim 2015/16, dengan semakin beradaptasinya pemain-pemain veteran seperti Nemanja Vidic, kembali tajamnya duet Rodrigo Palacio dan Mauro Icardi, dan tentu saja dengan semakin piawainya para pemain Inter menjalankan strategi Mancini.

    Dalam tujuh pertandingan terakhir, Inter memetik empat kemenangan dan sisanya berakhir imbang. Dua klub ibukota, AS Roma dan Lazio, yang menduduki posisi tiga besar berhasil mereka taklukkan dengan skor identik, 2-1.

    "Tim ini telah berkembang. Walau masih ada kekurangan, kami sekarang semakin menyatu sebagai sebuah tim, dan ini sungguh bagus," ujar Mancini gembira.

    Manajemen Inter bisa semakin memanjakan Mancini dengan memfasilitasi keinginan Mancini dalam hal pembelian dan penjualan pemain di bursa musim panas. Apabila hal tersebut bisa dilakukan dengan maksimal, maka Inter bisa dibawa terbang tinggi lagi oleh Mancini.

    Bagaimanapun juga, ia adalah salah satu sosok pelatih terbaik di dunia, terutama melihat prestasinya di Italia, di mana ia berjasa mengantarkan La Beneamata meraih tiga Scudetto, dua Coppa Italia dan dua Supercoppa Italia.

    liga italia seri a b, liga italia era digital, liga italia tabla, liga italia terkini, liga italia tvri, liga italia klasemen, Lima Pelajaran Besar FC Internazionale
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page