Makna Dibalik Patung-Patung Di Jakarta

Discussion in 'Entigapedia' started by ON3, May 15, 2013.

Discuss Makna Dibalik Patung-Patung Di Jakarta in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    16,539
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    48
    <div style="text-align: left;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"><b style="line-height: 22px;">1. Patung Selamat Datang</b></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><b face="arial" style="line-height: 22px;">Nama plesetan : Patung jali-jali, patung HI</b></div><span><div style="text-align: justify;"><img alt="http://images2.travbuddy.com/845718_12145003906457.jpg" height="320" src="http://images2.travbuddy.com/845718_12145003906457.jpg" width="240" /></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;"><b face="arial">Patung Selamat Datang dibangun buat nyambut para atlit peserta Asian Games IV tahun 1962.</b> Patung ini ada di depan gedung Hotel Indonesia yang mana berdiri persis diatas air mancur bunderan HI. Patung perunggu ini dibuat sama Edhi Sunarso, dan dirancang sama Henk Ngantung mantan Gubernur Jakarta. Sesuai sama namanya, patung ini berdiri untuk ngasih salam selamat datang buat para pendatang karena emang patung ini ngadep ke arah Kota (Utara) sebagai pusat bisnis, perdagangan dan pendatang dari pelabuhan waktu itu.</div></span><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span></span></span></span></div><div style="text-align: left;">
    <span style="font-size: small;"><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"><span class="Apple-style-span"><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;">Disekitar patung ini ada lima formasi Air Mancur yang dijadiin simbol ideologi Negara Republik Indonesia, Pancasila. Katanya sih ini juga jadi simbol dari tanda memberi salam kepada kota Jakarta sebagai kota Ibu Negara dan Kota Metropolitan dengan formasi ucapan Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Petang, Selamat Malam dan Selamat Hari Minggu. <i>Maksudnya Jakarta emang gak pernah tidur kali yeee..</i></div><div style="text-align: justify;"><i>&nbsp;</i></div></span><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span></span></span></span></div>
    <span style="font-size: small;"><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"><span class="Apple-style-span"><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;"><b face="arial">2. Patung Arjuna Wijaya/ Patung Asta Brata</b></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;"><b>Nama plesetan : Patung kuda setan, Patung delman</b></div></span><span><div style="text-align: justify;"><img alt="http://ridhobustami.files.wordpress.com/2010/01/20091003_img_3463x.jpg" height="206" src="http://ridhobustami.files.wordpress.com/2010/01/20091003_img_3463x.jpg" width="320" /></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;">Patung Arjuna Wijaya yang dibangun Agustus 1987 ini ngegambarin Arjuna dalam perang Baratayudha yang kereta perangnya 'disetirin' sama Batara Kresna. Adegan patung karya pematung Nyoman Nuarta itu diambil dari fragmen waktu mereka melawan Adipati Karna. Kereta itu ditarik delapan kuda, yang melambangkan delapan ajaran kehidupan yang diidolai oleh Presiden Soeharto. <b>Asta Brata itu meliputi falsafah bahwa hidup harus mencontoh bumi, matahari, api, bintang, samudra, angin, hujan dan bulan.</b> Di bagian patung itu nempel prasasti yang bertuliskan '<b face="arial">Kuhantarkan kau melanjutkan perjuangan dengan pembangunan yang tidak mengenal akhir</b>.'</div></span><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span></span></span></span>
    <span style="font-size: small;"><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"><span class="Apple-style-span"><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;">Pada waktu pembuatannya, karena keterbatasan dana, akhirnya patung itu dibuat dari bahan poliester resin yang punya kelemahan mudah rapuh jika terkena sinar ultraviolet. Emang kebukti kok kalu patung ini mulai keropos, sampe akhirnya tahun 2003, patung ini direnovasi dengan menelan biaya 4M (4 miliar, bukan 4 meter!!!) dan material patungnya diganti dengan bahan tembaga.</div><div style="text-align: justify;">&nbsp;</div></span><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span></span></span></span>
    <span style="font-size: small;"><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"><span class="Apple-style-span"><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;"><b face="arial">3. Patung Dirgantara</b></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;"><b face="arial">Nama plesetan: Superman, Patung'hey kamu', Patung Pancoran</b></div></span><span><div style="text-align: justify;"><img alt="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/choper/dirgantara.jpg" height="320" src="http://imagehost.ngobrolaja.com/files/choper/dirgantara.jpg" width="320" /></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;">Patung yang ada didaerah pancoran ini dirancang sama Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta atas permintaan Bung Karno <b face="arial">buat nampilin keperkasaan dan kekuatan angkatan udara bangsa Indonesia</b>. Patung ini ngadep ke Utara dengan tangannya mengacung ke bekas Bandar Udara Internasional Kemayoran. Lokasinya deket sama Markas Besar Angkatan Udara di Selatannya dan Bandar Udara Domestik Halim Perdana Kusuma di Tenggaranya. Karena bertempat di kawasan Pancoran makanya patung ini sering dibilang patung Pancoran. O<b>ia, ada gosip yang bilang kalo Presiden Soekarno harus jual mobilnya buat ngebiayain pembuatan patung ini.&nbsp;</b></div><div style="text-align: justify;"><b>&nbsp;</b></div></span><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span></span></span></span>
    <span style="font-size: small;"><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"><span class="Apple-style-span"><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;"><b>4. Patung Pahlawan</b></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;"><b>Nama plesetan : Patung Pak Tani dan Ibu tani&nbsp;</b></div></span><span><div style="text-align: justify;"><img alt="http://2.bp.blogspot.com/-1609a-3Nlwc/TY49wSYIuEI/AAAAAAAAAFw/nLSmBk_RCWo/s1600/tugu-tani.JPG" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-1609a-3Nlwc/TY49wSYIuEI/AAAAAAAAAFw/nLSmBk_RCWo/s320/tugu-tani.JPG" width="240" /></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;"><b>Patung ini dibuat buat ngasih penghargaan pada para pejuang kemerdekaan Indonesia</b>, dilambangin dengan seorang laki-laki yang make caping, nyandang senapan dan lagi minta restu pada wanita yang ada disisinya untuk maju ke medan perang. Mungkin karena suka pake caping itu kali yaa orang-orang jadi bilangnya itu patung Pak Tani. Tapi katanya sih, patung ini juga simbolisasi gerakan politik petani.</div></span><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span></span></span></span>
    <span style="font-size: small;"><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"><span class="Apple-style-span"><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;">Ide patung ini dimulai waktu Soekarno ke Moskow dan doi terkesan banget sama patung-patung yang ada disana. Kemudian Presiden Rusia saat itu ngenalin Soekarno ke seniman patung, Matvei Manizer dan anaknya Otto Manizer. Mereka pun diundang dateng ke Indonesia untuk ngebuat patung yang melambangkan semangat kemerdekaan. Disinilah kedua pematung itu berkelana dan nemuin legenda Jawa Barat yang berkisah tentang seorang Ibu yang mengiringi anaknya untuk pergi berperang. Sang Ibu ngasih semangat supaya memenangkan setiap peperangan dan selalu inget sama orang tua dan negaranya. Patung perunggu ini dibuat di Rusia dan dibawa ke Indonesia pake kapal laut, diresmikan tahun 1963 oleh Presiden Soekarno dan pada papan di monumen ini tertulis "<b>Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar".</b></div><div style="text-align: justify;"><b>&nbsp;</b></div></span><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span></span></span></span>
    <span style="font-size: small;"><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"><span class="Apple-style-span"><span class="Apple-style-span"><div style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"></span></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;"><b>5. Patung Pemuda Membangun</b></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;"><b>Nama plesetan : Pizza Man, Patung Laki-laki bawa obor</b></div></span><span><div style="text-align: justify;"><img alt="http://1.bp.blogspot.com/-PNhd4ZXRBG8/Tgk0S23WLAI/AAAAAAAABN8/s0HXLFjE9kM/s1600/2008_0501jktcity00712.jpg" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-PNhd4ZXRBG8/Tgk0S23WLAI/AAAAAAAABN8/s0HXLFjE9kM/s320/2008_0501jktcity00712.jpg" width="320" /></div></span><span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"><div style="text-align: justify;"><b>Patung ini dibuat sebagai penghargaan untuk pemuda dan pemudi dalam keikut sertaannya pada pembangunan Indonesia.</b> Patung ini dilambangin sama seorang pemuda gagah dan kuat sedang memegang piring berisi api yang tak pernah padam sebagai perwujudan semangat pembangunan yang tak pernah mati. Awalnya direncanain untuk diremiin di Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1971, tapi karena pembangunan belum selesai akhirnya diresmiin pada bulan Maret 1972. Patung ini terletak di Bunderan Senayan, tempat strategis sebagai titik temu antara Senayan sebagai pintu gerbang Jakarta Pusat dengan area Jakarta Selatan.</div><div style="text-align: justify;">&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://blognyajose.blogspot.com/2012/11/makna-dibalik-patung-patung-di-jakarta.html">sumber </a></div></span></span></span></span>
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page