Mata-mata Inggris meng-hack jaringan telekomunikasi melalui LinkedIn palsu

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Nov 15, 2013.

Discuss Mata-mata Inggris meng-hack jaringan telekomunikasi melalui LinkedIn palsu in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,101
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Para mata-mata Inggris meng-hack melalui router dan jaringan dari perusahaan telekomunikasi Belgia dengan menipu engineers untuk meng-klik halaman jahat LinkedIn dan Slashdot, berdasarkan dokumen yang diterbitkan oleh juru bicara NSA, Edward Snowden.
    Setelah insinyur Belgacom meng-klik halaman palsu, malware akan di-install secara tersembunyi dalam mesinnya, dijelaskan oleh GCHQ Inggris mengenai kemampuan untuk masuk ke dalam jaringan internal dari Belgacom dan anak perusahaannya BICS.
    Tujuan utamanya, seperti yang dilaporkan surat kabar der Speigel yang diperoleh dari dokumen, adalah untuk mengisi sistem router GRX yang dikontrol oleh BICS, untuk menangkap traffic telepon seluler yang dipancarakan dari router.
    Target yang terinfeksi menggunakan metode yang disebut dengan Quantum Insert Technology yang dikembangkan oleh NSA. Ini menempatkan server dengan tingkat kecepatan tinggi pada switch internet untuk membuat serangan man-in-the-middle ketika target mencoba untuk berselancar di web. Ketika target tertangkap dihalaman LinkedIn, misalnya, server Quantum menangkap permintaan web-nya dan membuat halaman LinkedIn palsu yang ditempelkan pada malware.
    Upaya injeksi yang ditunjuk secara internal sebagai shots dan telah terbukti sangat efektif, berdasarkan dokumen Snowden.
    Untuk LinkedIn tingkat keberhasilan dari setiap shot menjadi lebih besar dari 50%, satu dokumen negara.
    Para agen rahasia tidak hanya menargetkan para pekerja telekomunikasi, tetapi mereka juga menargetkan karyawan dari perusahaan penagihan telepon, seperti Mach, yang berbasis di Luksemburg. Tim hacker GCHQ yang mengembangkan senjata digital untuk menargetkan komputer dari enam karyawan Mach.
    Dalam kasus ini, para agen rahasia memfokuskan seorang ahli komputer yang bekerja pada perusahaan cabang di India. Para mata-mata membuat catatan kompleks yang membuat akun Gmail dan jejaring sosialnya , membuat list dari daftar kerjanya dan komputer pribadi, mengidentifikasi alamat IP yang dia gunakan untuk menjelajahi web, dan juga mendapatkan akses cookies dalam komputernya. Kesimpulannya, GCHQ mengetahui segala sesuatu tentang kehidupan digital seorang pria itu, membuat ia terbuka kepada mata-matanya, berdasarkan laporan der Spiegel.
    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page