Editorial Meneropong Masa Depan Karier Gamer Profesional di Indonesia

Discussion in 'Submitted Articles, Guides & Reviews' started by Lebowski, Aug 16, 2015.

Discuss Meneropong Masa Depan Karier Gamer Profesional di Indonesia in the Submitted Articles, Guides & Reviews area at Nyit-Nyit.Net

  1. Lebowski 2 SD Journalist

    Messages:
    342
    Likes Received:
    12
    Trophy Points:
    44
    Game:
    Tidak Ada
    Region:
    Banyumas
    [​IMG]

    Berkarier lewat game? Kenapa tidak? Banyak gamer lokal yang telah membuktikan manisnya hadiah eSport.

    Di Indonesia, bermain game masih dipandang sebelah mata. Aktivitas ini masih dilihat sebagai hiburan dan dianggap membuang-buang waktu. Padahal di luar negeri, game bisa menjadi tempat berkarir seperti halnya Evil Geniuses, tim eSports Dota 2 asal Amerika yang berhasil meraup hadiah 6,6 juta dolar (sekitar 85 miliar rupiah).

    Di Indonesia sendiri ada beberapa gamer yang berhasil mendulang uang dari game, seperti Team NXL>, yang sukses memenangkan banyak turnamen di kancah nasional hingga internasional. Richard Permana, ketua Team NXL>, mengatakan timnya berhasil mengantungi uang hingga jutaan rupiah dari kejuaraan dan sponsorship.

    “Untuk bisa sukses, perbanyak latihan agar bisa memenangi berbagai turnamen. Dengan begitu sponsor akan datang,” kata Richard.

    [​IMG]

    Team NXL>, jagoan Counter Strike jebolan warnet.

    Selain Team NXL>, Monica Carolina yang tergabung dalam NXA Ladies juga berhasil meniti karier sebagai gamer profesional. Karier gamer Indonesia cantik ini dimulai sejak 2008 dengan fokus pada game-game first person shooter (FPS). Di tahun 2011, ia mendirikan website Nixia Gamer yang berfokus pada review peralatan game dan pengalamannya berlaga di berbagai turnamen.

    “Kita dikasih peralatan game yang nilainya di atas USD 2 ribu (sekitar 27 juta rupiah) dari berbagai brand,” ujarnya, seperti yang dilansir dari Detik, jumat (14/8). “Pertiga bulan, kita juga mendapatkan gaji sekitar USD 10 ribu (sekitar 137 juta rupiah).”

    [​IMG]

    Monica bersama peralatan gamingnya.

    Setiap minggunya, Monica beserta timnya rutin melakukan latihan. “Untuk mengasah kemampuan. Makanya seminggu kami latihan 3 kali, dengan satu sesinya 3 jam hingga 5 jam.”

    Tribekti Nasima, pengamat Dota 2 Indonesia, mengatakan jika lemahnya koneksi internet menjadi penghalang bagi gamer. Ia mencontohkan platform streaming game Twitch. “Koneksi seadanya membuat streaming platform belum populer di Indonesia.”

    [​IMG]

    Tarif internet Indonesia yang mahal menjadi kendala dalam Meneropong Masa Depan Karier Gamer Profesional di Indonesia.

    Ia menegaskan, ketika infrastruktur internet Indonesia sudah mapan, platform streaming game semacam Twitch atau Youtube Gaming bakal lebih populer. “Saat itulah eSport Indonesia layak dijadikan tujuan karier,” tutupnya.

    Sumber Artikel http://inet.detik.com/read/2015/08/12/081236/2989524/654/kaya-dari-game-bisa-saja-asal

    Courtesy Images diambil dari http://inet.detik.com/
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page