Liga Inggris Mengapa Wakil Inggris Jeblok Di Eropa?

Discussion in 'Bola' started by Bola, Mar 17, 2015.

Discuss Mengapa Wakil Inggris Jeblok Di Eropa? in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,952
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Dominasi wakil Liga Primer Inggris di pentas Eropa perlahan mulai luntur. Musim ini menjadi bukti nyata, di mana dari tujuh tim yang ambil bagian, sebagian besar telah masuk kotak sementara yang tersisa juga mulai terancam eksistensinya.

    Chelsea telah dipastikan tersingkir dari Liga Champions musim ini usai disingkirkan Paris Saint-Germain dari babak 16 besar, sementara dua klub lainnya, Arsenal dan Manchester City pun terancam gugur usai keduanya menelan kekalahan dalam leg pertama di kandang sendiri.

    Sementara di kancah Liga Europa, hanya Everton yang sejauh ini mampu bertahan dan melaju hingga fase 16 besar, setelah Tottenham Hotspur, Liverpool - yang turun kasta dari Liga Champions - dan Hull City harus tersingkir lebih awal.

    Berbicara Liga Champions, pencapaian ini tentunya berbeda drastis dengan apa yang ditorehkan wakil Inggris tersebut pada tahun 2007, 2008, dan 2009, saat itu Liga Primer boleh berbangga dengan dominasi mereka di benua biru dengan mampu mengirimkan tiga kontestan hingga semi-final ketiga edisi tersebut.

    Lima belas tahun era Liga Primer berjalan, dukungan finansial mulai mengakar kuat dengan bentuk hak siar menguntungkan yang konsisten menghasilkan buah di panggung kontinental. Sementara di saat yang bersamaan, raksasa tradisional seperti Real Madrid, Bayern Munich dan AC Milan seperti tampak 'tertidur.'

    Rafael Benitez sukses mengubah Liverpool menjadi pasukan pemenang Liga Champions tanpa harus memenangi liga domestik, Chelsea tetap kompetitif meski kala itu ditinggalkan Jose Mourinho, Manchester United terus dominan di tangan Sir Alex Ferguson, dan Arsenal juga mampu menorehkan catatan positif.

    [​IMG]

    Namun sinyal buruk mulai menguat bagi publik sepakbola Inggris, pergeseran peta kekuatan mulai terjadi. Setelah mampu mengirimkan sembilan semi-finalis dalam kurun waktu tiga tahun, penurunan muncul di lima musim terakhir, tercatat hanya tiga tim yang bisa menembus fase tersebut.

    Memang, dua dari tiga tim dalam periode tersebut berhasil melaju hingga ke final dan terlebih Chelsea mampu menjuarai edisi 2012, namun jika dibandingkan dengan liga lainnya dalam kurun waktu yang sama, jelas terlihat adanya indikasi ketertinggalan.

    Perbandingannya, La Liga Spanyol sukses menghadirkan sembilan semi-finalis, tiga finalis serta dua kampiun, sementara Bundesliga Jerman memiliki enam semi-finalis, empat pemenang dan satu jawara. Kedua kompetisi tersebut mengungguli Inggris, yang berada di posisi ketiga soal prestasi. Posisi mereka juga harus mewaspadai Italia dan Prancis yang menguntit di bawah dalam separuh dekade terakhir.

    Lantas apa yang salah dengan klub-klub Inggris? Mengapa dominasi mereka perlahan luntur?

    Statistik menunjukkan bahwa mereka dapat menampilkan performa maksimal saat turnamen dalam fase grup dengan 15 dari 20 klub dalam periode 2009/10 hingga 2013/14 selalu mampu melangkah lebih lanjut - pencapaian terbaik bersama Spanyol - namun saat memasuki fase gugur dua leg, kelemahan mereka mulai terkupas.

    Tercatat dari 15 tim yang mencapai tahapan sesudah penyisihan grup, hanya delapan tim yang berhasil melaju lebih jauh ke perempat-final serta hanya tiga tim yang bisa mencapai babak semi-final. Kesimpulan kasar yang bisa diambil dibandingkan dengan liga lainnya, wakil Spanyol, Jerman, Italia lebih tangguh ketika memasuki fase gugur.

    Fakta juga didukung dengan keberadaan tim yang mampu menyingkirkan wakil Inggris di perempat-final antara tahun 2010 dan 2014: Bayern dua kali, Barcelona dan Real Madrid (terlepas dari bentrok sesama wakil Inggris saat Manchester United mengandaskan Chelsea pada tahun 2011).

    Lebih dalam ke silsilah pertemuan, memungkinkan untuk membentuk sebuah pola leg manakah dalam fase gugur selalu menjadi momok wakil Inggris, karena dari total 12 kekalahan yang dialami, sembilan kekalahan terjadi saat melakoni partai tandang.

    Dari catatan statistik performa yang terangkum, menjadi bukti kerapuhan kontestan asal Inggris secara garis besar , sebuah alasan mendasar dan jawaban atas pertanyaan mengapa mereka tidak lagi terlihat dominan di turnamen nomor satu Eropa...

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, Mengapa Wakil Inggris Jeblok Di Eropa?
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page