Mengelola Smartphone Secara Bijak

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Mar 16, 2015.

Discuss Mengelola Smartphone Secara Bijak in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,100
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Mengelola Smartphone Secara Bijak

    Para manajer & kepala divisi TI harus memutar otak dengan berkembangnya penggunaan smartphone di kalangan pegawai. Konsep bring your own device (BYOD) menjadi salah satu fenomena yg berkembang di hampir semua perusahaan. Berdasarkan penelitian, BYOD dapat meningkatkan kinerja & efektifitas pegawai dalam melaksanakan tugasnya. Mereka tidak perlu lagi berkutat secara fisik dengan menggunakan desktop, tetapi bisa bekerja secara mobile & tidak terpaku oleh rutinitas. Saygnya, perkembangan smartphone yg digunakan untuk bekerja ini menjadi pekerjaan rumah bagi para manajer TI. Dahulu, mereka hanya perlu fokus membenahi keamanan di masing-masing desktop. Sekarang, manajer TI perlu mengelola banyak end-point yg beragam.

    Gartner mempublikasikan sebuah penelitian tentang perkembangan smartphone ini & faktor keamanan apa saja yg perlu diperhatikan. Lembaga tersebut memaparkan bahwa pada tahun 1999 adalah puncak penggunaan desktop & sistem operasi Windows. Gartner menjelaskan bahwa walaupun penggunaan telepon genggam sudah mulai digunakan, masih banyak masyarakat yg pesimis terkait penggunaan telepon genggam untuk bekerja. Saat ini hanya 35 persen masyarakat yg menggunakan Windows. Berbanding terbalik di tahun 1996 yg mana hampir 90 persen masyarakat sangat percaya penggunaan Windows, kata Gartner. Berkurangnya penggunaan Windows dalam bekerja bukan dilatar belakangi maraknya Linux or Apple. Melainkan penggunaan smartphone untuk keperluan bekerja, lanjut lembaga tersebut.

    Gartner sendiri menganalisis bahwa penggunaan smartphone di lingkungan kerja semakin membuat rumit pengamanan data perusahaan. Bagaimanapun juga, kebocoran data akibat smartphone yg tidak aman menjadi pekerjaan rumah bagi para manajer TI. Kendala terbesar dalam pengelolaan smartphone di lingkungan kerja adalah perusahaan terkendala hak privasi pengguna yg melarang siapapun mengakses perangkat tersebut tanpa izin. Terrence Cosgrove, salah satu peneliti senior dari Gartner menyatakan bahwa dalam penggunaan smartphone di lingkungan kerja mengakibatkan faktor keamanan menjadi berkurang. Berbeda di masa desktop, keamanan lebih bersifat terpusat & lebih mudah dikontrol.

    Cosgrove pun memberikan beberapa rekomendasi terkait maraknya BYOD. Ia sendiri tidak menampik bahwa smartphone ini mengubah cara kerja bisnis perusahaan & juga sistem keamanannya. Dalam rekomendasinya, manajer TI harus membangun sebuah lingkungan yg berbasis contextual trust. Artinya adalah divisi TI mengelola aplikasi apa saja yg diizinkan digunakan serta pengelolaan data perusahaan di smartphone & desktop yg berbasis by user, by geography, by type. Cosgrove sendiri menyarankan rekomendasi lainnya yaitu manajer TI harus bisa melakukan sertifikasi keamanan & mengizinkan aplikasi apa saja yg boleh diunduh pengguna smartphone di lingkungan perusahaan. Ia melihat ke depannya bahwa divisi TI akan bekerja dengan patches terbaru di smartphone, update terbaru dari OS & tipe-tipe perangkat telepon pintar. Dengan memahami contextual trust, manajer TI setidaknya bisa melindungi keamanan perusahaan dengan mengelola perangkat pribadi secara bijak, papar Cosgrove.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenMengelola Smartphone Secara Bijak diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page