Liga Eropa Mengenal Lebih Dalam Dnipro Dnipropetrovsk, Kuda Hitam Ukraina Di Final Liga Europa

Discussion in 'Bola' started by Bola, May 27, 2015.

Discuss Mengenal Lebih Dalam Dnipro Dnipropetrovsk, Kuda Hitam Ukraina Di Final Liga Europa in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,271
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    National Stadium Warsawa bakal menggelar partai bersejarah, pada Kamis (27/5) dini hari WIB. Ya, stadion kebanggaan masyarakat Polandia itu bakal menggelar duel final Liga Europa 2014/15, yang mempertemukan Sevilla dan Dnipro Dnipropetrovsk.

    Sevilla tak lagi mengejutkan bisa kembali melangkahkan kaki ke final, setelah jadi kampiun musim lalu. Mereka bahkan jadi raja turnamen kasta kedua Eropa itu, lewat koleksi tiga trofi yang diraih dalam sedekade terakhir.

    Sementara Dnipro Dnipropetrovsk? Tentu kita asing dengan wakil Ukraina tersebut. Bahkan mungkin, banyak dari publik sepakbola dunia yang baru benar-benar mendengar dan melafalkan dengan benar nama sulit klub itu, kala mengetahui mereka melaju ke final.

    Tapi, di era sepakbola yang makin kapitalis dalam membeli prestasi, tentu selalu menarik melihat kiprah klub-klub kuda hitam macam Dnipro. Tim-tim non-unggulan, yang selalu bisa merepresentasikan sebuah keajiban dari hasil kerja keras.

    Karenanya, jelang digelarnya laga puncak Liga Europa, Goal Indonesia mengajak para pembaca untuk mengenal lebih dalam Dnipro Dniprpetrovsk. Simak!
    SEJARAH​
    [​IMG]

    Football Club Dnipro Dnipropetrovsk didirikan di kota Dnipropetrovsk, Ukraina, pada 1918. Dnipro dibentuk sebagai sebuah klub olahraga multi-cabang, yang selain sepakbola juga meliputi basket, hoki, voli, dan lainnya. Namun pemusatan dananya tetap diutamakan pada cabang sepakbola, sebagai pengeruk keuntungan terbanyak, meski masih minim prestasi.

    Dnipro pernah berkompetisi di dua liga, yakni Liga Uni Soviet dan Liga Super Ukraina. Hal itu terjadi lantaran perpecahan yang terjadi di Uni Soviet pada 1991.

    Sejak 2010, saham mayoritas Dnipro kini diakuisisi oleh konglomerat Ukraina, Ilhor Kolomoyskyi, melalui perusahaannya, Privat Group. Dengan kekayaannya yang dilansir Forbes mencapai $1,36 miliar, Kolomoyskyi, termasuk royal mengucurkan dana bagi tim kesayangannya.

    Hal itu terbukti dengan rerata transfer Dnipro yang mencapai €15 juta sejak musim 2010/11. "Presiden kami tak peduli soal uang. Ia hanya memedulikan target bagi kami untuk memenangi trofi. Setiap musim ia sudah berinvestasi banyak dan selalu menambah kualitas di skuat tim ini," ujar salah satu pemainnya, Nikola Kalinic.
    PRESTASI​
    [​IMG]

    Dahulu saat negara Ukraina masih tergabung dalam Uni Soviet, Dnipro dikenal sebagai salah satu tim terkuat, terutama pada periode 1980-an. Mereka sukses dua kali menjuarai Liga Uni Soviet dan Piala Liga Uni Soviet, serta sekali jadi kampiun Piala Uni Soviet.

    Dnipro juga rutin bersaing di papan atas, sehingga kerap mentas di kompetisi Eropa. Prestasi terbaik mereka di Eropa pada masa itu adalah mencapai babak perempat-final Liga Champions, di musim 1984/85 dan 1989/90.

    Namun setelah Uni Soviet pecah dan dan Dnipro tergabung ke Liga Super Ukraina pada 1991, prestasi mereka turun cukup signifikan. Tim berkostum biru-putih ini tak pernah sekalipun merengkuh trofi domestik maupun Eropa. Prestasi terbaik mereka sejak saat itu adalah jadi runner-up Liga Super Ukraina di musim 1992/93 dan 2013/14, serta Piala Ukraina di tahun 1997 dan 2004.

    Sementara keberhasilan Dnipro di final Liga Europa musim ini, jadi prestasi terbaik mereka di kompetisi Eropa sepanjang sejarah klub.
    STADION​
    [​IMG]

    Stadion pertama Dnipro ketika berdiri adalah Matalurh Stadium. Namun sejak 1966, mereka hijrah ke stadion yang lebih modern saat itu, yakni Meteor Stadium. Stadion itu digunakan Dnipro dari masa ke masa dan terus mengalami renovasi. Yang terbesar terjadi pada 2001.

    Seiring berjalannya waktu, Dnipro sadar bahwa mereka membutuhkan stadion yang jauh lebih modern, untuk mengakomodasi kepentingannya di kompetisi Eropa. Akhirnya, pada 2005 perusahaan induk pemilik Dnipro, Privat Group, membangun stadion baru di tengah kota Dnipropetrovsk, yang diberi nama Dnipro-Arena.

    Stadion ini berkapasitas 40 ribu tempat duduk, dengan hanya 31 ribu diantaranya saja yang boleh ditiketkan, sesuai standar keamanan. Dnipro mulai menggunakan stadion itu pada 15 September 2008 hingga kini.
    PELATIH​
    [​IMG]

    Pelatih paling mentereng dalam sejarah Dnipro adalah juru taktik asal Spanyol, Juande Ramos. Namun yang tersukses sejak era Ukraina tentu saja layak disematkan pada pelatih mereka kini, Myron Markevich.

    Sejak mengambil alih Dnipro pada 26 Mei 2014, ia sukses membawa klub ini finish sebagai runner-up Liga Super Ukraina musim lalu. Kini dirinya juga membawa Warrior of Lights menorehkan sejarah dengan lolos ke final Liga Europa.

    Di Ukraina dan Rusia, nama Markevich sudah sangat terkenal. Pria berusia 64 tahun ini merupakan salah satu pelatih paling senior asal Ukraina, dengan rekor melatih terbanyak di Liga Super Ukraina. Dirinya juga jadi pelatih timnas Ukraina di Euro 2012 lalu.
    PEMAIN BINTANG​
    [​IMG]

    Dnipro bukan skuat tanpa bintang. Mereka dijejali beberapa nama yang sejatinya sudah tak asing di telinga. Sebut saja Dmytro Chygrynskiy, Ruslan Rotan, Nikola Kalinic, Yevhen Seleznyov, dan tentunya sang bintang utama, Yevhen Konoplyanka. Nama yang disebut terakhir ini adalah buruan tim-tim besar Eropa dan siap hengkang, selepas kontraknya berakhir musim ini.

    Ditilik dari nilai skuatnya Dnipro tidak bisa dibilang kacangan. Karena seperti dilansir laman transfermakt, keseluruhan nilai jual skuat sang jagoan Ukraina bisa mencapai angka €82 juta. Banderol tertinggi tentu ada pada nilai jual Konoplyanka yang mencapai €16 juta.

    Selain nama-nama tersebut, kesuksesan Dnipro melenggang ke final Liga Europa juga siap mengorbitkan bintang-bintang masa depan macam Alexandru Vlad, Yevhen Shakhov, Valeri Luchkevych, dan Roman Bezus.

    liga eropa hari ini, u21, chelsea, final, liga eropa 2015, Mengenal Lebih Dalam Dnipro Dnipropetrovsk, Kuda Hitam Ukraina Di Final Liga Europa
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page