NASA Sangkal Drone Mahalnya Diretas

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Oct 10, 2016.

Discuss NASA Sangkal Drone Mahalnya Diretas in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    16,115
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. NASA Sangkal Drone Mahalnya Diretas

    [​IMG]

    Lembaga antariksa AS, NASA, menyangkal klaim kelompok hacker AnonSec yg mengatakan bahwa mereka berhasil meretas drone seharga 200 juta dolar AS. Beberapa waktu lalu, AnonSec mempublikasikan 276 GB data yg berisikan 2.400 pegawai NASA beserta akun email dan password-nya. Mereka pun membuat sebuah statement bahwa drone milik NASA berhasil diambil alih & AnonSec berencana untuk menjatuhkannya di Samudera Pasifik. Alih-alih menjatuhkannya, AnonSec justru mengatakan bahwa mereka ingin mencoba lebih jauh teknologi drone NASA.

    Menanggapi klaim AnonSec, NASA langsung membuat pernyataan klarifikasi. Dalam pernyataan resminya, NASA menjelaskan bahwa drone yang diberi nama Global Hawk tersebut masih dalam kendali penuh mereka. NASA menyangkal pula berbagai data yg dipublikasikan oleh AnonSec termasuk foto yg diambil dari drone dan log perjalanan pesawat. “Kendali atas Global Hawk tidak diambil alih. NASA paham betul tentang pentingnya keamanan cyber. Kami akan menginvestigasi klaim tersebut,” tegas NASA dalam pernyataan resminya.

    AnonSec membeberkan pula cara bagaimana mereka bisa masuk ke dalam sistem kontrol drone NASA. Menurut mereka, AnonSec berhasil mengambil alih kontrol drone untuk sementara waktu sebelum akhirnya NASA mengetahui bahwa sistem mereka disusupi. Dengan melakukan transaksi anonimus menggunakan BitCoin, AnonSec berhasil mendapatkan akses khusus ke dalam sistem kontrol NASA. Hingga pada akhirnya, AnonSec dapat menemukan akses langsung ke sistem drone tersebut.

    Ini bukan yg pertama kalinya NASA diretas. Pada tahun 2012, Inspektur Jenderal Paul K. Martin mengatakan pada Kongres AS bahwa 48 komputer mereka rusak akibat serangan cyber. Martin mengatakan bahwa satu di antara 48 komputer yg rusak tersebut berisikan algoritma khusus yg mengatur sistem kendali satelit di luar angkasa.

    Isu peretasan drone memang sedang menjadi trending topic. Terlebih ketika drone milik Department Homeland Security (DHS) berhasil diretas kartel narkoba Meksiko agar jalur transaksi obat bius tidak terdeteksi. Menurut Dr. Yudi S.Gondokaryono dari ITB mengatakan bahwa setiap informasi yg disimpan dalam drone dikirimkan secara jarak jauh & yg terkirim pada operator haruslah terenkripsi dengan baik.

    “Sehingga sistem pengiriman informasi antara drone & operator harus mengacu pada tata kelola manajemen keamanan informasi,” ungkap Yudi. Ada kekhawatiran tersendiri jika keamanan informasi dalam teknologi drone tidak mendapatkan perhatian secara lebih lanjut. Risiko yg berpotensi terjadi bisa berupa kebocoran informasi penting, melakukan interception pada jalur komunikasi & pada tingkat yg lebih ekstrim, drone dapat dibajak melalui teknologi remote. Penggabungan teknologi robotik & sistem keamanan informasi akan membuat teknologi drone jauh lebih baik., ujar Yudi.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenNASA Sangkal Drone Mahalnya Diretas diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page