Penangkal Serangan Siber Melalui Sistem Pendeteksi Vulnerability

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Aug 22, 2014.

Discuss Penangkal Serangan Siber Melalui Sistem Pendeteksi Vulnerability in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,101
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya.

    Dalam dunia keamanan siber, serangan yg memanfaatkan vulnerability sudah lazim terjadi. Serangan oleh para hacker yg memanfaatkan vulnerability dinamakan Zero Day Attack. Penyerangan ini dapat dihindari dengan memanfaatkan perangkat yg dapat mendeteksi vulnerability.

    Pada April lalu sebuah vulnerabilty yg menjadi pemberitaan hangat adalah Heartbleed. Vulnerability ini dapat dimanfaatkan untuk membaca memori pada sistem yg menggunakan versi tertentu dari protokol Open SSL. Hal ini memungkinkan penyerang untuk mendapatkan akses ke data pengguna yg sensitif dengan mengirimkan permintaan yg dibuat secara khusus. Kerentanan ini mempengaruhi banyak perusahaan, termasuk Google.

    Google dengan cepat menutup kerentanan tersebut, jutaan pengguna Android tetap berisiko dikarenakan seringnya produsen perangkat memerlukan waktu yg cukup lama untuk memperbarui firmware. Malware dapat menggunakan kerentanan tersebut untuk membuat jalan ke smartphone & tablet, sering menyamar sebagai aplikasi populer, untuk mencuri data pribadi yg tersimpan pada perangkat, membajak account pengguna di jejaringan sosial, hingga mencuri kredensial online banking.

    Selain Heartbleed, vulnerability yg sempat mencuri perhatian pada akhir bulan Juli lalu adalah Fake ID. Fake ID adalah celah yg ditemukan oleh para ahli di Bluebox Labs yg memungkinkan penyerang untuk menyamarkan segala jenis aplikasi, termasuk program berbahaya, sebagai program yg sah yg dikembangkan oleh vendor terkenal.

    Vulnerability yg paling mutakhir adalah Master Key. Vulnerability ini memungkinkan penyerang untuk mengakses perangkat Android dengan hak khusus administrator. Penyerang bisa menjalankan software pada perangkat tanpa sepengetahuan pemiliknya.

    Penyerangan yg memanfaatkan vulnerability dapat dihindari dengan menggunakan perangkat yg dapat mendeteksi bahaya. Perusahaan keamanan Kasperky adalah salah satu perusahaan yg merilis produk jenis ini. Kaspersky merilis aplikasi yg bernama Free Fake ID Scanner. Aplikasi ini ditujukan untuk pengguna perangkat Android untuk memindai perangkat mereka dari semua kerentanan ini & memastikan bahwa tidak ada aplikasi yg terinstal di perangkat yg dapat mengeksploitasi mereka.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Nokia Mulai Menjual Flagship Lumia 930 dan dual-SIM Lumia 630 diatas dikutip dari Internet secara gamblang.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page