Pentagon Menemukan Drone Bebas Peretasan

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, May 29, 2014.

Discuss Pentagon Menemukan Drone Bebas Peretasan in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Pentagon melalui lembaga penelitiannya, Defense Adavance research Project Agency (DARPA) telah meluncurkan sebuah drone terbaru yang dilengkapi oleh software keamanan yang dapat menjaga kontrol dan sistem navigasi pesawat dari serangan hacker.
    Seperti yang dirilis oleh blog militer, Defense Tech, High Assurance Cyber Military Systems (HACMS) adalah program terbaru yang menggunakan software yang dapat menggagalkan serang siber. Menurut Manajer Program HACMS, Kathleen Fischer, software ini dirancang untuk memastikan hacker tidak dapat mengambil alih UAS. Sebuah software yang secara matematis terbukti tidak memiliki celah terhadap serangan yang berat.
    Drone mini ini dibangun secara matematis oleh software yang membuatnya tidak memiliki celah dari serangan siber. Melihat kesuksesan musuh atau latihan red team ketika ahli siber mencoba meretas purwarupa quadcopter dan gagal, Fisher mengindikasikan bahwa DARPA telah menjadi purwarupa quadcopter seperti UAS paling aman di dunia.
    Kita memulai dengan temuan yang menyatakan bahwa banyak kendaraan yang mudah bagi hacker untuk merusak dengan software dan mengambil alih dari jauh. Kita mengganti semua software dengan software yang sangat terjamin yang telah dikembangkan menggunakan peralatan dan teknik yang telah ditemukan pada program ini, Fisher mengungkapkan.
    Purwarupa drone ini di antara lebih dari 100 proyek dan 29 program penelitian lanjutan dipajang di halaman Pentagon Rabu lalu (21/05/14), dalam acara yang dinamakan Hari Demo DARPA atau DARPA Demo Day.
    Program HACMS mengembangkan sistem model arsitektur, komponen software dan sistem pengoperasian software. Menurut pihak DARPA, vulnerability atau masalah keamanan bisa timbul ketika drone atau pesawat terbang militer ketika mereka dihubungkan satu dengan yang lainnya. Ancaman keamanan bisa muncul melalu protocol jaringan, bug pada software atau interaksi yang tidak diinginkan.
    Banyak hal yang terdapat di dalam komputer dan komputer tersebut dihubungkan untuk berbicara dengan benda atau hal lain. Kemanapun anda memiliki situasi tersebut, anda memiliki kemungkinan untuk mendapatkan vulnerability dari jarak jauh dimana seseorang bisa menggunakan koneksi jaringan untuk mengambil alih dan memfungsikan perangkat sesuai dengan apa yang diinginkan penyerang, Fisher menjelaskan.
    HACMS sendiri merupakan dikembangkan oleh DARPA selama beberapa tahun setelah sebelumnya dikembangkan oleh University of California, San Diego and The University of Washington. Kegunaan software untuk program HACMS bisa dikembangkan untuk platform yang lebih besar. DARPA sendiri direncanakan ditransisikan untuk helikopter Boeing Unmanned Little Bird .
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page