Pentingnya Membangun Kultur Startup

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Dec 7, 2015.

Discuss Pentingnya Membangun Kultur Startup in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,762
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Kultur perusahaan seringkali menjadi topik yg didiskusikan di Silicon Valley. Airbnb, Google, Facebook, & Twitter menjunjung kultur perusahaan mereka & menjadikannya sebagai salah satu kelebihan utama pada karyawan mereka.

    Sayangnya, saya merasa para founder startup di Asia masih belum terlalu memerhatikan aspek kultur yg dimaksud. Atau mungkin juga, belum ada orang yg membicarakan kultur mereka secara terbuka di sini.

    Di Tech in Asia, kami bersyukur & bangga bahwa salah satu faktor penentu bertahannya perusahaan dalam empat tahun terakhir ini adalah kultur kami. Ketika saya menyeruput secangkir kopi di penghujung minggu, saya memutuskan untuk merenungkan kembali & secara spontan menulis tentang bagaimana kultur telah menjadi salah satu faktor kesuksesan kami.
    Baca juga: 5 Tip Membangun Kultur Dalam StartupKamu

    Penyatuan & penyaringan kultur
    Sesuai kata pepatah, “Birds of a feather flock together,” kami percaya bahwa mereka yg memiliki ketertarikan alami ala Tech in Asia, akan lebih mudah untuk saling mengerti satu sama lain. Mempertemukan orang-orang dengan passion yg sama membuat kami mampu untuk bekerja sama & saling berinteraksi dengan lebih baik. Bagi kami, kultur yg solid adalah setengah perjalanan menuju kesuksesan.

    Sebaliknya, identitas yg kuat membantu untuk mencegah adanya orang di dalam tim yg mungkin tidak sesuai dengan tim kami. Bukan berarti mereka yg tak sesuai ini kurang bertalenta, orang yg aneh / gila. Mungkin kamilah yg aneh & gila.

    Kami telah mengambil beberapa keputusan sulit selama ini dengan melepas orang-orang bertalenta, daripada harus mengambil risiko terkikisnya kultur yg telah susah payah kami bangun selama ini. Sebesar itulah kami menghargai integritas kultur kami.
    Kultur menciptakan pengalaman bekerja yg lebih baik
    Kultur perusahaan yg positif sukses menjaga nuansa pengalaman kerja harian menjadi menyenangkan & atraktif. Kami menyadari anggota tim kami tak sabar untuk kembali bekerja keesokan harinya, karena bagi mereka bekerja tak terasa seperti bekerja. Keceriaan dalam menghabiskan waktu bersama di kantor membuat pekerjaan menjadi terasa lebih ringan.

    Kami mulai menganggap kantor kami sebagai tempat yg tenteram & sudah seperti rumah kedua kami. Hal ini menyingkirkan salah satu alasan untuk meninggalkan pekerjaanharus bekerja di lingkungan kantor dengan suasana yg apatis, tak bersahabat, serta individual. Sejauh ini sangat berhasil: kami sangat bersyukur bahwa sebagian besar anggota kami adalah orang yg sama selama empat tahun terakhir ini.

    Berawal dari kantor pusat kami di Singapura, Tech in Asia telah memperluas jaringannya dengan membuka kantor di Jakarta, Tokyo, & baru-baru ini di Bangalore. Jika dihitung dengan jaringan jurnalis kami, berarti kami ada di 10 negara berbeda. Kultur merupakan salah satu hal terpenting yg kami coba sampaikan & atur dengan baik saat mendirikan kantor baru. Pemahaman yg baik akan kultur perusahaan di antara calon anggota bantu mempermudah kami dalam proses memperluas jaringan kami.
    Baca juga: Jurus Jitu Menjaga Kekompakan Tim di Sebuah Startup

    Kultur menjadi pedoman perusahaan
    Lebih dari sekadar menuntun sikap & etika kerja dalam perusahaan, memahami kultur juga berarti memahami karakter perusahaan & misi utamanya. Di antara para pemimpin & staf kami, kultur berperan sebagai sarana untuk mempererat sekaligus pedoman bagi kami.

    Seiring tumbuh & berkembangnya Tech in Asia, tak ada lagi hambatan yg berarti. kultur adalah apa yg membuat kami saling berpegang erat di saat senang maupun susah, & menuntun kami melewati keputusan yg sangat sulit. Ketika kami ragu, kami selalu mengingat kembali misi, prinsip kultur & nilai keutamaan kami.

    Kita ambil contoh, nilai utama kami yaitu mengutamakan konsumen mempermudah kami dalam pengambilan keputusan. Para investor & orang-orang penting lain yg terlibat di Tech in Asia sangat paham bahwa di Tech in Asia konsumen adalah prioritas, setelah itu baru tim kami & para investor. Setiap langkah yg kami ambil, kami bertanya pada diri kami, Bagaimana hal ini dapat membantu pengguna? Bagaimana hal ini dapat membantu ekosistem?
    Jangan pernah menunda untuk membangun kultur
    Ada seribu satu masalah dalam membangun startup. Satu hal yg pasti terjadi dalam startup adalah semua masalah tersebut bisa terjadi kapan saja.

    Jangan sampai masalah-masalah tersebut menghambat kamu untuk membangun kultur perusahaan. Selain itu, jagalah agar jangan sampai kultur perusahaan kamu kacau balau.
    Baca juga: Apakah Kultur Startup KamuPerlu Diselamatkan? Jawab 5 Pertanyaan Ini

    (Diterjemahkan oleh Faisal Bosnia & diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page