Potensi E-commerce di Indonesia

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Nov 30, 2015.

Discuss Potensi E-commerce di Indonesia in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,762
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Pada tahun 2016, diperkirakan 39,7 persen penjualan e-commerce dunia akan berasal dari Asia Pasifik dengan nilai $856 miliar (sekitar Rp11,7 dwiyar). Sebanyak $4,49 miliar (sekitar Rp61,4 triliun) dari angka tersebut akan disumbangkan oleh konsumen e-commerce di Indonesia.

    Hal ini diungkapkan oleh Diera Yosefina Hartono, Head of Community Management Veritrans, startup penyedia layanan payment gateway, dalam acara Campus Visit yg diadakan Tech in Asia di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (27/11). Mengangkat tema The Rise of E-commerce in Indonesia, Diera juga memaparkan beberapa data berikut ini.
    Minimarket masih jadi favorit
    Berdasarkan Statistik Pengguna Internet & Media Sosial Terbaru di Indonesia, Indonesia memiliki sekitar 255,5 juta penduduk. Sebanyak 88,1 juta di antaranya adalah pengguna aktif internet, & ada 79 juta pengguna aktif jejaring sosial.

    Kebanyakan penduduk Indonesia memiliki lebih dari satu gadget. Setidaknya mereka punya smartphone, tablet, & laptop. Diera memaparkan, ada informasi yg cukup menarik dari acara SES Jakarta 2014. Meski sekitar 85 persen populasi Indonesia memiliki smartphone, namun hanya 40 persen masyarakat yg memiliki akun bank.

    Hal ini menunjukkan mengapa transaksi pembayaran e-commerce melalui minimarket masih diterima di Indonesia, sekaligus potensi pembayaran lewat jalur ini juga masih begitu besar, ujar Diera.

    Veritans sendiri menyadari hal ini. Selain menyediakan payment gateway melalui berbagai macam jalur pembayaran, seperti kartu kredit, debit, & mobile banking, mereka juga mendukung pembayaran lewat minimarket. Seperti diketahui, payment gateway, salah satu pilar dalam dalam e-commerce, merupakan layanan yg memudahkan bisnis online untuk mempunyai banyak metode pembayaran.
    Pro & kontra belanja online
    [​IMG]Rupanya, perbandingan antara jumlah perempuan dengan lelaki yg berbelanja secara online hampir sama. Berdasarkan data majalah MIX, hingga bulan Maret 2015, dari total konsumen e-commerce, 53 persen di antaranya adalah perempuan & 47 persen adalah laki-laki.

    [​IMG]Namun, menurut majalah Marketeers, masih banyak masyarakat Indonesia yg belum tertarik melakukan belanja secara online. Baru 19,6 persen perempuan & 12,2 persen lelaki dalam data Marketeers yg berani berbelanja di e-commerce.

    Masih banyak netizen yg merasa belanja online tidak aman, dibebani biaya pengantaran, bingung, bahkan ada yg tidak pernah terpikirkan untuk belanja secara online, ujar Diera.

    Namun, mereka yg sudah pernah merasakan belanja online mengungkapkan kenyamanan yg dirasakan dibanginkan beli barang secara konvensional, seperti tidak perlu repot pergi ke toko, lebih cepat, & harganya lebih murah.

    Walaupun, ada juga yg mengeluhkan beberapa hal, seperti perbedaan antara gambar produk di web dengan barang yg diterima, waktu pengantaran yg lama, hingga penipuan.

    Data-data di atas menunjukkan bahwa potensi e-commerce di Indonesia masih sangat potensial. Tidak hanya karena jumlah penduduk yg besar, tetapi juga masih banyak masyarakat yg belum kepincut untuk belanja secara online.
    Baca Juga: Ubah Mindsetuntuk Ciptakan Peluang yg Lebih Baik

    Bagi kamu mahasiswa yg tertarik dengan Campus Visit & ingin menjadi bagian dari komunitas ini, kami mempersilakan kamu untuk bergabung ke dalam grup Facebook Tech in Asia Campus Visit. Dalam grup ini, kamu akan bertemu dengan mahasiswa lainnya yg berjiwa entrepreneur & dapat saling berbagi informasi yg menarik & berguna.

    (Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah & Pradipta Nugrahanto)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page