Liga Indonesia PROFIL-Rudolof Yanto Basna: Batu Karang Berhati Mulia

Discussion in 'Bola' started by Bola, Jan 27, 2016.

Discuss PROFIL-Rudolof Yanto Basna: Batu Karang Berhati Mulia in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Gila, satu kata yang kerap diucapkan namun dengan arti positif kepada permainan Rudolof Yanto Basna selama turnamen Piala Jenderal Sudirman. Masih muda, namun ketenangan dan keberaniannya dalam menekel lawan di kotak penalti patut diacungi jempol.

    Puncaknya, ia mampu menyabet gelar pemain terbaik turnamen garapan TNI tersebut, sekaligus membantu Mitra Kukar memboyong trofi PJS dengan menaklukkan Semen Padang, 2-1 di partai final yang dihelat di Stadion Gelora Bung Karno.

    Tenang dan kuat bagai batu karang, penuh kepastian ketika harus menjegal penetrasi pemain lawan ke kotak penalti tim Naga Mekes. Penampilannya begitu solid saat laga final, jika bukan karena sosoknya yang suka ambil risiko, mungkin Semen Padang sudah mencetak beberapa gol di paruh pertama.

    Sosoknya rendah hati, itu nampak saat dirinya menghampiri suporter yang meminta foto bersama ketika laga final usai. "Ayo silakan, cepat ya," kata Yanto berulang kali ketika kerumunan tak berhenti menghampiri dirinya untuk minta foto bersama. Seakan tak bisa menolak dan tetap berusaha ramah.

    [​IMG]
    Hanya cadangan di timnas junior​

    Yanto, begitu ia biasa dipanggil oleh rekan-rekannya, mungkin baru melejit namanya saat PJS di bawah polesan pelatih Jafri Sastra. Namun Yanto mulai menjadi perhatian ketika dipercaya sebagai kapten tim nasional Indonesia U-21 saat tampil di Cotif Cup 2014 Spanyol.​

    Tim tersebut kerap dicap sebagai Indonesia U-19 B, atau tim untuk menggantikan Garuda Jaya pada ajang Cotif Cup 2014 - kumpulan para pemain yang tak masuk rencana Indra Sjafri dan dinakhodai oleh Rudy Wiliam Keltjees.

    SIMAK JUGA
    Rudolof Yanto Basna Ingin Bertahan Di Mitra Kukar
    Rudolof Yanto Basna Pemain Terbaik Piala Jenderal Sudirman
    Dejan Antonic Cari Pemain Pintar

    Saat itu, Yanto tak jadi pilihan utama Indonesia U-19. Indra masih memprioritaskan duet Shahrul Kurniawan dan Hansamu Yama Pranata, atau sesekali mencoba Ryuji Utomo. Yanto pun baru dipastikan masuk skuat final Piala Asia U-20 2014 karena Ryuji dibekap cedera.

    Direkrut Mitra dengan durasi dua musim, tak serta merta membuatnya langsung jadi kepercayaan pelatih. Tapi kerja kerasnya terbayar saat mulai reguler dimainkan pada PJS. "Saya sempat kesulitan mendapatkan kepercayaan. Tapi saya kerja keras saat latihan, dan kini dimainkan. Pemain muda seperti saya ini butuh bermain untuk menambah jam terbang.”

    Kini, namanya dikenal pecinta sepakbola dalam negeri, sejumlah klub memberi perhatian kepada pemain jebolan SAD Uruguay itu. PSM Makassar, Persipura Jayapura hingga Persib Bandung mulai memantau situasi darinya.

    Namun, Yanto sendiri masih memiliki komitmen kepada tim yang melejitkan namanya itu. "Mungkin masih akan di sini dan mengikuti turnamen selanjutnya bersama Mitra Kukar," ungkapnya, ketika ditanya kemungkinan untuk berganti tim.

    Hidupnya bergantung pada sepakbola, olahraga itu juga yang membuatnya harus merantau sejak masih muda. Jauh dari kampung halaman, merupakan hal yang tak biasa untuk pemain Papua. Namun Yanto bisa menjalaninya dengan baik sejauh ini.

    Seperti kebanyakan jebolan Indonesia U-19, Yanto pun menjalani pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta. "Saya adalah tipe perantau yang lebih sering memotivasi diri sendiri jika jauh dari keluarga," ulas pengidola Eduard Ivakdalam dan Victor Igbonefo itu.

    [​IMG]
    Tujuan mulia dari hadiah turnamen Piala Jenderal Sudirman

    Sosok yang keras dan tak kenal kompromi di lapangan tak nampak ketika ia sedang di luar, murah senyum dan kerap berguyon. Pemain kelahiran tahun 1995 ini juga sosok yang dermawan, uang hasil hadiah pemain terbaik PJS tak semuanya ia nikmati.

    "Yanto Basna dia bilang sangat senang, tapi dia juga tahu itu didapat berkat kerja sama dengan teman-temannya. Maka itu dia bilang hadiahnya Rp30 juta untuk teman-temannya sedangkan Rp70 juta untuk Yanto," ungkap bos Mitra Endri Erawan tentang keberhasilan Yanto.

    Ternyata, Uang tersebut ingin disumbangkan Yanto kepada Alfin Tuasalamony yang menderita cedera patah kaki sejak tahun lalu. "Hadiah dan bonus saya mau membantu Alfin Tuasalamony untuk pemulihannya. Saya juga akan bagikan ke sebagian teman-teman, sumbang ke gereja, sisanya ke orang tua," urainya.

    Kini, masa karier sepakbola Yanto tengah menanjak. Dari cadangan di tim junior, kini ia jadi pemain terbaik di level senior. Rekannya pun yakin bahwa Yanto bakal jadi pemain besar dan bersinar.

    "Adik saya Yanto memang layak menjadi pemain terbaik," kata Rizky Pellu, yang juga masuk nomine. "Kalau Yanto berlatih lebih giat lagi, saya yakin dia bisa berkembang dan menjadi pemain terbaik di sepakbola kita," sambungnya.

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, PROFIL-Rudolof Yanto Basna: Batu Karang Berhati Mulia
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page