Review Almightree: The Last Dreamer | Tech in Asia Indonesia

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Sep 17, 2015.

Discuss Review Almightree: The Last Dreamer | Tech in Asia Indonesia in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,756
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Update – 17 September 2015

    Mohammad Fahmi Kurang lebih setahun setelah dirilis untuk Android & iOS, Almightree: The Last Dreamer akhirnya dirilis untuk PC & Mac melalui Steam. Penasaran dengan apa saja hal baru yg terdapat di versi Steam? Langsung saja kita mulai pembahasannya.

    Tidak banyak yg berubah dari segi gameplay Almightree, jadi kalau kamu penasaran dengan gameplay dasar dari game ini, kamu bisa langsung cek review lengkap di bawah. Untuk urusan kontrol, karena Almightree versi Android & iOS menggunakan virtual gamepad, tentunya lagi-lagi tidak banyak perubahan yg kamu temukan dari kontrol.

    [​IMG]

    Bedanya hanya jika sebelumnya kamu menggerakkan karakter dengan menekan ikon-ikon transparan di layar, kali ini kamu bisa melakukannya dengan keyboard / gamepad (kamu juga bisa menggunakan gamepad di Android / iOS).

    Selain itu, versi PC juga mengenalkan fitur multiplayer yg akan mengadu kamu dalam aksi balapan split-screen untuk menentukan siapa yg bisa mencapai akhir level lebih dahulu. Fitur yg satu ini bisa dibilang merupakan nilai jual utama dari Almigthree: The Last Dreamer versi PC. Multiplayer bisa dilakukan secara lokal maupun online.

    [​IMG]

    Di luar tambahan fitur tersebut, game ini juga tentunya mengalami peningkatan visual. Tapi kamu jangan berharap perubahan yg ada akan sebesar seperti yg dialami Rpublique dari versi tablet ke PC. Peningkatan visual yg ada terbatas ke pemolesan di model 3D karakter & lingkungan secara minor, serta penambahan efek-efek spesial untuk mempercantik game.

    Jika kamu sudah pernah memainkan versi Android & iOS dari Almightree, mungkin versi PC bukanlah hiburan yg wajib kamu beli lagi. Tapi kalau kamu belum pernah menjajal game ini, maka saya akan sangat menyarankan kamu untuk mengambil versi PC yg lebih superior & dijual dengan harga yg cukup ekonomis meskipun memang lebih mahal sedikit dari versi mobile.

    Artikel Asli – 10 September 2014

    Almightree: The Last Dreamer mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kamu. Game ini sempat di feature di laman muka Apple App Store & Yesi sempat membuatkan preview sebelum game ini rilis secara global. Kali ini saya akan membahas lebih kepada feel ketika memainkannya daripada membahas gameplay-nya. Mari kita mulai.

    Almightree: The Last Dreamermenceritakan tentang sebuah dunia yg hancur & seorang pahlawan bisa menyelamatkan dunia tersebut dengan cara menumbuhkan kembali pohon Almightree yg ada untuk mengembalikan keseimbangan dunia tersebut. Genre yg digunakan adalah puzzleyang cukup sederhana namun bisa membuat kepala pusing karena panik.

    [​IMG]

    Tugas kamu dalam 20 level yg diberikan adalah sampai ke ujung map untuk menumbuhkan pohon tersebut sebelum semua platform yg kamu injak jatuh. Untuk itu kamu diberikan kontrol berupa D-Pad & sebuah button di sebelah kanan untuk memindahkan platform ke tempat yg kosong. Ya, memang rata-rata tantangan yg diberikan di sini adalah mencari jalan ke platform berikutnya dengan cara memindahkan sebuah platform ke tempat yg kamu inginkan, seperti teleport.

    Saya cukup menyayangkan penggunaan D-Pad di game ini & bukan kontrol analog. Kenapa? Karena saya merasa kontrol ini kurang responsif. Melalui update terbaru tanggal 9 September 2014, Chocoart memberikan kontrol analog untuk mengatasi kontrol D-Pad yg menurut saya kurang responsif. Saya seringkali salah pencet arah tombol, sehingga arah yg saya kehendaki seringkali salah, alhasil saya membutuhkan waktu yg lebih lama untuk mencapai garis akhir. Ketika saya mencoba kontrol analog tersebut, ternyata masalah yg timbul masih sama, kurang responsif. Saya sendiri malah lebih suka menggunakan D-Pad dibandingkan analog yg setelah diimplementasi ternyata lebih sulit. Namun hal ini bisa ditutupi dengan gameplay yg cukup menawan & membuat saya tertantang walaupun saya memainkannya dengan menggunakan level easy.

    [​IMG]

    Jujur saya akui desain level yg diberikan oleh Chocoart membuat saya harus mengulang sebuah level beberapa kali. Bahkan terkadang saya harus bengong di satu titik & bertanya-tanya “lah ini gimana cara nyelesaiinnya??”. Chocoart dengan pintar membuat level yg hanya sedikit (20 level) di dalam satu game menjadi sebuah perjalanan yg cukup panjang & menguras otak. Kamu harus menyelesaikan puzzle yg diberikan dengan cara pikir out of the box, sehingga jika kamu stuck, kamu harus memikirkan cara lain yg tidak biasa.

    Walaupun tujuan kamu mudah, tetapi di game ini kamu harus benar-benar melihat jalan ke depan dengan jelas. Jalan mana yg akan kamu pilih dari setiap percabangan yg ada. Terkadang di tengah jalan, kamu akan menemukan orbs yg letaknya kadang terjangkau, kadang malah tidak sulit dijangkau. Fungsi dari orbs ini adalah sebagai misi tambahan & untuk menambahkan poin kamu juga di akhir sebuah level.

    Poin tersebut akan ditambahkan dengan poin dasar yg kamu dapat ditambah dengan tambahan sisa platform yg masih mengambang ketika level telah selesai. Jika sebuah level mudah yg menurut saya sudah cukup sulit belum cukup membuat kamu merasa tertantang, Almightree juga menyediakan mode normal & hard yg bisa kamu coba.

    [​IMG]

    Tentu, tantangan yg lebih akan terasa melalui mode ini. Perbedaannya dengan mode easy adalah platform akan jatuh dengan waktu yg lebih cepat. Jadi kamu akan dituntut untuk berpikir dengan cepat. Semakin tinggi mode yg kamu mainkan, maka akan semakin besar skor yg akan kamu terima. Memainkan mode hard juga akan membuka sebuah misi di sebuah level. Misalnya mengumpulkan 3 orbs dalam sebuah level, / menyelesaikan sebuah level dengan catatan waktu tertentu. Sayangnya misi ini tidak akan kamu ketahui ketika hendak memulai permainan, tetapi baru diketahui di akhir. Jadi kamu harus mengulanginya lagi bila tidak bisa menyelesaikan misi karena baru tahu misi yg sebenarnya setelah menyelesaikan level tersebut.

    Secara kualitas grafis, inilah game 3D paling bagus yg pernah saya lihat untuk ukuran mobilegame yg dibuat oleh Indonesia. Memang tidak banyak pesaing yg ada di negara kepulauan ini karena kebanyakan developer hanya bermain di grafis 2D. Namun ada beberapa catatan yg patut diperhatikan. Shadow ketika cinematic scene berlangsung cukup buruk, tidak smooth. Bayangan ditampilkan dengan bergerigi yg lebih mirip seperti grafis pixelated. Terlepas dari masalah minor ini, grafis & kualitas musik dipresentasikan dengan sangat baik.

    Akhirnya, Almightree: The Last Dreamer adalah game yg sangat patut kamu coba. Memang ada sedikit masalah pada kontrol, namun dengan menyesuaikan diri, saya rasa hal tersebut tidak akan menjadi masalah besar. Sedangkan desain level, grafis, & musik ditampilkan dengan cukup brilian. Melalui game ini, Chocoart akan menjadi developer yg akan selalu ingat & saya nantikan karyanya karena kualitas yg mereka berikan sangat memuaskan.
    Steam Link: Almightree: The Last Dreamer, Rp. 45.999 Game Info Download [​IMG] [​IMG][​IMG][​IMG][​IMG][​IMG] Almightree: The Last Dreamer Crescent Moon Games - Apr 07, 2015 Genre: Adventure Size: 72M Installs: 5,000 - 10,000 26,919 Download [​IMG][​IMG]

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page