Review Framed | N3

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Dec 19, 2014.

Discuss Review Framed | N3 in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    7,626
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    19/12/2014

    Saya telah lama menantikan kehadiran game puzzle Framed sejak Fahmi menulis berita tentangnya setahun silam. Gameplay Framed menggelitik rasa penasaran saya karena memadukan unsur komik & narasi film secara langsung ke dalam permainannya. Game ini telah menuai banyak pujian & penghargaan dari berbagai pihak, bahkan sejak belum diluncurkan secara resmi di Apple App Store. Penciptagamelegendaris seperti Hideo Kojima saja berkicau menyebut Framed sebagai game terbaik yg ia mainkan tahun2014.

    Played "FRAMED" by Liveshack. High sense of gameplay, graphic, & sound. My best game in this year without any doubt. pic.twitter.com/OFy9c9KTHU

    — HIDEO_KOJIMA (@HIDEO_KOJIMA_EN) November 22, 2014



    Memainkan Framed terasa seperti menikmati dua jenis hiburan sekaligus. Saya seakan sedang membaca sebuah komik, tapi sekaligus menyaksikan sebuah film bisu. Tampilan antar muka selama permainan disuguhkan dalam bentuk panel-panel gambar seperti yg biasa saya temukan pada komik. Namun alih-alih gambar statis, saya bisa menyaksikan para karakter di dalamnya bergerak-gerak melakukan berbagai aksi & berpindah-pindah panel membentuk satu kesatuan cerita layaknya menonton sebuah film.

    Framed bercerita tentang usaha pelarian para karakter di dalamnya. Entah mengapa, mereka diburuoleh para polisi & dikejar sekelompok orang misterius karena sebuah tas. Usaha pelarian ini membawa mereka berlarian di gang gelap, memanjat gedung-gedung tinggi, hingga kucing-kucingan dengan polisi di dalam kereta api. Usaha pelarian mereka akan berakhir pahit dengan tertangkap oleh polisi, kecuali kalau kamu membantu menata ulang panel gambar di setiap scene agar nasib mereka berubah.

    [​IMG]

    Pelarian para karakter di Framed diceritakan per lembar halaman layaknya sebuah komik. Tiap halaman menceritakan tentang satu scene dari banyak jumlah scene pelarian mereka secara utuh. Namun, berbeda dengan komik biasa, kamu bisa menggeser panel-panel gambar di dalam halaman ini yg akan mengubah skenario & urutan kejadian. Apabila kamu mengubahnya dengan benar, nasib karakter utama akan berubah & ia dengan sukses menyelinap lolos dari kepungan polisi.

    Mengutak-atik panel cerita di dalam Framed memiliki keseruan tersendiri. Kamu bebas menempatkan & mengurutkan berbagai panel yg ada pada halaman sesukamu. Satu-satunya yg membatasi kreativitasmuadalah jumlah panel yg bisa kamu geser di setiap halaman. Setiap susunan yg kamu lakukan akan memiliki konsekuensinya masing-masing. Apabila suatu scene tidak berjalan sesuai dengan yg kamu harapkan, kamu tinggal menyusun ulang urutan panel & kemudian menyentuh tombol play di panel pertama halaman tersebut. Kamu bisa mengulang-ulang setiap scene secara tidak terbatas, sampai si karakter lolos dari kepungan polisi & berlari ke halaman selanjutnya.

    Semua puzzle di dalam permainan bisa dipecahkan dengan mengandalkan logika. Kamu hanya perlu cermat mengamati setiap panel & membayangkan kejadian yg akan berlangsung di masing-masing gambar sebelum menyentuh tombol play. Apabila dicermati dengan seksama, jumlah kemungkinan permutasi yg benar di setiap halaman sebenarnya bisa dikerucutkan dengan proses eliminasi sederhana. Kalaupun kamu terjebak di suatu puzzle, kamu hanya perlu mencoba satu per satu kemungkinan dari semua permutasi yg ada (salah satunya pasti akan ada yg benar :p).

    [​IMG]

    [​IMG]

    Selain dari sisi gameplay yg unik, Framed juga memiliki kelebihan lain dari sisi visualisasi & presentasi yg minimalis & sederhana. Permainan disajikan tanpa teks maupun efek suara sama sekali. Kamu hanya akan menikmati grafis dua dimensi dengan gaya art noir & siluet para tokoh di dalamnya sambil ditemani musik jaz yg dimainkan tanpa henti di sepanjang permainan. Tidak ada opsi pengaturan / bahkan halaman utama seperti yg biasa ditemui digame lain. Pengenalan mekanisme permainan pun dimasukkan sebagai bagian dari cerita secara halus, sampai-sampai saya baru menyadarinya ketika memainkan ulang game ini.

    Gameplay yg unik & cerita yg menarik di Framed sayangnya hanya bisa dinikmati sebentar sebelum ditamatkan. Saya hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam sebelum menamatkan game pertama kali. Waktu yg saya butuhkan untuk menamatkannya kedua kali bahkan jauh lebih cepat daripada itu. Menonton aksi bisu di Framed juga membuat saya perlu sedikit mencerna apa yg sebenarnya sedang dilakukan para tokoh di beberapa scene. Karena game menggunakan fitur autosave, saya pun tidak bisa memilih suatuscene secara spesifik untuk dimainkan ulang & mencerna kembali apa yg terjadi.

    Framed telah sukses membawa konsep game puzzle yg unik & jarang saya temui sebelumnya. Gameplay yg simpel dikemas dengan baik dengan sajian visual yg keren dan puzzle yg cukup menantang. Lama gameplay dari permainan mungkin akan menjadikan pertimbangan sendiri karena cukup singkat dengan replay value yg hampir tidak ada. Semoga saja Loveshack akan mengeluarkan episode lanjutan dari permainan ini, seperti yg terjadi pada Monument Valley baru-baru ini.

    Apple App Store Link: FRAMED, Rp. 59000
    Review OverviewGraphic4.5Gameplay4.5Value44.5Excellent
    Pros: Puzzle unik dengan mekanisme permainan yg jarang ditemui | Art minimalis & musik latar belakang yg enak dinikmati | Berbagai pilihan memiliki konsekuensi yg berbeda-beda & membuat penasaran

    Cons: Permainan relatif singkat | Hampir tidak memiliki replay valueTagsPuzzle

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page