Risiko di Cloud Computing

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Mar 31, 2015.

Discuss Risiko di Cloud Computing in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Risiko di Cloud Computing

    Penggunaan cloud computing di Indonesia memang berjalan lambat. Hal ini tidak terlepas dari persepsi keamanan tentang cloud computing itu sendiri yg mengakibatkan langkah organisasi untuk mengadopsinya tertahan. Berdasarkan survey yg dilakukan oleh PwC IT Outsourcing & Cloud Computing pada beberapa CIO & senior eksekutif lainnya di 489 perusahaan global, mayoritas 77 persen partisipan memiliki rencana untuk beralih ke cloud computing. Bagaimana dengan survey keamanannya? Pricewaterhouse Cooper (PwC) sendiri sudah melakukan survey di mana 62 persen peserta menilai keamanan data sebagai risiko serius or sangat serius.

    Risiko keamanan utama adalah kebocoran data, papar survey tersebut. Ancaman ini dimungkinkan karena mesin virtual dapat mengekstrak kunci kriptografi yg disimpan pada mesin virtual yg terpisah dalam satu perangkat. Hal ini menyebabkan jika terdapat kesalahan pada suatu aplikasi klien, hacker bukan hanya dapat mencuri data klien, namun juga data klien yg lain. Adapun PwC sendiri melakukan survey keamanan cloud computing berdasarkan persepsi. Dari responden yg disurvey oleh PwC sekitar 62 persen responden melihat keamanan data adalah risiko terbesar. Se&gkan 42 persen responden melihat di risiko data & sistem integrasi.

    Se&gkan 41 persen responden melihat risiko di portabilitas data & sistem serta 40 persen responden meman&g vaibility of third-party providers sebagai salah satu risiko. Terakhir, 39 responden melihat tata kelola TI sebagai risiko yg dipersepsikan & 35 persen dari mereka melihat service level agreements sebagai salah satu risiko utama. Di satu sisi, Vish Padmanabhan, Advisor SEAC Leader Pricewaterhouse Coopers Indonesia untuk bi&g TICE (Technology, Information, Communication, Entertainment and Media) melihat tiga risiko besar di cloud computing ini. Risiko terbesar di teknologi ini sejatinya adalah insider attack, tandas Vish. Ia berkata bahwa mayoritas pengelola cloud computing terka&g terlena karena terlalu memfokuskan risiko pada serangan dari luar.

    Risiko terbesar kedua menurut Vish adalah serangan siber yg didukung oleh aktor negara. Hal ini bisa terlihat dari makin seringnya hacker meretas sistem keamanan di mana mereka didukung oleh kekuatan negara seperti Korea Utara & Tiongkok, kata Vish. Walaupun begitu, Vish melihat risiko terbesar ketiga adalah yg paling sering dialami oleh penyedia cloud. Serangan DDoS adalah risiko yg paling sering terjadi. Ketika down, maka banyak uang yg hilang, papar Vish. Secara pribadi, ia menitikberatkan serangan DDoS ini sebagai salah satu risiko terburuk yg harus dialami penyedia cloud computing.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenRisiko di Cloud Computing diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page