RNDC [RNDC] Generator HHO dan H2 Separasi

Discussion in 'N3 Source Codes dan Tutorials' started by dono, Nov 21, 2014.

Discuss [RNDC] Generator HHO dan H2 Separasi in the N3 Source Codes dan Tutorials area at Nyit-Nyit.Net

  1. dono 3 SMP STAFF N3 Tukang Sapu

    Messages:
    2,403
    Likes Received:
    2,575
    Trophy Points:
    141
    Game:
    Dota 2
    Region:
    Australia
    Artikel ini merupakan hasil riset dari rekan-rekan di HHO Indonesia dan Pak Nicolas Sidharta. Berikut ini adalah dasar pemikiran dibuatnya generator HHO dan H2:
    • Mesin-mesin yang menggunakan BBM di dunia khususnya di Indonesia pada umumnya masih memiliki tingkat efisiensi yang rendah. Masih cukup banyak BBM yang terbuang sebagai hydrocarbon yang tersisa dari mesin dengan sistem pembakaran internal (internal combustion engine).
    • Negara kita memiliki keterbatasan untuk menyediakan bahan bakar bersubsidi. Bahan bakar non subsidi dijual dengan harga cukup tinggi sehingga untuk kalangan tertentu menjadi beban dalam memenuhi kebutuhan energinya.
    • BBM yang ada dan digunakan di negara kita sebagian besar adalah energi fosil dan tidak terbarukan, sehingga ketersediaannya suatu saat akan habis, untuk itu perlu penggunaan yang bijak dan membiasakan untuk berhemat.
    • Negara kita berupa kepulauan, sehingga sarana transportasi darat, laut dan udara sangatlah penting untuk menunjang perekonomian.

    Dengan pola dan kondisi yang diuraikan di atas, maka solusi yang hampir dapat mengatasi semua masalah di atas adalah menggunakan energi yang terbarukan dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi tak terbarukan dengan membuat alat yang dapat menghemat bahan bakar yang secara tidak langsung menurunkan tingkat emisi yang dihasilkan.

    Berikut ini adalah gambar dari generator HHO ISAENASA v6.1

    400px-Gen-hho-isaenasa.jpg

    ISAENASA adalah singkatan dari Ini Sebenarnya Adalah Energi Asalnya Air. Alat ini menggunakan prinsip elektrolisis air (H2O) yaitu jika air dilewatkan diantara dua pelat yang dialiri oleh arus searah (DC) yang berbeda kutub (+ dan -), maka molekul air akan terpecah menjadi Hidrogen dan Oksigen dalam bentuk gas. Pada kutub positif akan terbentuk gas Oksigen (O2) dan pada kutub negatif akan terbentuk gas Hidrogen (H). Gas oksigen adalah bahan yang dibutuhkan untuk pembakaran (oksidasi) sedangkan hidrogen adalah bahan bakar yang jika direaksikan dengan pembakaran maka akan kembali menyatu dengan oksigen dengan menghasilkan panas (kalor). Proses pemecahan air melalui elektrolisis akan menghasilkan gas HHO yang sangat reaktif atau mudah terbakar dengan kecepatan rambat yang sangat tinggi (3 sampai 5x kecepatan terbakarnya uap bensin). Sebelum melangkah ke proses penghematan bahan bakar menggunakan HHO, terlebih dahulu perlu diketahui mengenai cara kerja mesin 4 langkah (HHO cukup beresiko jika digunakan pada mesin 2 langkah, karena pembuangan gas sisa pembakaran berlangsung bersamaan dengan proses memasukkan bahan bakar ke ruang bakar). Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara kerja mesin 4 langkah:

    • Langkah hisap terjadi ketika katup isap (intake valve) terbuka dan katup buang (exhaust valve) tertutup, piston bergerak menjauh dari Titik Mati Atas (TMA) sehingga mengasilkan efek vacuum yang menyebabkan bahan bakar terhisap masuk ke dalam ruang bakar (combustion chamber).
    • Langkah kompresi terjadi ketika katup isap (intake valve) dan katup buang (exhaust valve) keduanya tertutup dan piston bergerak menuju Titik Mati Atas (TMA) mengakibatkan kompresi bahan bakar di dalam ruang bakar (combustion chamber).
    • Langkah pembakaran (ignition) terjadi ketika katup isap (intake valve) dan katup buang (exhaust valve) keduanya masih dalam kondisi tertutup dan piston berada pada posisi Titik Mati Atas (TMA) kemudian busi (spark plug) dialiri arus bertegangan tinggi dari koil sehingga mengakibatkan percikan api yang menyalakan bahan bakar telah terkompres dan mengakibatkan ledakan yang mendorong piston menjauhi Titik Mati Atas (TMA). Energi yang dihasilkan dari proses ini kemudian diteruskan melalui batang piston (piston rod) dan memutar poros engkol (crankshaft).
    • Langkah buang (exhaust) terjadi ketika katup isap (intake valve) tertutup dan katup buang (exhaust valve) terbuka serta piston bergerak menuju Titik Mati Atas (TMA) dan mendorong gas sisa pembakaran keluar dari ruang bakar (combustion chamber) melalui katup buang (exhaust valve).
    Pada kondisi mesin yang sudah berumur, terjadi pengurangan performa karena sistem pencampuran bahan bakar tidak lagi sempurna disebabkan oleh adanya kerak pada ruang bakar (combustion chamber) yang dapat menyebabkan pembakaran yang tidak direncanakan (detonasi/knocking) dan berdampak pada kurangnya tenaga yang dihasilkan dan getaran yang cukup kuat pada mesin dan terkadang ditanggulangi secara konvensional dengan metode porting atau menghaluskan saluran isap (intake manifold), saluran buang (exhaust manifold) dan bagian ruang bakar (combustion chamber).

    Dengan menggunakan HHO dalam jumlah kecil yang disalurkan melalui saringan udara atau sebelum saluran intake, maka gas HHO akan bercampur dengan udara dan bahan bakar yang disalurkan ke ruang bakar. Dan ketika proses pembakaran (ignition) terjadi pada ruang bakar, maka gas HHO akan terbakar lebih dahulu dan menyebabkan bahan bakar lainnya menjadi terpecah menjadi butiran yang lebih halus sehingga pembakaran lebih sempurna, tingkat gas hidrokarbon dan COTemplate:Sub hasil pembakaran menurun, torsi mesin juga akan meningkat dan secara tidak langsung dapat mencegah terjadinya detonasi/knocking.

    Generator HHO ISAENASA v6.1 menggunakan sel dengan konsep ZCLC (Zero Current Leak Cell) yaitu pengembangan dari Wet Cell dan Dry Cell. Desain ZCLC bertujuan untuk meminimalisir kebocoran arus pada lokasi yang biasanya terjadi lompatan tegangan di atas 2 Volt yang menyebabkan panas berlebih. Dengan desain tersebut, maka masalah panas yang terjadi pada sistem Wet Cell dan Dry Cell dapat dikurangi sehingga walaupun digunakan secara terus-menerus, suhu ZCLC hanya mencapai nilai maksimum sekitar 45 derajat celcius. Saat ini, sistem ZCLC masih terus mengalami pengembangan lebih lanjut yang tujuannya untuk menurunkan panas yang dihasilkan dengan mengembangkan struktur dan material yang digunakan sehingga suhunya bisa mendekati suhu lingkungan kerjanya.

    Berikut ini adalah langkah-langkah perawatan generator HHO yang cukup sederhana:

    • Jaga agar level air tetap berada diantara nilai minimum dan maksimum. Untuk menambahkan air, gunakan air bebas mineral (TDS nol). Untuk memudahkan, dapat digunakan air dari hasil kondensasi AC (Air Conditioner), aquabides, atau sumber air lain yang telah di-destilasi (Amidis).
    • Untuk 1 liter air murni, dapat digunakan hingga 28 jam dengan arus 5 Ampere.
    • Pengurasan dan penambahan elektrolit hanya diperlukan jika sudah pernah menggunakan air yang tidak bebas mineral seperti air sumur, air PDAM, air sungai, air laut, air yang mengandung bahan organik, tercemar alkohol dan lain sebagainya.
    Pemasangan generator HHO ini cukup mudah, yaitu:

    • Pilih lokasi dimana generator ini dapat berdiri tegak.
    • Pasang selang ke air intake sebelum saringan udara.
    • Pasang kabel power melalui sekering.
    • Dan langkah terakhir adalah menghubungkan relay yang diaktifkan melaui kelistrikan pada kunci kontak agar generator memproduksi HHO hanya pada saat mesin berjalan.
    Berikut ini adalah gambar dari generator H2 Separasi:

    400px-Gen-h2-separasi.jpg


    Generator H2 Separasi ini pada prinsipnya hampir sama dengan generator HHO di atas dengan beberapa pengembangan.Adapun perbedaannya adalah sebagai berikut:

    • Generator HHO cocok digunakan untuk mesin berbahan-bakar diesel dan mesih berbahan-bakar bensin yang masih menggunakan karburator sedangkan generator H2 Separasi lebih cocok digunakan pada mesin berpengendali elektronik atau biasa disebut dengan istilah Electronic Fuel Injection (EFI).
    • Generator H2 Separasi menghasilkan gas secara terpisah sehingga tidak akan terjadi ledakan di luar ruang bakar (combustion chamber) walaupun sengaja disulut dengan api karena sifatnya flammable, namun tidak bersifat blasting.
    • Gas H2 murni yang dihasilkan dapat berumur lebih lama dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh generator HHO sehingga dapat dimampatkan dalam tabung khusus dan disimpan sebagai cadangan bahan bakar.
    • Cocok untuk kendaraan bermesin bensin yang saat ini pada umumnya menggunakan sistem injeksi (EFI).
    • Dalam volume besar, dapat digunakan sebagai oven pemanas, burner, las dan sebagai production center hidrogen bagi pemakaian fuel cell (pengganti baterai masa depan).
    Generator H2 Separasi ini cocok digunakan untuk mesin dengan sistem injeksi (EFI) karena prinsip kerjanya yang memisahkan antara gas oksigen dan hidrogen dimana oksigen akan dilepaskan ke udara bebas, sedangkan gas hidrogen akan diberikan ke mesin melalui jalur udara masuk (intake) di depan saringan udara pada posisi yang memiliki kevakuman paling kecil namun masih dapat terbawa ke dalam mesin. Dengan demikian, tidak dibutuhkan pengaturan yang rumit pada sistem injeksi pada kendaraan. Cukup mengatur jumlah hidrogen yang dibutuhkan oleh mesin. Hal tersebut berbeda dengan generator HHO dimana gas oksigen dan hidrogen tergabung menjadi satu sehingga jika berlebihan maka akan memicu sensor gas buang yang terhubung dengan sistem injeksi karena pembacaan kadar oksigen yang kaya pada gas buang. Hal ini mengakibatkan injektor memasok lebih banyak bahan bakar karena menganggap bahwa mesin mengalami kekurangan pasokan bahan bakar dan akhirnya mesin menjadi tidak efisien atau malah menjadi boros.

    Berikut ini adalah langkah pemasangan generator H2 Separasi pada kendaraan:

    • Pilih lokasi yang cukup luang, dimana generator ini dapat berdiri tegak karena ukuran generator ini cukup besar.
    • Hubungkan selang dari port H2 sampai ke saluran intake saringan udara pada mesin.
    • Hubungkan selang dari port oksigen yang diarahkan keluar kabin kendaraan dengan tujuan untuk memberikan keseimbangan ketika terjadi lonjakan vakum dari selang H2 dan juga untuk melepaskan tekanan pada ruang (chamber) oksigen pada generator.
    • Pasang kabel daya melalui sekering dan relay yang hanya akan aktif ketika mesin sedang berjalan.
    Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membuka URL pada bagian referensi.

    1. https://www.facebook.com/groups/415267521896270/
    2. https://www.facebook.com/nicolas.sidharta

    Dipublikasikan di wiki RNDC dengan tujuan untuk memperkenalkan teknologi HHO bagi rekan-rekan yang berminat untuk mengembangkan.

    Source:
    Code:
    http://rndc.or.id/wiki/index.php?title=Penjelasan_Singkat_Generator_HHO_dan_H2_Separasi 
     
    LutfiArdiansyah likes this.

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini
  2. LutfiArdiansyah Pra TK Level 1

    Messages:
    17
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    29
    Game:
    RF
    Ada filmnya,Chain Reaction (1996)
     
  3. Jagomaya Belum Sekolah Level 0

    Messages:
    2
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    3 Kingdoms
    Region:
    Yogyakarta
    ada yang mo coba?
     

Share This Page