Liga Inggris Sejarah Hari Ini (18 Agustus): Just Fontaine, Legenda Di Balik Gemerlap Pele

Discussion in 'Bola' started by Bola, Aug 18, 2016.

Discuss Sejarah Hari Ini (18 Agustus): Just Fontaine, Legenda Di Balik Gemerlap Pele in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Gelaran Piala Dunia 1958 di Swedia akan selalu dikenang sebagai Piala Dunia-nya Edson Arantes do Nascimento, yang lebih dikenal dengan panggilan "Pele". Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, legenda terbesar Brasil itu tampil sensasional.

    Pele seakan sendirian mengantarkan Seleccao merengkuh Piala Dunia pertamanya di sepanjang sejarah. Torehan enam gol yang di antaranya disertai tendangan salto di partai final, membuatnya jadi pemain terbaik turnamen sekaligus mematri namanya sebagai legenda.

    Gemerlap Pele bahkan sanggup meredupkan sinar pemain lain yang juga tampil fantastis, salah satunya adalah top skor turnamen, Just "Justo" Fontaine. Padahal mantan penggawa timnas Prancis yang hari ini tepat berusia 83 tahun itu, menorehkan rekor yang hingga detik ini tak sanggup disamai pemain lain.

    Hanya dari satu edisi Piala Dunia, Fontaine secara luar biasa sanggup menorehkan 13 gol! Pencapaian yang bahkan tak mampu dilakukan oleh bomber legendaris Piala Dunia, macam Gerd Muller, Diego Maradona, Ronaldo, Miroslav Klose, bahkan Pele sendiri.

    [​IMG]

    Ironisnya, Fontaine yang seorang Maroko -- negara koloni Prancis -- sejatinya nyaris saja tak diikutkan ke Piala Dunia 1958. Pelatih Le Bleus, Albert Batteaux, menjadikannya pemain yang diseleksi paling akhir bersaing dengan bomber lain, Rene Bliard.

    Mereka diuji dalam sebuah partai uji coba, di mana satu yang terbaik akan dipilih. Namun rezeki memang tak ke mana, jelang digelarnya seleksi Bliard malah cedera. Fontaine otomatis dipilih masuk skuat final yang diterbangkan ke Swedia.

    Hebatnya ketika turnamen digelar, Fontaine yang saat itu masih berusia 24 tahun sanggup menembus starting XI. Dengan selalu meminjam sepatu rekannya, Stephane Bruey, yang merupakan pemain cadangan, dirinya membuktikan bahwa Batteaux tak salah memercayainya.

    Torehan hat-trick langsung dibuat Fontaine pada matchday perdana hadapi Paraguay. Ia melanjutkannya dengan menjebol jala Yugoslavia dan Skotlandia untuk antarkan Prancis lolos sebagai juara Grup 2.

    SIMAK JUGA
    Sejarah Hari Ini 17 Agustus 2015
    Sejarah Hari Ini 16 Agustus 2015
    Sejarah Hari Ini 15 Agustus 2015

    Di babak gugur peran krusial Fontaine sama sekali tak pudar. Pada fase perempat-final menghadapi Irlandia Utara, ia menceploskan sepasang gol untuk membawa Prancis menang telak 4-0.

    Sayang keajaiban yang dihadirkan Fontaine harus terhenti di babak semi-final ketika bertemu Brasil. Peraturan lawas membuat Tim Ayam Jantan dipermak Tim Samba -- dengan Pele-nya lewat skor 5-2, kendati Fontaine sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

    "Prancis kalah karena kami hanya bermain dengan sepuluh pemain di babak kedua. Padahal saya sempat menyetarakan keadaan menjadi 1-1. Sayang rekan saya, Robert Jonquet, harus keluar karena cedera. Peraturan sepakbola kala itu tak mengizinkan sebuah tim mengganti pemain yang cedera," kisah Fontaine dalam wawancaranya dengan Lemonde.

    Kekecewaan Fontaine lantas dilampiaskan dalam duel perebutan tempat ketiga, tatkala Prancis membabat habis Jerman Timur 6-3. Ia mengamuk dengan torehkan quat-trick untuk mengakhiri kompetisi sebagai top skor, lewat koleksi 13 gol.

    [​IMG]

    Dilihat dari perjalanan kariernya yang tergolong singkat, 12 tahun, Fontaine tak bisa dicap sebagai pemain one-hit wonder. Penampilannya di level klub urung dibilang mengecewakan.

    Fontaine adalah alasan utama kejayaan masa lalu klub tradisional Prancis, Stade de Reims. Selama enam musim masa pengabdiannya, ia mempersembahkan tiga gelar divisi satu Prancis dan satu Piala Prancis.

    Fontaine juga jadi pahlawan kejaiban Reims menembus babak final Piala Champions 1958/59. Ia tampil sebagai top skor turnamen lewat sumbangsih sepuluh gol, tapi gagal membawa klubnya jadi kampiun karena kalah dari Real Madrid.

    Kini Fontaine sudah berusia 83 tahun dan makin sulit untuk terus aktif dalam berbagai kegiatan sepakbola. Walau begitu, statusnya sebagai salah satu legenda sepakbola Prancis dan dunia takkan lekang oleh waktu.

    Akhir kata, Joyeux Anniversaire Justo!

    JUST "JUSTO" FONTAINE​

    [​IMG]

    Nama lengkap: Just "Justo" Fontaine
    Posisi: Penyerang
    Tempat, tanggal lahir: Marrakech, Maroko, 18 Agustus 1933​
    Koleksi Gelar (Klub):

    OGC Nice: 1 Divisi Satu Prancis (1955/56), 1 Piala Prancis (1953/54)

    Stade de Reims: 2 Divisi Satu Prancis (1957/58, 1959/60, 1961/62), 1 Piala Prancis (1957/58)

    Individu:

    Top Skor Divisi Satu Prancis: 1957/58, 1959/60
    Top Skor Piala Dunia: 1958
    All-Star Piala Dunia: 1958
    Top Skor Piala Champions: 1958/59
    FIFA 100: 2004


    Karier klub:
    USM Casablanca (1950-1953)
    OGC Nice (1953-1956)
    Stade de Reims (1956-1952)

    Karier timnas:

    Prancis (1953-1960)




    48 penampilan/62 gol
    69/43
    131/122



    21 penampilan/30 gol

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, Sejarah Hari Ini (18 Agustus): Just Fontaine, Legenda Di Balik Gemerlap Pele
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page