Liga Italia Sejarah Hari Ini (2 Maret): Hari Lahir Vittorio Pozzo

Discussion in 'Bola' started by Bola, Mar 2, 2016.

Discuss Sejarah Hari Ini (2 Maret): Hari Lahir Vittorio Pozzo in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Nama Vittorio Pozzo mungkin jarang menggema di belantara sepakbola modern saat ini. Sudah pasti, Pozzo kalah pamor dengan Josep Guardiola, Louis van Gaal (yang selalu menghiasi meme), atau Massimiliano Allegri. Toh, masa kejayaan Pozzo sudah lewat jauh, sudah terlalu lama berlalu, dan mungkin tidak meninggalkan bekas.

    Adapun kalau mau meniti ulang catatan sejarah Piala Dunia, Pozzo merupakan salah satu sosok yang paling sukses dalam kompetisi sepakbola terakbar sejagad itu. Betapa tidak, ia merupakan satu-satunya pelatih yang berhasil membawa pulang Piala Dunia dua kali dan itu pun ia hadirkan secara beruntun di periode 1934 dan 1938!

    Mengawali kariernya sebagai pesepakbola, langkah Pozzo tidaklah lancar. Pria kelahiran Turin itu sempat membela Grasshopper Zurich dan Torino, tetapi hanya bertahan enam musim di lapangan hijau. Ia memutuskan gantung sepatu setelah periode pendeknya dan memilih untuk menjadi pekerja di pinggir lapangan.

    Pozzo tentu tidak serta merta jadi kepala pelatih. Ia lebih dulu menjajaki profesi sebagai direktur teknik Torino (ia tidak mendapat bayaran sepeser pun saat itu) dan sempat menjadi komisaris tim nasional Italia pada pertengahan 1912, ketika Gli Azzurri melakoni debutnya di kompetisi resmi internasional, sebelum akhirnya mundur dari jabatan tersebut.

    SIMAK JUGA
    Inter Masih Bisa Ke Liga Champions
    Mengulang Dosa Lama, Sebab Kejatuhan Inter
    Liverpool Harus Tambah Kontrak Flanagan​

    Perjalanannya jatuh bangun, bahkan ia sempat meninggalkan sepakbola demi bela negara di Perang Dunia I. Pozzo menjadi letnan dari Alpino (Angkatan Bersenjata Elit Italia yang beroperasi di gunung) dan pengalaman itu meninggalkan bekas di dalam dirinya. Perang membuatnya sadar akan pentingnya moral, pendidikan, dan sulitnya hidup di perlindungan.

    Tahun 1924, Pozzo ditunjuk sebagai komisaris tunggal tim nasional Italia dan memimpin timnya ke perempat-final Olimpiade, tapi kalah 2-1 dari Swiss. Setelah itu, ang pelatih mundur dari jabatannya karena ingin fokus pada tugas mencari nafkah dan melayani istrinya. Malang bagi Pozzo, istrinya meninggal karena sakit tak lama kemudian, sehingga ia mengasingkan diri ke Milan.

    Pozzo akhirnya kembali melatih Italia pada periode 1929. Kali ini Pozzo kembali sebagai sosok yang keras dalam memimpin. Ia berani mencoret Adolfo Baloncieri, kapten dan pemain utama Italia selama sepuluh tahun. Jelang Piala Dunia 1934, ia bahkan mencoret kapten yang ia rasa tidak memberikan dampak di lapangan, Umberto Caligaris.

    Di tahun itu, Pozzo berhasil menggaet Piala Dunia setelah mengalahkan Cekoslowakia (sekarang Republik Ceko) dengan skor 2-1 di partai puncak yang digelar di Roma. Empat tahun setelahnya, Pozzo menduetkan Giuseppe Meazza dengan Silvio Piola dan meraih sukses beruntun. Azzurri melangkah jauh di Piala Dunia hingga akhirnya berhadapan dengan Brasil di semi-final.

    [​IMG]

    Giuseppe Meazza, salah satu pemain kunci Pozzo di Piala Dunia.​

    Ada kisah menarik jelang laga semi-final tersebut. Brasil dikabarkan cukup percaya diri dan yakin bisa mencapai final sehingga mereka sudah mengamankan tiket pesawat untuk berangkat ke Paris. Pozzo pun menemui skuat Brasil dan meminta mereka untuk menyerahkan tiket itu kepada timnas Italia karena merekalah yang akan menang.

    Brasil ternyata menjawabnya dengan arogan dan, seperti dikabarkan Tuttosport, berkata: Itu tidak mungkin karena kami yang akan berangkat ke Paris, karena kami akan mengalahkan Anda di Marseille.” Mereka bahkan menawarkan kursi spesial untuk Pozzo untuk menonton mereka di final.

    Bukannya geram, Pozzo memanfaatkan situasi ini untuk menceritakan momen itu pada anak asuhnya. Skuat Italia dikabarkan langsung tersulut semangatnya dan membalas hal itu di lapangan hijau. Azzurri menang 2-1 atas Brasil, tetapi Selecao tak mau memberikan tiketnya pada sang finalis sehingga Pozzo dkk terpaksa berangkat naik kereta api.Di final, Italia menyajikan pertandingan sengit melawan Hongaria dan mengunci kemenangan 4-2 untuk menggendong Piala Dunia 1938.

    Pozzo baru pensiun sepuluh tahun setelahnya dan ia mencatatkan 64 kemenangan, 17 hasil imbang, dan 16 kekalahan dari 97 pertandingan. Persentasi kemenangannya adalah 65,97%, rekor di antara pelatih Italia.

    Bagi pengguna news app Goal dapat menyimak cuplikan pertandingan Liga Primer Inggris, Serie A Italia, dan Ligue 1 Prancis di sini.

    [​IMG]

    liga italia seri a b, liga italia era digital, liga italia tabla, liga italia terkini, liga italia tvri, liga italia klasemen, Sejarah Hari Ini (2 Maret): Hari Lahir Vittorio Pozzo
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page