Liga Inggris Sejarah Hari Ini (21 Mei): Trofi Eropa Perdana Jose Mourinho

Discussion in 'Bola' started by Bola, May 21, 2015.

Discuss Sejarah Hari Ini (21 Mei): Trofi Eropa Perdana Jose Mourinho in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,261
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Jose Mourinho, manajer yang kini menangani Chelsea itu sudah dikenal luas sebagai pelatih jenius. Meski kerap dikritik lewat gaya permainan timnya serta komentar kontroversial, tak ada yang bisa membantah kehebatan dan kebesaran pria kelahiran Setubal, Portugal, tersebut.

    Bukan tanpa alasan, sepanjang kariernya Mou sudah berhasil menjuarai seluruh gelar domestik di empat liga besar Eropa, yakni Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol. Di kancah Eropa, namanya juga amat disegani dengan koleksi sepasang trofi Liga Champions dan satu Piala UEFA.
    Final Piala UEFA 2002/2003
    Celtic 2-3 FC Porto
    [​IMG]
    21 Mei 2003
    Estadio Olimpico de Sevilla
    Wasit: Lubos Michel (Slovakia)
    Gol: 0-1 Derlei 45+1', 1-1 Larsson 47', 1-2 Alenichev 54', 2-2 Larsson 57', 2-3 Derlei 115'​
    Celtic: Douglas; Agathe, Valgaeren (Laursen 64'), Balde, Mjallby, Thompson; Lambert (McNamara 76'), Lennon, Petrov (Maloney 105'); Sutton Larsson
    Manajer: Martin O'Neil

    FC Porto: Baia; Ferreira, Jorge Costa (Pedro Emanuel 71'), Carvalho, Valente; Alenichev, Costinha (Ricardo Costa 9'), Maniche; Deco; Derlei, Capucho (Marco Ferreira 98')
    Manajer: Jose Mourinho

    Namun patut diketahui, jika gelar yang disebut terakhir merupakan penanda mengudaranya nama Mourinho di seantero Eropa bahkan dunia. Ya, tepat 12 tahun yang lalu Mou sukses mematri namanya sebagai pelatih elit Eropa, dengan mengantarkan FC Porto jadi kampiun Piala UEFA musim 2002/03.

    Kala itu sejatinya Porto bukanlah unggulan dalam turnamen kasta kedua Eropa tersebut. Selain Liga Zon Sagres Portugal yang masih dinilai minor, Portistas Dragões juga tak dijejali deretan bintang mentereng. Nama paling tenar di sana mungkin hanya sang kiper sekaligus kapten, Vitor Baia.

    Namun Porto, melalui pelatihnya, Mourinho, membalikkan segala prediksi media dan publik. Dalam perjalanan ke final, mereka sukses menyingkirkan tim-tim unggulan macam Lens, Panathinaikos, dan Lazio.

    Hingga sampai di final, masih saja Porto diremehkan karena lawan mereka adalah jagoan Skotlandia, Celtic. Tidak seperti sekarang, saat itu The Bhoys dilatih oleh nakhoda papan atas macam Martin O'Neil dengan kemewahan skuat mahalnya macam Johan Mjallby, Stiliyan Petrov, Chris Sutton, dan tentunya sang dewa Celtic Park, Henrik Larsson.

    Tapi sekali lagi, Porto membalikkan segala prediksi, dengan permainan memesona di hadapan 52 ribu penonton yang memadati venue final, Olimpico de Sevilla.

    Menguasai jalannya laga secara mutlak sejak sepakan mula dilakukan, Porto sukses menutup babak pertama lewat gol telat Derlei, di masa injury time. Namun apa yang kemudian terpapar di paruh kedua, menegaskan kualitas sejati Celtic.

    Baru dua menit berjalan, Cetic sukses menyamakan keadaan menjadi 1-1 melalui tandukan berkelas Larsson. Meski Porto sempat kembali unggul melalui gol Dimitri Alenichev di menit ke-54, berkat dominasi serangannya The Hoops kembali mampu menyetarakan kedudukan menjadi 2-2. Lagi-lagi tandukan Larsson yang jadi penyebabnya, hanya tiga menit selepas gol kedua Porto.

    Setelahnya, pertandingan menjurus jadi bentrok adu jotos. Kedua tim bermain amat kasar, hingga wasit pemimpin laga, Lubos Michel, harus mengeluarkan sembilan kartu kuning dan dua kartu merah, di mana Celtic unggul satu kartu kuning. Pertandingan dalam waktu normal 90 menit pun berakhir sama kuat 2-2.

    Pada babak tambahan, tensi panas masih terjaga sehingga tempo permainan berjalan agak rancu. Namun Porto bermain cerdik, dengan lebih bertahan dan berharap pada serangan balik cepat, memanfaatkan stamina lawan yang juga terkuras. Hasilnya efektif, lewat skema serangan balik khas Mou, Derlei berhasil menciptakan silver goal di menit ke-115.

    Porto unggul 3-2 dan Celtic tak mampu lagi bereaksi di sisa lima menit laga. Tak pelak, The Dragons akhirnya berhasil keluar sebagai kampiun Piala UEFA 2002/03. Torehan itu jadi trofi Eropa keempat sang jagoan Portugal, tapi yang pertama bagi The Happy One.

    Di musim selanjutnya, Porto secara sensasional jadi kampiun Liga Champions. Mou pun kemudian melanjutkan suksesnya bersama Chelsea, FC Internazionale, Real Madrid, dan kembali bersama The Blues lagi hingga kini.

    JOSE MOURINHO​

    [​IMG]

    Nama: José Mário dos Santos Mourinho Félix

    Tempat, Tanggal Lahir: Setubal, Lisabon, Portugal, 26 Januari 1963

    Klub (Pemain): Rio Ave (1980-1982)
    Belenenses (1982-1083)
    Sesimbra (1983-1985)
    Comércio e Indústria (1985-1987)

    (Pelatih): Benfica (2000)
    Uniao de Leiera (2001-2002)
    FC Porto (2002-2004)
    Chelsea (2004-2007)
    FC Internazionale (2008-2010)
    Real Madrid (2010-2013)
    Chelsea (2013-...)​
    Koleksi Gelar (Pelatih)

    (FC Porto)

    Liga Zon Sagres Portugal: 2002/03, 2003/04
    Portugal Portugal: 2002/03
    Piala Super Portugal: 2003
    Piala UEFA: 2002/03
    Liga Champions: 2003/04

    (Chelsea)

    Liga Primer Inggris: 2004/05 & 2005/06
    Piala FA: 2006/07
    Piala Liga Inggris: 2004/05 & 2006/07
    Community Shield: 2005

    (FC Internazionale)

    Serie A Italia: 2008/09 & 2009/10
    Piala Italia: 2009/10
    Piala Super Italia: 2008
    Liga Champions: 2009/10

    (Real Madrid)

    La Liga Spanyol: 2011/12
    Piala Spanyol: 2010/11
    Piala Super Spanyol: 2012 ​

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, Sejarah Hari Ini (21 Mei): Trofi Eropa Perdana Jose Mourinho
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page