Liga Inggris Sejarah Hari Ini (9 Juli): Buon Compleanno, Gianluca Vialli!

Discussion in 'Bola' started by Bola, Jul 9, 2016.

Discuss Sejarah Hari Ini (9 Juli): Buon Compleanno, Gianluca Vialli! in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Menyimak terbatasnya striker berkualitas Italia dalam beberapa tahun terakhir ini, tak ayal membuat para fans sejati Gli Azzurri akan mengernyitkan dahi. Pasalnya, Italia dikenal sebagai negara produsen bibit-bibit unggul penyerang berkelas dunia.

    Era 1990-an menjadi tahun-tahun keemasan Italia. Mulai dari Roberto Baggio, Gianfranco Zola hingga mekarnya daun muda seperti Alessandro Del Piero dan Christian Vieri, praktis Italia tidak pernah kehabisan stok di sektor attacante. Didukung oleh Serie A yang kala itu menjadi liga paling top bergengsi di dunia, Italia adalah penghasil para predator tertajam di Eropa.

    Salah satu penyerang Italia yang mencuri perhatian adalah Gianluca Vialli, yang pada Sabtu (9/7) ini merayakan ulang tahunnya yang ke-52.

    SIMAK JUGA
    10 Hal Menarik Tentang Gianluca Vialli
    Gianluca Vialli: Depak Jose Mourinho, Chelsea Lakukan Kesalahan
    Gianluca Vialli: Filosofi Antonio Conte Tepat Untuk Chelsea

    Lahir dan tumbuh di Cremona, wilayah utara Italia, Vialli muda bergabung ke klub lokal Cremonese dan bermain mengesankan di level Serie B. Bakatnya diendus oleh tim Serie A Sampdoria, yang langsung mengangkutnya pada 1984.

    Di Sampdoria, Vialli membentuk kemitraan kental dengan sahabatnya, Roberto Mancini. Dijuluki The Goal Twins, Vialli dan Mancini menggiring Sampdoria ke era tersuksesnya, yakni dengan merengkuh Scudetto di musim 1990/91 serta tiga titel Coppa Italia dan satu Piala Winners.

    Juventus pun tergoda untuk merekrutnya dengan rekor transfer dunia senilai £12,5 juta pada 1992. Seperti halnya di Sampdoria, Vialli lantas meneruskan tinta emasnya di Turin. Bersama Fabrizio Ravanelli dan Del Piero, partnernya di lini depan, Vialli membawa Juventus tampil perkasa di level domestik dan Eropa.

    [​IMG]

    [​IMG]Sukses di level domestik dan Eropa bersama Sampdoria dan Juventus.​

    Yang paling sukses, ia mampu mengapteni Bianconeri merengkuh trofi Liga Champions 1996 dengan mengalahkan juara bertahan Ajax Amsterdam via adu penalti. Itu adalah tahun terakhir Vialli bersama Juventus sebelum hijrah ke Chelsea. Di Inggris, Vialli menjalani pengalaman yang tidak kalah menarik meski ia datang saat usianya sudah menginjak 32 tahun.

    Ya, fans Chelsea akan selalu mengenang Vialli sebagai sosok tersukses di klub sebelum The Blues berpindah tangan ke Romah Abramovich. Betapa tidak, Vialli mampu membawa Chelsea meraih lima trofi dalam waktu kurang dari tiga musim! Dan yang lebih istimewa, Vialli melakukannya dengan penuh gaya: sebagai pemain dan manajer sekaligus. Peran manajer ini ia emban di paruh kedua musim 1997/98 selepas Ruud Gullit dipecat.

    Meski tidak berhasil menjuarai Liga Primer Inggris, Vialli mampu mengantar Chelsea meraih Piala Winners pada 1998 dan juga sukses mengalahkan Real Madrid di Piala Super Eropa. Vialli pula yang membawa Chelsea melakoni debut impresif di Liga Champions, yakni mencapai perempat-final di musim 1999/00.

    Torehan sukses di level klub ini membuat Vialli membukukan sebuah rekor menarik, yakni menjadi satu-satunya pemain yang berhasil menjuarai sekaligus menjadi runner-up di tiga kompetisi Eropa yang berbeda (Piala Winners, Piala UEFA, dan Liga Champions). Sayang, Vialli tak punya prestasi menawan bersama timnas Italia.

    [​IMG]

    [​IMG]Merangkap pemain sekaligus manajer di Chelsea.​

    Ia hanya bermain di tiga turnamen besar (Piala Dunia 1986, Euro 1988, dan Piala Dunia 1990) dengan hasil terbaik menjadi peringkat ketiga di PD 1990 yang digelar di kandang sendiri. Sepanjang karier bermainnya, baik di klub maupun timnas, Vialli mampu mengemas 286 gol dengan mencatatkan lebih dari 500 penampilan. Vialli mampu membuktikan diri sebagai salah satu pesepakbola Italia yang terpandang.

    Senjakala bagi Vialli hadir di awal milenium. Kisah dongengnya di Chelsea harus berakhir di awal musim 2000/01 menyusul hasil buruk dan konfilk dengan sejumlah pemain. Di musim berikutnya, ia melatih Watford, tim divisi dua, namun kinerjanya buruk sehingga ia hanya bertahan semusim. Sejak saat itu, Vialli tidak pernah kembali melatih dan saat ini bekerja sebagai pundit sepakbola di Sky Sport Italia.

    Selamat ulang tahun, Gianluca Vialli!

    GIANLUCA VIALLI​
    [​IMG]
    Tempat, tanggal lahir: Cremona, Italia, 9 Juli 1964​
    Koleksi Gelar:

    Sampdoria: Serie A (1991); Coppa Italia (1985, 1988, 1989); Supercoppa Italiana (1991), Piala Winners (1990)

    Juventus: Serie A (1995); Coppa Italia (1995); Supercoppa Italiana (1995); Liga Champions (1996); Piala UEFA (1993)

    Chelsea: Piala FA (1997), Piala Liga (1998), Piala Winners (1998), Piala Super Eropa (1998)

    Karier pemain:
    1980–1984: Cremonese
    1984–1992: Sampdoria
    1992–1996: Juventus
    1996–1999: Chelsea

    Karier timnas:
    1985–1992: Italia

    Karier pelatih
    1998-2000: Chelsea
    2001-2002: Watford

    105 penampilan (23 gol)
    223 (85)
    102 (38)
    58 (21)


    59 (16)​

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, Sejarah Hari Ini (9 Juli): Buon Compleanno, Gianluca Vialli!
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page