Sektor Perbankan Sambut Baik Kebijakan Siber Obama

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Feb 13, 2015.

Discuss Sektor Perbankan Sambut Baik Kebijakan Siber Obama in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,134
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Sektor Perbankan Sambut Baik Kebijakan Siber Obama

    Sektor perbankan AS, (12/2/15) menyambut baik kebijakan siber Obama untuk mereduksi serangan siber yg kian hari semakin masif. Sambutan baik yg dilakukan oleh sektor perbankan & kredit ini cukup mencengangkan. Pasalnya, kedua sektor industri tersebut tidak pernah kompak sebelumnya dengan kebijakan pemerintah Obama. Mereka menyatakan dukungannya terhadap Obama karena sektor tersebut melihat banyak kerugian yg mereka alami akibat serangan siber. Pada hari Selasa kemarin, sebagai bagian dari kebijakan siber pemerintah AS, Obama resmi mengumumkan didirikannya Cyber Threat Intelligence Integration Center. Lembaga tersebut pada intinya akan memerangi segala bentuk ancaman siber yg masuk ke AS.

    Sektor perbankan & kredit sendiri umumnya seringkali berbeda pendapat dalam hal kebijakan moneter & fiskal. Akan tetapi, isu ancaman siber ini menjadi pemersatu terkait a&ya common enemy pada industri mereka. The Credit Union National Association (CUNA), melalui CEO Dennis Pierce dari CommunityAmerica Credit Union menyatakan kesediannya mendukung keamanan siber AS. Mereka pun melihat bahwa ancaman siber semakin besar & cukup merepotkan bagi pelaku usaha di industri perbankan & kredit. Di sisi lain Dennis pun menyatakan bahwa sektor kredit akan mendukung pemerintah AS dengan catatan Presiden Obama mau untuk memberikan edukasi pada industri retail terkait keamanan informasi khususnya menjaga kerahasiaan data kartu kredit nasabah.

    US Bank, salah satu bank terbesar di AS yg bermarkas di Kansas City menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Obama. Perusahaan itu mengutus CEO mereka Richard Davis untuk berpartisipasi dalam gelaran bertajuk White House Summit on Cybersecurity and Consumer Protection yg diadakan di Stanford University. Davis akan bergabung bersama CEO lainnya dari Bank of America Corp., American Express, Visa Inc., Mastercard Inc. & PayPal. Mereka pun akan bergabung juga dengan perusahaan teknologi ternama seperti Apple, Google & Intel yg menjadi tamu un&gan non-finansial dalam industri tersebut.

    Pembobolan dalam skala besar seperti yg terjadi pada Home Depot, Target & Sony Pictures memaksa industri perbankan untuk menanggung sejumlah kerugian finansial baik debit orpun kredit. Mereka harus menanggung risiko itu akibat fraud yg dinilai sangat merugikan secara finansial orpun reputasi. Pihak yg dijadikan kambing hitam dalam hal ini dari sudut bank & kredit adalah pedagang (merchant). Jim Nussle, Presiden CUNA dalam siaran persnya mengatakan bahwa jika para pedagang orpun industri retail tidak berkomitmen penuh terhadap kebijakan siber pemerintah, maka semuanya akan sia-sia. Secara tegas Jim mengatakan bahwa industri retail & pedagang harus menghentikan segala aktifitas berbahaya yg berakibat pada hilangnya data-data nasabah.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenSektor Perbankan Sambut Baik Kebijakan Siber Obama diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page